• klik klas

Mengapa Saat Patah Hati Dada Kita Nyeri?

Updated: Sep 11, 2021



Ini kisah tentang tiga orang yang berbeda.


Dunia Helena terasa runtuh. Pagi itu, Helena melihat ibunya menyiram tanaman, sorenya ibunya dikabarkan meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Begitu mendengar kabar itu, tiba-tiba ia merasakan ada nyeri yang kuat di bagian dadanya, nafasnya sesak, sebelum akhirnya ia tidak sadarkan diri.


Sementara itu, di sisi kota lainnya, Sasya baru aja mendapat undangan pernikahan dari sahabat laki-lakinya, sepuluh tahun diam-diam ia menyukai sahabatnya sendiri dan ia mendapat kabar yang menyakitkan hari ini. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba, dada Sasya nyeri, ia sulit bernapas dan rasanya dadanya seperti ditikam.


Bukan cuma Sasya. Adalah Genta, cowok ini baru tahu kalau orang tuanya bangkrut dengan hutang yang sangat besar. Ayahnya menelpon bahwa ia nggak bisa melanjutkan kuliah. Sore yang hangat itu tiba-tiba terasa dingin. Tubuh Genta langsung lemas, ia terduduk, dan entah mengapa dadanya nyeri sekali.


Semuanya merasakan nyeri dada yang nggak terjelaskan ketika mendengar kabar yang begitu menyesakkan.


Klikers dan Teman Baik, apakah kamu pernah merasakan hal serupa? Saat kamu mendapat kabar yang begitu mengejutkan, area dada terasa nyeri yang nggak terjelaskan?


Nah, dalam dunia medis ini dikenal sebagai sindrom patah hati dikenal atau "Takotsubo Kardiomiopati"


Sindrom patah hati, juga disebut stress kardiomiopati atau kardiomiopati takotsubo, adalah kondisi dimana gejalanya menyerupai serangan jantung, tapi karena stres emosional yang tiba-tiba. Jika ada ungkapan rasanya seperti ditikam tiba-tiba dengan nyeri yang nggak tertahankan, kira-kira demikian sekilas gambaran Kardiomiopati Takotsubo.


Kardiomyopati Takotsubo


Kardiomiopati Takotsubo (Takotsubo Cardiomyopathy (TMC)) juga disebut kardiomiopati akibat stres emosional. TMC Ini adalah kondisi jantung yang pertama kali diidentifikasi di Jepang.


Sindrom patah hati adalah sebenarnya adalah kondisi jantung sementara dan tidak menetap lama. Gejalanya mirip dengan serangan jantung. Bedanya, sindrom patah hati ini sekali lagi terjadi ketika ada stres fisik dan/atau emosional yang kita dapatkan secara tiba-tiba sehingga menyebabkan melemahnya otot jantung kita dengan begitu cepat.


Kita bisa aja mengira bahwa kita mengalami serangan jantung karena gejalanya sangat mirip, seperti sesak napas dan nyeri dada. Namun, pada sindrom patah hati, kita (sebagian besar) nggak mengalami penyumbatan di bagian arteri koroner dan kita nggak mengalami kerusakan jantung permanen, dan biasanya membuat pemulihan yang cepat dan penuh.


Oh ya istilah Takotsubo sendiri adalah istilah nama Jepang untuk perangkap gurita dengan bagian bawah yang lebar dan leher yang sempit. Panci menyerupai bentuk ventrikel kiri jantung yang tertekan yang terlihat pada sindrom patah hati.


Sejarah Kardiomiopati Takotsubo

Sindrom patah hati ini pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Jepang Bernama Sato. Sato adalah orang pertama yang menggambarkan kondisi jantung manusia yang aneh ini dengan nama takotsubo (1991). Intinya, ia melihat sebuah fenomena aneh yaitu orang yang meninggal karena stres akut tanpa bukti cedera fisik. Akhirnya Sato mencoba melihat di area jantungnya dan ditemukan bentuk ventrikel yang seperti terperangkap dalam panic penjebak gurita.


Setelah publikasi Sato ini, ia terus melakukan penelitian, namun masih dipublikasi dalam bahasa Jepang, sehingga tidak ditemukan adanya hal yang sama selain di Jepang. Karena, sebagian besar makalah ini dalam bahasa Jepang, menambah keterlambatan pengakuan sindrom ini di luar negeri.


Pada tahun 1997 muncul artikel lain yang menjelaskan adanya serangan jantung tapi ternyata tidak ada kerusakan apa-apa di jantungnya, yang setelah diteliti ternyata akibat dari stres emosional akut. Baru pada tahun 2001, dilaporkan adanya kasus serupa di tempat lain selain Jepang.


