• klik klas

Pilihan Karir, Buat Si Banyak Bakat


Halo, siapa nih yang bingung ingin memilih karir apa? Bukan, bukan karena tidak punya minat atau bakat, tapi kamu tahu kamu memiliki banyak minat.



Mau jadi ini, mau jadi itu. Eh, akhirnya jadi stress ketika harus memilih satu aja dari minat-minat kamu itu.


Kalau kamu mengalami hal ini, kamu bisa jadi seseorang yang diberi kelebihan memiliki banyak minat dan potensi. Biasanya sering terjadi buat kalian yang memiliki kecerdasan istimewa (gifted). Tapi inget lho, kecerdasan istimewa nggak bermakna sukses di akademik aja. Cerdas itu nggak cuma di sekolah, tapi bisa di mana saja, tergantung kecerdasannya lebih mengarah spesifik kemana. Kamu masih ingat kan bahwa kecerdasan itu paling tidak ada


Biasanya kamu yang diberi banyak minat dan bakat itu bakal merasakan sebuah krisis yang begitu besar ketika dihadapkan sebuah pertanyaan, “Nanti kalau udah lulus mau jadi apa?”

Wah, rasanya langsung pusing tujuh keliling. Gimana nggak pusing, bisa jadi kamu mengambil jurusan kedokteran, tapi kamu juga pandai menyanyi dan bermain music, di olahraga juga nggak jelek-jelek amat. Semuanya seakan bisa dilakukan dengan sama baiknya ya? Hm.. bingung harus memilih yang mana ya…


Cara Berkarir Kamu yang Multipotensi



Kalau kamu merasa memiliki banyak minat dan bakat, mampu melakukan banyak hal dengan sama baiknya dan sama berprestasinya, akan sangat amat wajar, kalau kamu kebingungan menetapkan satu pekerjaan khusus. Nah, ini dia beberapa saran yang bisa kamu lakukan kalau kamu memiliki banyak minat. Pilih yang sesuai dengan kondisimu yaa…


#1. GAYA PELUKAN KELOMPOK (THE GROUP HUG APPROACH)


Nggak ada yang ngelarang lho kalau kamu punya beberapa pekerjaan dengan variasi yang berbeda, asal kamu kuat menjalani peran-peran tersebut. Dalam gaya karir ini, kamu mengalokasikan waktu dan energimu sama besar pada beberapa karir yang kamu pilih.


Tipe karir ini punya beberapa strategi. Misal, bekerja di lingkungan yang secara alami emang tempat orang-orang multidisiplin bertemu. Seperti berbagai startup digital yang mendorong anggotanya untuk terus bertumbuh dan berkembang. Strategi yang kedua, bekerjalah di lingkungan organisasi yang terbuka (open-minded organization), dan jika kamu adalah seorang pelaku bisnis, kamu bisa menciptakan lingkungan itu.


Salah satu tokoh public yang terlihat menjalani karir ini adalah dr. Tompi. Artis sekaligus dokter ahli bedah plastic ini mampu menjalani kedua karirnya dengan sama kerennya. Baik di industri music dan di kedokteran, bisa ia lakukan dengan sama baiknya. Tidak ada yang meragukan kemampuan dokter Tompi bernyanyi, music-musiknya juga pada masanya sering menduduki tangga lagu Indonesia. Apalagi generasi 90-an, siapa sih yang nggak kenal pelantun sekaligus dokter bedah plastik ini?


Jadi, kalau kamu merasa bisa melakukan keduanya dengan sama baik, gembira dan bertanggungjawabnya, kenapa nggak dilakukan keduanya? Nggak usah dipikirkan kata orang lain, yang penting kamu bertanggungjawab dan bahagia.


#2. GAYA “GARIS MIRING” (THE SLASH APPROACH)


Bagi kamu yang tidak menyenangi bekerja dengan jenis penuh waktu, kamu bisa mengambil gaya karir “slash” ini. Yaitu, saat kamu memiliki banyak pekerjaan paruh waktu yang sesuai passionmu. Kamu bisa saja seorang penyanyi, pada saat yang sama seorang pembuat lagu, namun bisa juga menari atau bermain peran. Kamu bisa saja tidak menggambarkan dirimu sebagai orang dengan satu profesi.


