• klik klas

Pasca Berduka, Pekerjaan Biasa Terasa Lebih Rumit


Hai, Klikers dan Teman Baik! Gimana kabarnya hari ini?

Pandemi yang tak kunjung selesai mungkin masih menyisakan beberapa duka bagi sebagian orang. Pun juga memunculkan duka baru bagi keluarga atau sanak saudara yang ditinggal oleh orang terkasihnya. Kondisi ini tak jarang membuat produktivitas diri menurun dan semangat hidup pun krisis.

Apakah ada Klikers dan Teman Baik yang sedang mengalami hal itu?



Adalah kondisi yang wajar ketika kamu bersedih dan merasa tidak bersemangat selepas ditinggalkan oleh seseorang yang kamu sayang. Segala kondisi yang menyebabkan diri merasakan duka atau kesedihan mendalam memang membuat fisik serasa lemah dan rasanya tidak ingin melakukan apa-apa.

Tidak hanya itu, selepas mengalami kejadian tak terduga yang menguras emosi, terkadang diri pun hanya bisa mengerjakan hal-hal yang lebih simpel. Bahkan pekerjaan sehari-hari yang biasanya ringan bisa terasa lebih rumit bisa terjadi karena pikiran dan emosi masih terlalu lelah untuk berdamai dengan situasi baru.

Ketika hal itu terjadi, kamu bisa kok mengurangi beban kerjamu terlebih dulu. Jika pekerjaan biasa terasa berat dan membebani, cobalah lakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih mudah dan simpel. Mungkin, suasana baru pun kamu butuhkan untuk berproses berdamai dengan kondisi selepas berduka. Pastinya, jangan biarkan dirimu diam terlalu lama karena bisa membuatmu semakin tenggelam dalam kedukaan.



Jika pekerjaan yang sama dengan sebelumnya justru mengingatkan pada banyak memori sebelum dan setelah kehilangan, mungkin mengganti pekerjaan bukan pilihan yang buruk. Asalkan kamu mau #SelaluBertumbuh selepas berduka, #TemaniTeman yakin akan ada saatnya kamu bisa kembali produktif dan berkarya seperti sebelumnya.

Tentunya, jangan salahkan dirimu sendiri jika kamu hanya bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan yang jauh berbeda dari biasanya. Jangan salahkan dirimu jika dalam satu hari hanya ada satu pekerjaan yang bisa kamu selesaikan, atau mungkin belum ada yang selesai sama sekali. Justru, apresiasilah dirimu yang tetap mau bergerak dan melangkah meski berat masih terasa.

Terima lebih dulu kedukaan dan kesedihan yang hadir. Menangislah jika ingin menangis, beristirahatlah jika memang butuh istirahat. Namun, pastikan untuk terus bergerak agar kesedihan tidak mengambil alih seluruh tenaga, pikiran, dan emosimu. Mungkin kamu belum siap untuk kembali melangkah. Tidak apa-apa. Take your time untuk berdamai dengan kondisimu. Tidak ada yang terlalu cepat, pun terlalu lama.

Setiap diri memiliki waktu masing-masing untuk kembali pulih dari kedukaan mendalam.


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

8 views0 comments

Recent Posts

See All