• klik klas

Tidak Semua Orang Harus Memahamimu

Halo, Klikers dan Teman Baik! Gimana kabarnya hari ini?


Semoga semua berjalan baik-baik saja, ya. Tapi, kalau ada hal-hal yang tidak sesuai rencana dan harapanmu, tidak perlu terlarut dalam kekecewaan dan kesedihan juga. Kamu masih bisa untuk terus melangkah dan menghadapi ketidaksesuaian itu dengan keyakinan dan kepercayaan diri.


Sayangnya, ketika ada kekecewaan yang hadir di hidupmu dan kamu butuh mendapatkan dukungan dari orang lain, mereka malah meremehkan permasalahanmu. Kata-kata “Yaudah sabar saja” atau “Ayo bangkit, dong!” dan semacamnya banyak terlontar dari mereka. Memang, sih, tidak ada yang salah dari kalimat-kalimat itu. Hanya saja, entah mengapa semangat dari mereka malah membuatmu semakin ciut.



Kamu pun merasa mereka hanya sekadar berbicara tanpa mengerti kondisi dan perasaanmu. Namun, apakah orang lain harus terus memahamimu dan membayangkan dirinya di posisimu?


Klikers dan Teman Baik, terkadang kamu perlu menyadari bahwa hidup tidak hanya berputar di dirimu saja. Hidupmu dan hidup orang lain berbeda. Kamu tidak berkewajiban untuk memahami segala permasalahan orang lain, begitu juga dengan mereka. Hal itu karena setiap diri pasti punya masalah berbeda-beda dan kebutuhan untuk dipahami yang berbeda pula.


Sebuah hal baik jika kamu bisa memahami masalah orang lain atau berempati pada mereka. Namun, kamu tidak bisa memaksa mereka menjadi sepertimu juga. Mereka tidak berkewajiban untuk selalu memahamimu karena mereka pun pasti punya hal lain yang menjadi prioritas.



Mungkin, kata-kata hiburan dari mereka kadang terdengar seolah menyepelekan dan tidak bisa memahamimu. Akan tetapi, itu tidak sepenuhnya salah mereka karena tidak semua orang bisa benar-benar merasakan apa yang kamu rasakan. Jika kata-kata hiburan mereka justru membuatmu sakit hati atau merasa tak dipahami, kamu punya pilihan kok untuk menganggapnya angin lalu.


Kamu pun bisa berkata pada dirimu sendiri, “Oh, ya, mungkin mereka tidak benar-benar mengerti karena tidak merasakannya. Nggak apa-apa, bukan salah mereka.”


Setidaknya, kamu yang bisa mengerti dan mengontrol perasaanmu sendiri punya cara untuk menenangkan diri. Satu-satunya yang bisa memahamimu luar dalam hanyalah dirimu sendiri dan Tuhan.



So, tidak perlu kecewa jika tidak ada orang yang bisa memahamimu sepenuhnya. Itu bukanlah kewajiban mereka. Namun, kamu juga punya hak untuk menjelaskan situasimu pada mereka terlepas dari bagaimana mereka menanggapinya nanti. Tak usah memaksa orang lain untuk selalu memahamimu karena kamu pun tentu tidak suka dipaksa untuk terus memahami orang lain, kan?


Semoga kamu #SelaluBertumbuh meski belum ada orang yang benar-benar bisa memahamimu. Atau, mungkin kamu bisa pdkt sama #TemaniTeman, barang kali kami punya artikel-artikel yang bisa membuatmu merasa dipahami, hehe... :D


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

2 views0 comments

Recent Posts

See All