Pada tanggal 23 Oktober 2004, ada sebuah gempa bumi besar (dengan intensitas 6,8 skala Richter) terjadi di Prefektur Niigata di Jepang. Dalam sebulan, 16 orang didiagnosis menderita kardiomyopati takutsobo ini. Mayoritas adalah wanita lanjut usia, dan 13 di antaranya tinggal di dekat pusat gempa. Tidak kurang dari 11 pasien menderita hal yang sama pada hari gempa. Akhirnya, pada bulan Februari 2005, New England Journal of Medicine mengakui sindrom tersebut secara internasional.


#Klikers dan #TemanBaik, akhirnya istilah "sindrom patah hati" ini disahkan untuk menandai mereka yang mendapat serangan jantung sementara setelah kematian dan kehilangan orang yang dicintai.


Apa yang Bisa Bikin Sindrom Patah Hati Ini Muncul?

Seperti kisah Helena, Sasya dan Genta yang mendapat kabar kehilangan orang yang mereka sayangi, mayoritas sindrom patah hati disebabkan hal-hal serupa. Seperti karena kesedihan dari kematian orang yang dicintai, kehilangan sesuatu yang bermakna lainnya (misalnya, perceraian/hubungan, pekerjaan, rumah, uang, hewan peliharaan tercinta), mendapat kabar buruk, dan ketakutan yang intens, dan kemarahan yang ekstrim. Artinya, segala macam emosi kuat yang berlangsung cepat dan tiba-tiba dapat menyebabkan sindrom patah hati ini.


Kalau Aku Mengalami Hal Ini, Apa yang Harus Kulakukan?


Lalu gimana kalau kamu mengalaminya? Atau, gimana kalau ada orang yang kamu sayangi tampaknya mengalami sindrom patah hati ini?


Sindrom patah hati adalah kondisi sementara bagi kebanyakan orang. Kita kemungkinan akan pulih tanpa ada kerusakan jantung jangka panjang karena otot jantung kita tidak rusak secara permanen. Untuk sembuh biasanya kita cukup melakukan relaksasi dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah peristiwa membuat kita begitu terkejut dan stress.


#Klikers dan #TemanBaik, tentu saja jika ada masalah kesehatan yang lain seperti adanya asma atau kejang – kamu harus memeriksakan diri ke dokter dan konsul lebih lanjut tentang cara-cara apa yang harus dilakukan.


Bagaimana Cara Mencegahnya?

Tidak ada pengobatan medis khusus untuk mencegah sindrom patah hati. Tapiii, belajar soal manajemen stres dapat membantu mencegah kita terkena sindrom patah hati ini lho. Belajar cari mengelola emosi, relaksasi, olahraga, berkumpul dengan orang-orang yang suportif dan hidup dengan lebih ikhlas akan membantu kita menjalani hidup dengan lebih tenang. Hindari juga gaya hidup yang buruk seperti begadang, memendam emosi negatif, dan tidak memberi tubuh kita gizi yang cukup.


Sepatah Kata Dari Klik.Klas dan Teman Baik


Klikers dan Teman Baik, jika dadamu nyeri dan nafasmu sesak saat mendengar berita-berita yang nggak menyenangkan, ada baiknya kamu berlatih relaksasi. Kata orang Jawa, “Hidup jangan kagetan,”. Nasihat ini mengajarkan kita bahwa hidup akan selalu ada hal-hal yang tidak terduga, maka jangan mudah kaget jika ada hal-hal yang memang tidak kita inginkan terjadi dalam hidup kita. Begitulah hidup. Semoga dengan mempelajari Kardiomiopati Takotsubo ini kita punya amunisi pengetahuan untuk #selalubertumbuh setiap hari.

 

Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir

 

Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.

 

Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya

Kawai, S., Kitabatake, A., Tomoike, H., & Takotsubo Cardiomyopathy Study Group. (2007). Guidelines for diagnosis of takotsubo (ampulla) cardiomyopathy. Circulation Journal, 71(6), 990-992.


Nef, H. M., Möllmann, H., Akashi, Y. J., & Hamm, C. W. (2010). Mechanisms of stress (Takotsubo) cardiomyopathy. Nature Reviews Cardiology, 7(4), 187-193.


https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17857-broken-heart-syndrome


https://www.news-medical.net/health/Broken-HeartTakotsubo-Syndrome-History.aspx





11 views0 comments

Recent Posts

See All