• klik klas

Tentang Kesepian dan Kesendirian

Klikers dan Teman Baik, pernah nggak sih kamu merasa sendirian dan kesepian padahal kamu sedang ada di tengah-tengah banyak orang?


Atau, mungkin kamu pun senang berada dalam kesendirian, tetapi nggak pernah merasa kesepian?


Pernah?


Kalau pernah, mungkin kamu pun bertanya-tanya mengapa kamu merasa seperti itu. Kali ini, #TemaniTeman ingin berbagi sedikit perspektif tentang kesepian dan kesendirian. Siapa tahu, ada hal baik yang bisa kamu ambil dan menjadi insight baru dalam hidupmu.



Sendiri nggak selalu sepi


Klikers dan Teman Baik, ketika kamu sedang sendirian mungkin identik dengan rasa kesepian. Namun nyatanya, kesendirian nggak selalu membuatmu merasa sepi. Terkadang, diri ini memang butuh sendiri karena pikiran dan emosi dalam diri sedang ramai. Ada yang butuh didengarkan dari dalam diri dan ada yang butuh diistirahatkan dari keramaian.


Kalau kamu melihat orang-orang yang senang berjalan-jalan sendiri, mungkin kamu berpikir, apa enak jalan-jalan sendiri? Apa nggak ngerasa kesepian karena nggak ada teman?


Nyatanya, mereka justru lebih nyaman sendiri dan menghabiskan waktu dengan dirinya sendiri. Tidak ada rasa sepi yang hadir karena dirinyalah yang menghidupkan kesendiriannya. Orang-orang seperti ini biasanya tidak bergantung pada keramaian dan siapa yang menemaninya. Pun, nggak jarang ketika dia berada di tengah keramaian teman-temannya, justru merasa sepi dan sendiri.


Hal ini bisa disebabkan karena tidak adanya orang yang nyambung dengan dirinya. Ia tidak bebas mengungkapkan perasaan dan tidak bisa mengikuti alur percakapan orang lain. Terkadang, hal inilah yang membuat kesepian itu hadir.



Kesepian dan perangkap rasa


Meski seringnya kesepian identik muncul saat diri sedang sendiri, terkadang yang kamu rasakan itu adalah perangkap rasa. Rasa takut bersosialisasi, rasa takut membuka diri, rasa takut join dan takut berbasa-basi, membuatmu memunculkan persepsi bahwa dirimu sedang kesepian di tengah keramaian.


Nyatanya, kamu bisa, lho, memudarkan kesepian itu dengan mencoba membuka diri dan membiarkan keramaian menemanimu. Terlebih jika kamu adalah orang ekstrovert yang butuh energi dari lingkungan.


Takut akan penolakan itu wajar, tetapi kamu tidak akan tahu hasilnya jika tidak mencoba membuka diri. Kamu selalu punya pilihan untuk tetap tenggelam dalam perangkap rasa yang membuatmu kesepian, atau mencoba membuka diri dan meleburkan rasa sepi itu.


Pun ketika sendiri, kamu bisa membuat kesendirianmu tidak sepi. Lakukan saja hal-hal yang kamu sukai dan hidupkan hari-harimu dengan aktivitas yang menarik meski dilakukan sendiri. Terkadang, diri ini pun butuh sendiri dan sengaja menyepi untuk kembali berefleksi sudah sejauh mana diri ini #SelaluBertumbuh?


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

0 views0 comments

Recent Posts

See All