• klik klas

Tidak Sempat atau Tidak Menyempatkan

Klikers dan Teman Baik, pernah nggak, sih, pas kamu mau membangun kebiasaan atau hobi baru yang rutin, kamu sering berkata,


“Aduh, nggak sempet belajar gitar. Tugasku banyak!”

“Aku nggak sempet nulis, lagi sibuk banget soalnya ini kuliah.”

“Yah, aku nggak sempet ngelakuin hobiku, nih. Me time aja dipake tidur, jadi nggak sempet.”


Dan berbagai alasan lain yang intinya kamu merasa tidak sempat melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan. Namun, apakah benar kamu tidak sempat? Atau sebenarnya kamu hanya tidak menyempatkan diri karena merasa kegiatan itu nggak lebih penting dari hal lain?



Klikers dan Teman Baik, semua orang memiliki waktu yang sama, sama-sama 24 jam dalam sehari. Tapi, pernah nggak berpikir kenapa ada orang yang sibuk bekerja tapi bisa juga nge-gym? Atau ada ibu rumah tangga yang sibuk ngurusin rumah, anak, dan suami, tapi ternyata bisa jualan hasil rajutan sendiri? Dan orang-orang lain yang kayaknya sibuk banget tapi bisa melakukan banyak hal lain selain kesibukannya.


Kalau mereka bisa seperti itu, kenapa kamu nggak bisa, ya?


Mungkin, jawabannya terletak pada bagaimana mereka sengaja meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan lain. Bukan menunggu waktu luang.


Beda, kan, ya? Tidak sempat dengan tidak menyempatkan, meluangkan dengan menunggu waktu luang, dua-duanya beda. Dan sepertinya, hampir kebanyakan kita berlindung pada alasan tidak sempat dan tidak ada waktu luang, padahal sebenarnya mungkin kita memang tidak menyempatkan dan tidak meluangkan waktu.

Coba, deh, dalam 24 jam itu kamu luangkan dan sempatkan waktu 10 menit saja untuk melakukan hobi dan hal lain yang ingin kamu lakukan. Atau nggak usah 10 menit, coba 5 menit atau bahkan 1 menit saja untuk melakukan hobi dan kebiasaan baru itu. Masa dari 24 jam dalam sehari, tidak bisa diluangkan 1 menit saja?



But, it’s okay kok semisal memang kamu belum menyempatkan. Setidaknya, kamu sadar bahwa dirimu memang belum menyempatkan dan belum memprioritaskan itu. Jangan salahkan kesibukan lain jika memang dirimu sendiri belum mau menyempatkan waktu untuk hobi dan kebiasaan baru yang hendak dibangun.


Akan tetapi, #TemaniTeman selalu doakan agar kamu #SelaluBertumbuh dalam setiap kesibukanmu. Mungkin ke depannya, kamu bisa belajar mencoba menyempatkan jika memang merasa hal itu penting untuk hidupmu. So, jangan tunggu sempat dan luang karena jika tidak disempatkan dan diluangkan waktunya, sepertinya kamu tidak akan bisa melakukan apa-apa yang ingin kamu lakukan di luar kesibukanmu.

Selamat berproses!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

1 view0 comments

Recent Posts

See All