• klik klas

Terlalu Perhatian dan Baik Sama Orang Itu Tidak Baik

Hei, Klikers dan Teman Baik! Gimana kabarmu hari ini?


Ada nggak, sih, di antara kamu yang ingin selalu berbuat baik dan perhatian sama orang lain? Rasanya, kalo ada orang yang butuh bantuan, kamu harus jadi orang terdepan yang terus membantunya dan #TemaniTeman yang butuh bantuan.


Atau mungkin ada di antara kamu yang malah merasa terganggu dengan teman yang terlalu baik dan selalu menawarkan bantuan padamu. Menurutmu, tawaran bantuan itu seolah-olah membuatmu terkekang dan sulit menolak, padahal ya kamu belum butuh bantuannya.



Klikers dan Teman Baik, menjadi orang yang perhatian dan selalu baik dengan orang lain itu hal yang bagus. Namun, jika kamu terlalu berlebihan hingga membuat orang itu tidak berjuang dengan usahanya sendiri, hal ini tidak akan menjadi perilaku yang bagus lagi. Apalagi kamu sampai memaksa temanmu agar menerima bantuanmu.


Mungkin terkadang kamu tidak sadar kalau kamu memaksa. Hanya saja, ada beberapa ucapan yang tanpa sadar terkesan memaksakan kehendakmu dan malah meremehkan kemampuan orang lain untuk bangkit. Contohnya,


“Beneran kamu nggak apa-apa? Udah sama aku aja!”

“Sini-sini, sama aku aja. Aku bantuin.”

“Ih, yang bener. Nggak apa-apa kok aku bantuin. Atau cerita aja sini sama aku, ya?”


Dan berbagai kalimat serupa dengan intonasi bicara yang terkesan mendorong dan menekan. Jika terlalu sering seperti itu, kamu malah bisa memberi dampak tidak baik untuk dirimu sendiri dan orang lain.



Dampak untuk dirimu yang selalu ingin membantu dan memikirkan masalah orang lain adalah kamu jadi abai dengan masalah dan hidupmu sendiri. Padahal, tidak semua masalah orang lain harus jadi beban pikiranmu. Kamu perlu bisa memilah dan memilih mana hal yang penting dan menjadi prioritasmu.


Dampak untuk orang lain, mereka bisa jadi bergantung padamu dan malah nggak berusaha mengerahkan kemampuannya sendiri. Tanpa sadar, kamu malah jadi mengubur kemampuan dan energi mereka untuk berusaha bangkit di atas kaki sendiri. Selain itu, mereka juga bisa merasa terganggu karena perhatian berlebih yang kamu berikan.


Tapi, nggak ada yang bilang kalo aku mengganggu kok!



Ya, mungkin nggak ada yang bilang karena mereka canggung dan nggak enak sama kamu. Mungkin kamu perlu menanyakan lagi untuk konfirmasi ke orang lain apakah perilakumu mengganggu mereka atau tidak. Jika tidak, artinya nggak ada masalah. Namun, kalau ternyata mereka memang terganggu, belajarlah untuk menerima bahwa tidak semua masalah harus kamu yang menyelesaikannya.


Yuk, belajar jadi pribadi yang siap membantu tanpa bantuan berlebih. Percayalah bahwa setiap individu pasti memiliki kekuatan terpendam untuk mampu menyelesaikan persoalan mereka sendiri dan kalian bisa #SelaluBertumbuh bersama. Kamu tidak harus selalu membantu, kok. Jangan sampai kebaikan yang kamu niatkan untuk menolong mereka justru jadi bumerang untuk dirimu dan orang lain yang dibantu.

Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

1 view0 comments

Recent Posts

See All