• klik klas

Yuk, Video Call Untuk Atasi Kesepian Selama Pandemi

“Apakah kamu sedang merasa kesepian selama pemberlakuan pembatasan sosial ini?”




Hai, klikers, gimana kabar kamu selama PPKM Jawa Bali ini? Apakah kamu sehat? Apapun yang terjadi, aku pribadi berdoa agar klikers di mana pun berada dalam keadaan terbaiknya.


Hampir dua tahun, kita berjuang hidup dengan keadaan yang tidak ideal. Pembatasan sosial dan kegiatan berskala besar terus menerus terjadi. Kita berada dalam tahun-tahun yang lebih sepi secara sosial daripada biasanya. Gimana nggak, berbagai acara sosial skala besar hampir dua tahun ini dibatasi, perjalanan jauh sulit dilakukan, silaturahmi pun harus berhati-hati. Banyak dari kita mengakui bahwa tahun-tahun ini adalah tahun yang penuh dengan kesepian dan menurunnya kesehatan mental.


YUK, MELAKUKAN AUDIO/VIDEO CALL DATE


Lalu, bagaimana cara menghadapinya? Salah satunya adalah melakukan audio atau video call dengan orang-orang terbaik kita.


Sebuah studi dari JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa kontak sosial dunia nyata yang hilang bisa digantikan oleh video maupun audio call, namun tidak dengan chat. Secara spesifiknya, penelitian membuktikan gejala kesepian, kecemasan, dan depresi bisa berkurang dengan melakukan video call secara regular selama empat minggu.


TERHUBUNG MESKI BERJARAK


Segera setelah terjadi penyebaran Covid 19 dan segera setelah itu berbagai penelitian kembali dilakukan. Penelitian kembali mengkonfirmasi bahwa dampak Covid-19 bisa menurunkan kesehatan mental dalam waktu yang lama bahkan bisa jadi bertahun-tahun setelah Covid-19 dapat diatasi.


Oleh karena itu, di tengah perjuangan melawan Covid-19 dengan melakukan protokol kesehatan, hubungan yang bermakna melalui video dan audio call akan sangat membantu melawan kesepian. Meskipun, tidak seleluasa bertemu secara langsung, hal-hal kecil ini akan membantu kita bertahan dan mengkompensasi interaksi sosial secara langsung yang hilang.


Salah satu pilar kesehatan mental dalam diri manusia adalah ketersediaan hubungan sosial yang bermakna dan suportif terhadap individu tersebut. Sehingga, saat kamu merasa kesepian saat menjalani PPKM dan protocol kesehatan karena nggak lagi bisa hang-out dan nongkrong di café seperti dulu kala, bagaimana jika mencoba video-date dengan sahabatmu atau nongkrong online bersama geng mainmu?


MELUASKAN POLA KOMUNIKASI




Memang benar, nggak ada yang bisa mengalahkan interaksi tatap muka secara langsung, apalagi buat kamu yang bahasa cintanya adalah sentuhan fisik, pasti pembatasan sosial ini begitu menyiksa. Meskipun, video call nggak bisa menggantikan sentuhan fisik, tetap metode ini akan menyediakan support system lebih baik daripada metode chat dan audio saja.


Atau jangan takut untuk meminta bantuan orang yang tepat. Kamu bisa pikirkan siapa yang orang-orang yang bisa membantu kamu dalam menghadapi tantangan yang sedang kamu hadapi. Atau, siapa orang-orang baik yang pernah membantu kamu dan saatnya untuk menyapa kembali. Di masa pandemi saat ini, menambah dukungan sosial meskipun hanya dengan berbicara hal-hal ringan dengan teman baru, bisa menjadi tambahan bantuan di saat membutuhkan.


JANJIAN VIDEO-CALL DENGAN DURASI PANJANG



Durasi berinteraksi melalui video-call akan sangat berbeda satu orang dengan orang lainnya. Tetapi, riset menyarankan setidaknya dua video call dengan durasi dan kualitas yang baik dua hingga tiga kali seminggu akan sangat membantu kesehatan mental seseorang. Karena penelitian ini dilakukan di Amerika yang individualis, tentu di Indonesia kebutuhan berinteraksi sosial bisa lebih tinggi. Jadi, kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhan kamu. Jangan lupa janjian agar video call yang kamu lakukan nggak terinterupsi hal-hal lain.


Kalau selama PPKM ini kamu bekerja dari rumah, belajar dari kamar, dan sangat minim berinteraksi dengan orang lain karena begitu hektiknya hari-hari yang kamu lalui. Terhubung dengan orang lain akan sangat penting, seenggaknya sempatkan sehari sekali setelah semua jam belajar dan kerja kamu selesai.


Dengan mendapatkan dukungan sosial, kamu akan bisa segera melihat harapan, mengangkat sedikit gelisah, dan berbagai hal lainnya yang tersimpan di dada akan terangkat sedikit. Berkurangnya beban emosional ini akan membuat kamu mempunyai ruang untuk berpikir lebih jernih dan menata diri untuk maju lagi.


MENGHUBUNGI PROFESSIONAL JUGA BOLEH


Kalau kamu merasa kesulitan berbincang dengan keluarga dan teman-teman kamu tentang gangguan mental yang kamu alami. Gimana kalau mencoba layanan Psikologi Online? Ada banyak layanan konseling Psikologi gratis, salah satunya yang dilakukan oleh Klik.Klas dan Rumah Amal Salman. Sebab, kalau berjuang dengan kesepian dan pada saat yang sama mempunya gejala mental lainnya, akan sangat berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut.


SEPATAH KATA DARI KLIKKLAS


Klikers, menjadi muda yang bertumbuh setiap hari, bukan berarti kita malu mengakui bahwa kita kesepian. Bersikap sok tegar padahal kita butuh bantuan malah membahayakan, karena kamu bisa saja terlambat untuk mendapatkan dukungan sosial yang kamu butuhkan segera. Cobalah melawan kesepian selama di rumah saja dengan membuat janji ngobrol panjang lewat saluran video call dengan teman-temanmu atau keluarga. Karena berjarak secara fisik bukan berarti berjarak secara Psikologis. Selamat mencoba dan bertumbuh selama di rumah saja!


Kunjungi Media Sosial Kami

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya

Kahkamun MK, Aksan N, Aubrey R, et al. Effect of layperson-delivered, empathy-focused program of telephone calls on kamuneliness, depression, and anxiety among adults during the COVID-19 pandemic: a randomized clinical trial. JAMA Psychiatry. Published online February 23, 2021. doi:10.1001/jamapsychiatry.2021.0113


Seabrook EM, Kern ML, Rickard NS. Social networking sites, depression, and anxiety: a systematic review. JMIR Ment Health. 2016;3(4):e50. Published 2016 Nov 23. doi:10.2196/mental.5842


4 views0 comments

Recent Posts

See All