• klik klas

Seperti Ini Orang Open Minded yang Sebenarnya

Halo, Klikers dan Teman Baik!

Ada berita dan isu apa yang kamu baca akhir-akhir ini? Tetap setia bersama #TemaniTeman, kan?


Kalau di media sosial, pasti kamu sudah tidak asing dengan orang-orang yang mengajak agar menjadi sosok yang open minded alias berpikiran terbuka. Emang, open minded itu apa sih?

Sebenarnya, open minded atau memiliki pikiran yang terbuka artinya dirimu mau menerima segala macam pemikiran yang hadir di dunia ini. Menerima di sini bukan berarti harus menyetujui, ya. Kalau kamu ingat prinsip saling menghargai antar perbedaan pendapat, itulah yang sebenarnya dikatakan open minded—terbuka akan perbedaan dan menerima perbedaan yang ada tanpa memaksakan kehendak pemikiran.


Di zaman yang semakin maju ini, tentu beragam pemikiran dan keyakinan semakin marak diperbarui. Semua itu adalah hal yang wajar terjadi seiring berkembangnya dunia karena dunia pun #SelaluBertumbuh. Hanya saja, kamu perlu tetap menjaga daya pikir dan memegang kuat keyakinan agama yang kamu anut agar tidak mudah digoyahkan.


Pernah nggak, ketika kamu tidak setuju akan suatu pendapat/keyakinan lain, kamu justru dibilang sebagai orang yang close minded atau pikirannya sempit dan tertutup?


Kalau pernah, jangan lantas mengubah apa yang kamu yakini begitu saja, ya. Hal ini karena sebenarnya kamu punya hak untuk sepakat dan tidak sepakat akan suatu hal. Lagi pula, ketika menyatakan bahwa diri adalah orang yang open minded, seharusnya perbedaan pendapat ini diterima, bukan dipermasalahkan, apalagi justru melabel orang yang tak sependapat sebagai individu close minded.


Terkadang, meski kamu termasuk sosok yang kritis dan mempertanyakan banyak hal yang ada dalam hidup, jangan sampai kekritisan yang kamu miliki justru membuatmu menjauh dari ajaran agamamu. Menjadi sosok yang kritis dan berpikiran terbuka artinya kamu siap menerima perbedaan dan mampu memiliki alasan yang jelas ketika tidak sepakat pada satu hal. Kalau kamu hanya ikut-ikutan tren dan dengan mudahnya sepakat pada hal yang banyak disepakati orang lain, bisa jadi kamu belum mengembangkan pemikiran kritis.


Sebelum membuat keputusan akan sepakat atau tidak dengan sebuah pemikiran, alangkah lebih baik kamu mengkritisi pemikiran itu. Jangan takut dibilang sebagai sosok yang close minded jika pemikiranmu berbeda. Justru, mereka yang mengataimu close minded itulah yang sebenarnya pemikirannya tertutup akan perbedaan. So, be critical!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza.

14 views0 comments

Recent Posts

See All