• klik klas

Salahkah Aku yang Merasa Kesepian Saat Bersama Keluarga?

Kenapa ya tiap berada ditengah keluarga aku merasa tidak nyaman?

Pernah nggak terlintas dalam benakmu pikiran itu?


Family is a home. Keluarga adalah rumah, tempat pulang dan berkeluh kesah. Sayangnya, nggak semua orang nyaman untuk pulang ke rumah…


tulisan kali ini dibuat untuk kamu yang sedang gelisah dan membutuhkan dukungan sementara keluargamu belum mampu mewujudkannya.


Klikers dan Teman Baik mungkin bertanya, salah nggak sih kalau aku benci berada dalam keluarga, mengapa orangtuaku bersikap dingin, salah nggak sih aku merasa kesepian dan ingin memiliki keluarga yang menyenangkan, apakah aku kurang bersyukur?


Keluarga memang tempat pertama kamu lahir dan tumbuh. Banyak dinamika dan peran yang muncul di dalam keluarga. Belum lagi ketika kamu harus tinggal dengan keluarga besar yang punya karakteristik masing-masing.


Ditambah kondisi pandemi ini yang membuat seluruh anggota rumah mau nggak mau banyak #DiRumahAja jadi membuat suasana rumah semakin hectic.




#TemaniTeman akan bantu kamu menganalisis dan membuka cakrawala pikiranmu agar kamu bisa lebih menerima kekurangan keluargamu dengan tulus ikhlas. Pelan-pelan ya, tidak harus langsung bisa kok, tapi paling tidak nanti ketika kamu berkeluarga, kamu akan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih siap dan matang.


Prinsip pertama yang perlu kamu pahami adalah tidak ada yang namanya sekolah formal untuk menjadi orangtua. Setelah kamu lahir ke dunia, bapak ibu kita telah berganti predikat menjadi orangtua untuk pertama kalinya.


Belum punya pengalaman apa-apa, masih bingung harus bagaimana mengurus anak, dan berbagai pikiran lain yang terkadang sampai membuat kebanyakan ibu mengalami baby blues syndrome.


Wajar jika secara emosional, mereka jadi tidak stabil, mudah marah, dikit-dikit nangis, mudah lelah dan bad mood. Orangtua kamu pun sedang belajar… dan wajar jika dalam prosesnya mereka berbuat salah.

Prinsip kedua adalah orang tua kamu besar dari didikan kakek nenekmu yang secara alamiah menurun kepada bagaimana orangtuamu mendidikmu. Mungkin dalam proses kehidupan bapak ibumu mendapat didikan yang keras, kurang terbuka, komunikasi searah.


Hal yang berbeda dengan tuntutan zaman sekarang terkait pola asuh yang positif. Bapak ibumu mungkin tidak sadar kalau mereka mengecewakan hatimu, mungkin yang mereka tahu itu adalah yang terbaik untukmu.


Dari sini kamu bisa belajar bahwa memaklumi dengan tulus adalah kunci kenyamanan hatimu sendiri saat berada bersama keluarga.


Ingat bahwa kamu tidak bisa merubah kepribadian bapak ibumu seperti apa yang kamu inginkan. Hal yang bisa kamu lakukan adalah #SelaluBertumbuh dalam keikhlasan dan lapang dada supaya bahagia hari-harimu. Okay?



Tentang Penulis

Nurkhalisha Ersyafiani, S.Psi

Halo Klikers dan Teman Baik, saya Ersya. Saat ini, sedang menempuh pendidikan Magister Psikologi di Universitas Gadjah Mada. Saya senang belajar tentang dinamika kehidupan manusia, berbagi cerita, juga menulis artikel seputar kesehatan mental dan pengembangan kepribadian. Ngobrol yuk via Instagram di @nurkhalishaersya

2 views0 comments

Recent Posts

See All