• klik klas

Temukan Perbedaan Saat Mendengar Dengan Rasa Empati

Halo, Klikers!

Pernah nggak, sih, pas kamu lagi cerita panjang lebar ternyata cuma dapet tanggepan sekenanya? Seolah-olah orang yang mendengarkan ceritamu tidak menyimak dengan seksama.


Bahkan mungkin beberapa kali kamu diminta untuk mengulangi ceritamu. Rasanya tentu nggak enak, ya, saat orang lain nggak benar-benar terlibat dalam percakapan yang kamu bangun bersamanya. Semoga kamu tidak seperti itu, Teman Baik!

Nah, supaya kamu bisa menjadi Teman Baik untuk orang-orang di sekitarmu, salah satu caranya adalah dengan mendengar penuh empati (empathic listening) agar bisa terlibat penuh dalam percakapan. Gimana, sih, caranya buat melatih empathic listening?


1. Berikan Ekspresi yang Sesuai

Ketika ada yang bercerita, tentu ada emosi yang terlibat di dalam ceritanya seperti rasa senang, sedih, kecewa, marah, dan lainnya. Tangkap emosi yang dirasakan oleh orang yang sedang bercerita itu dan ikutilah ceritanya dengan ekspresi wajah yang sesuai—jangan cuma datar, ya, hehe…

Misalnya, kalo dia menceritakan hal menyenangkan, kamu bisa ikut tersenyum. Atau saat dia sedang kesal, kamu bisa mengerutkan dahi dan ikut sedikit cemberut.


Sebenarnya, ekspresi ini bisa muncul dengan natural jika kamu benar-benar mendengarkan dan ikut merasakan apa yang dirasakan olehnya saat dia bercerita


2. Parafrasekan Ceritanya dengan Singkat

Sebagai tanda kamu menyimak ceritanya, kamu bisa berikan tanggapan-tanggapan yang memparafrase ulang ceritanya. Misalnya, ketika temanmu bercerita kalau dia bingung harus mengerjakan tugas dari mana karena banyak tugas yang menumpuk, kamu bisa berikan tanggapan:


- “Wah, iya, ya, tugas yang menumpuk itu bisa bikin kamu pusing”

- “Ya ampun, tugas sebanyak itu? Semuanya harus dikerjain di satu waktu?”

Atau tanggapan serupa yang menunjukkan betapa kamu memperhatikan ceritanya. Kadang, kamu pun bisa berucap kalau kamu juga merasa pusing semisal dapat tugas menumpuk. Hanya saja, jangan sampai malah kamu ambil alih dengan ceritamu sendiri, ya! Biarkan dia selesaikan ceritanya dulu.


4. Refleksikan Emosinya

Sebenarnya ini bisa dilakukan bersamaan dengan 2 hal di atas. Merefleksikan emosi artinya kamu menjadi seperti cermin bagi emosinya. Kamu bisa berikan tanggapan seperti,


- “Wah, kamu sedih banget, ya, kalo ngalamin itu.”

- “Iya, ya, wajar kalau kamu marah setelah dibohongi.”


Dan semacamnya.

Nah, itu adalah 3 cara dasar yang bisa kamu latih agar bisa mengembangkan kemampuan mendengarkan dengan empati. Hal ini penting banget supaya kamu bisa lebih terlibat (engage) dengan percakapan apa pun yang hadir dalam hidupmu. Tidak hanya membuat orang lain bahagia, kamu pun mungkin akan mendapatkan insight baru dan berbagi energi positif dengan orang lain.


So, selamat menjadi pendengar sepenuh hati!


1 view0 comments

Recent Posts

See All