• klik klas

Rasa Takut: Sisi Diri Seorang Manusia

Rasanya, tidak ada yang tidak pernah merasa takut dalam hidupnya, ya, Klikers dan Teman Baik. Kamu pun pasti, setidaknya sekali seumur hidup, pernah merasa takut. Apalagi, untuk kamu yang berkali-kali harus berhadapan dengan ketakutan yang tak terduga dalam hidup.


Saat kecil, orang tua atau orang-orang yang lebih tua lebih banyak menanggapi rasa takutmu dengan kalimat, “Ayo, kamu harus berani, jangan takut!”



Sekilas memang benar, keberanian diperlukan agar kamu bisa melangkah dan menantang diri. Jika kamu nggak menantang ketakutanmu, tentu kamu tidak akan bertahan sampai sekarang. Namun, bukan berarti larangan jangan takut membuatmu menolak rasa takut yang hadir dalam diri, ya.


Tidak ada yang salah dengan rasa takut. Justru, takut adalah salah satu emosi yang membuktikan bahwa kamu adalah manusia. Manusia yang punya perasaan dan kemauan untuk bertahan hidup—umumnya rasa takut dikaitkan dengan hal yang mengancam hidup seseorang. Sebagai salah satu sisi kemanusiaanmu, rasa takut bisa menjadi alarm peringatan agar kamu lebih berhati-hati.


Bayangkan jika kamu tidak punya rasa takut! Mungkin kamu sudah bermain api tanpa takut tangan terbakar. Padahal, melakukan hal seperti itu tentu berisiko menyakiti dirimu, lho. Oleh karenanya, rasa takut dan berbagai emosi lain memang hadir dalam hidup kita sebagai anugerah agar diri lebih berhati-hati.



Rasa takut membuat dirimu bisa melihat bahaya yang mengancam hidup. Namun, memelihara rasa takut pada hal-hal yang ada dalam hidup pun bisa menjadi penghambatmu untuk #SelaluBertumbuh. Itulah mengapa, diri ini perlu sekali belajar mengelola rasa takut dan belajar untuk menantang ketakutan itu selama tidak membuat diri tersakiti.


Contohnya saja, kamu takut berbicara di depan banyak orang. Jika hal ini terus dipelihara, kamu akan kesulitan untuk memiliki kemampuan berbicara di depan umum. Padahal, tidak menutup kemungkinan nantinya pekerjaanmu mengharuskanmu berbicara di depan umum. Tentu akan menghambat dirimu kalau kamu terus mempertahankan ketakutan itu.



Meskipun demikian, hanya dirimulah yang tahu seberapa berpengaruhnya rasa takut dalam hidupmu. Jika rasa takut itu tidak mengganggu aktivitas dan pekerjaan, tentu tak jadi masalah. Akan tetapi, jika rasa takut sudah sangat berlebihan hingga mengganggu kelangsungan hidupmu, jangan sungkan untuk berkonsultasi ke profesional, ya.


Rasa takutmu valid dan wajar. Namun, bukan berarti kamu akan terkurung dalam ketakutan sepanjang hidup. Kamu punya pilihan untuk menerima dan berdamai dengan rasa takut itu, menantangnya perlahan-lahan, atau membiarkannya saja menghambat proses bertumbuhmu.


Semua pilihan ada padamu, Klikers dan Teman Baik. Kamu mau pilih yang mana?


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

0 views0 comments

Recent Posts

See All