• klik klas

Saat Hanya Dirimu yang Belum Menikah

Klikers dan Teman Baik, apakah kamu sudah memasuki masa saat teman-temanmu sudah banyak yang menikah dan berkeluarga?


Dulu saat masih sekolah atau masa kuliah, saat semuanya masih hidup sendiri tanpa memikirkan pasangan hidup, kamu dan teman-temanmu bisa leluasa chatting-an, membahas banyak hal seputar cita-cita dan hidup, bahkan mungkin membahas siapa gebetan yang lagi disuka. Namun, ketika semua teman dekatmu sudah menikah, rasanya ada yang berubah.



Kamu sungkan untuk mengajak mereka chatting-an, telponan, dan sungkan menceritakan permasalahan hidupmu pada mereka tersebab takut mengganggu. Kamu mulai khawatir, apakah pesanmu akan dibalas? Apakah pesanmu mengganggu kesibukannya? Apakah topik diskusi kalian masih bisa sama seperti dulu?


Pikiran-pikiran itu pun mulai meresahkanmu karena hanya dirimulah yang belum menikah. Cerita-cerita ringan yang dulu dengan mudahnya kamu bagi dengan teman-temanmu, mulai kamu pendam sendiri karena merasa hidup kalian telah berbeda. Alhasil, kesepian dan kesendirian pun merundungmu dan membuatmu tak bersemangat menjalani hari.



Kalau kamu sedang berada di fase tersebut, sangat wajar ketika kegalauan hadir. Hal itu karena kamu kehilangan tempat nyaman untuk berbagi keluh kesah karena merasa kehidupanmu dan teman-temanmu yang sudah menikah telah berbeda. Topik pembahasan pun jelas akan berubah, kan?


Namun, tak perlu sedih, ya. Seperti fase hidup sebelumnya, fase ini pun akan kamu lewati seiring berjalannya waktu. Justru, kamu bisa memanfaatkan kesendirianmu untuk #SelaluBertumbuh dengan terus eksplorasi dan memperbaiki diri. Saat hanya dirimu yang belum menikah bukan berarti kamu menjadi terbelakang dan kalah dari teman-temanmu.



Sebelum menikah, kamu masih memiliki keleluasaan untuk mengembangkan diri. Kamu masih bebas dan belum ada tanggung jawab lain yang mengikatmu dalam berkarya. Mungkin, fase ini pun bisa dijadikan saat perencanaan diri yang lebih matang. Bertanya tentang kehidupan selepas menikah pada teman-temanmu juga bisa jadi salah satu cara untuk mematangkan perencanaan.


Perencanaan soal apa?

Tentunya soal pernikahan seperti apa yang kamu inginkan, juga pengelolaan diri yang tentunya akan terikat tanggung jawab baru sebagai seorang istri atau ibu. Jangan sampai, fase-fase hidup ini justru membuatmu berhenti berkarya dan hanya meratapi kesepian karena ditinggal nikah oleh teman-teman, ya!

Semangat untuk terus berproses dan berkarya! #TemaniTeman


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

1 view0 comments

Recent Posts

See All