Tidak perlu merasa terbebani untuk mendefinisikan dirimu secara spesifik, kamu bisa mendefinisikan dirimu sebagai seniman yang menulis, menyanyi, menari, bermain peran, dan lainnya. Tidak perlu merasa terganggu dengan orang lain yang dengan bangga menyebutkan secara spesifik satu pekerjaan saja.


#3. GAYA EINSTEIN (THE EINSTEIN APPROACH)


Kamu juga bisa menggunakan pendekatan “Einstein” yang mana kamu punya satu pekerjaan utama yang bener-bener mendukung kamu hidup secara finansial, namun juga bisa memberikan kamu kebebasan untuk menikmati waktu luang kamu melakukan hal-hal yang kamu inginkan.


Tokoh publik yang aku lihat menjalani hal ini adalah Maudy Ayunda. Ia menjadikan profesinya sebagai seniman sebagai karir utamanya, baik seniman peran, musisi atau penulis lagu. Namun ia juga mengembangkan banyak lini proyek lainnya, seperti proyek Pendidikan dan ia juga menulis beberapa buku anak-anak.


#4. GAYA PHOENIX (THE PHOENIX APPROACH)



Kalau kamu tipikal yang lebih senang fokus pada satu hal yang kamu minati dalam waktu lama, dan tidak senang terdistraksi hal lainnya, bisa jadi gaya phoenix adalah yang paling cocok untuk kamu. Kamu tahu kan hewan mitologi phoenix yang dipercaya hanya ada satu dalam rentang lima ratus tahun sekali? Nah, tipikal karir ini adalah ketika kita tertarik dengan suatu bidang, kita benar-benar serius mendalami hal tersebut, kita mengorbankan banyak hal dan meninggalkan hal lain hanya untuk fokus pada bidang tersebut. Namun, setelah mencapai level yang tinggi, dan kamu merasa cukup, kamu secara serratus persen berpindah sama sekali. Artinya, hanya ada satu hal yang kamu tekuni dalam beberapa waktu.


Tokoh publik yang sangat jelas melakukan siklus ini adalah Deddy Corbuzier. Di awal tahun 2000 an siapa yang tidak kenal mentalist Bernama Dedy Corbuzier? Makanya dia disebut sebagai Master Dedy. Dedy juga mendapat penghargaan sebagai mentalist terbaik dunia sebanyak dua kali dari International Magicians Society (IMS). Namun, setelah sampai di puncak, kita tahu ia berpindah menjadi presenter dan membawa acara yang sangat terkenal dan ikonik “Hitam Putih”, setelah itu ia berpindah menjadi seorang dietician dan merumuskan metode diet yang juga sangat booming pada saat itu yaitu “Obsessive Corbuzier Diet (OCD)” dan menjadi hits dimana-mana. Bersamaan dengan itu Ia juga menjadi podcaster nomor satu Indonesia.


Sepatah Kata Dari Klik.Klas

Di era yang serba mengarahkan kita menjadi seorang spesialis, kamu yang merasa memiliki banyak minat dan bakat serta bisa melakukan banyak hal sama baiknya, akan sangat merasa kesepian dan sendirian. Bisa jadi kamu menduga-duga, kenapa kamu tidak kunjung jatuh hati pada satu bidang, tidak kunjung menemukan satu panggilan hidup, dan atau, kamu bisa mencintai banyak hal pada saat bersamaan? Kamu tidak sendirian, banyak orang seperti kamu dan banyak sekali pilihan karir yang bisa diraih. Kamu bisa memilih mengambil dua pekerjaan yang berbeda dan tetap berkomitmen pada keduanya, namun jika tidak senang pekerjaan penuh waktu, kamu bisa memilih mengambil banyak paruh waktu yang mendukung variasi bakatmu. Selain itu, kamu bisa juga memilih satu pekerjaan utama, dan menjadikan lainnya sebagai sampingan. Atau, kamu bisa juga menekuni satu hal sampai di level tertinggi dan berpindah mencari hal lain yang lebih menantang. Apapun yang kamu pilih, kamu istimewa.


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.


Referensi

Nester, H., & Buford, M. (2018). Multipotentiality: Finding a career path that reflects who you truly are.



1 view0 comments

Recent Posts

See All