• klik klas

Perluas Zona Nyaman Bukan Berarti Keluar Darinya


“Supaya potensimu semakin terlihat dengan jelas dan bertambah, kamu harus keluar dari zona nyaman!”

Klikers dan Teman Baik, apakah pernah mendapatkan kalimat motivasi seperti itu? Sebuah kalimat motivasi yang mengatakan bahwa kamu harus keluar dari zona nyaman untuk bisa semakin bertumbuh. Pun sebuah motivasi yang meyakini bahwa kamu akan #SelaluBertumbuh jika keluar dari zona nyaman.



Bagi kebanyakan kita, berada di zona nyaman memang pilihan terbaik untuk melakukan apa pun. Ya, namanya juga sudah nyaman, kamu pasti merasa enggan dan kesulitan untuk keluar dari zona nyaman. Perlu adaptasi yang besar juga untuk bisa memulai dari nol, membuat zona asing berubah jadi zona nyaman kita. Terkadang, memaksa diri untuk keluar dari zona nyaman justru membuat diri stres dan bisa juga menurunkan semangat serta produktivitas.


Nah, berbeda dari kalimat motivasi di awal tadi, #TemaniTeman lebih suka menggunakan frasa perluas zona nyamanmu. Secara bahasa, memperluas zona nyaman dengan keluar dari zona nyaman tentu memiliki makna yang berbeda, ya. Kalau keluar, kesannya kamu benar-benar meninggalkan zona nyamanmu. Namun, jika memperluas, kamu tetap bisa ada di zona nyaman dengan sedikit demi sedikit melakukan hal baru untuk memperluas zona nyamanmu itu.



Misalnya, zona nyamanmu dalam bergaul adalah menunggu seseorang menghampiri dan menyapamu lebih dulu. Kamu merasa nyaman jika menjadi sosok yang disapa, bukan yang menyapa. Nah, kalau keluar dari zona nyaman, berarti kamu memaksa diri untuk terus menyapa orang lain terlebih dulu dan tidak mengizinkan diri untuk kembali ke zona nyaman awal—karena judulnya kan sudah keluar dari zona nyaman. Tentunya, ini akan melelahkan karena bisa jadi ada konflik batin dalam dirimu.


Lain halnya jika kamu memperluas zona nyaman. Di satu waktu, kamu coba menyapa dengan sekadar berkata, “Halo,” atau mungkin tersenyum lebih dulu. Di lain waktu, kamu mencoba untuk menyapa dengan kalimat atau pertanyaan yang lebih panjang. Sedikit demi sedikit, hingga akhirnya kamu pun bisa merasa nyaman dengan atau tanpa menunggu disapa terlebih dulu. Bahkan mungkin, bisa jadi kamu gatel kalo nggak nyapa orang duluan.



Sebenarnya, keluar ataupun memperluas zona nyaman sama-sama bertujuan untuk menambah zona nyamanmu. Hanya saja, penggunaan kata pada kalimat-kalimat itu bisa memengaruhi persepsi dan keharusan yang diri ciptakan.


Kalau kamu memang tipe yang suka keluar langsung dari zona nyaman, itu pun tak masalah. Toh, pada akhirnya, keduanya akan menambah zona nyaman yang terbangun dalam dirimu, kan? Kamulah yang tahu cara terbaik untuk membuat diri #SelaluBertumbuh. So, ikuti kata hatimu asalkan bisa membuatmu terus berproses menjadi lebih baik.


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanzaPerluas Zona Nyaman Bukan Berarti Keluar Darinya

3 views0 comments

Recent Posts

See All