• klik klas

Pasanganku Sering Menuntut, Apakah Aku Masih Boleh Mencintainya?

“Jangan cintai aku apa adanya, jangan… Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan…” Hayo Klikers dan Teman Baik tahu nggak ini lirik lagunya siapa? Yap, Tulus. Lagu ini cukup hits di kalangan remaja lho karena maknanya yang tersirat dan dalam. Siapa sih yang punya hubungan tapi malah nyuruh pasangannya buat nggak mencintai apa adanya.. malah kebanyakan dari kita pasti punya ekspektasi tehadap pasangan, pun sebaliknya terkadang pasangan kita juga memiliki harapan ke kita.


Wajar kalau kamu merasa bimbang saat pasanganmu ingin kamu seperti ini, seperti itu padahal kamu ingin dicintai apa adanya tanpa syarat apapun. Disisi lain kamu sedang berusaha untuk berpikir positif terhadap tuntutannya. Alhasil pikiranmu tak terarah perasaanmu campur aduk.


Jika kamu punya pengalaman demikian, menurutmu apakah tuntutan dari pasangan merupakan hal yang baik?


#TemaniTeman akan membedah fenomena ini dari sudut pandang psikologi supaya kamu bisa lebih memahami dan tahu apa yang harus kamu lakukan saat terjebak pada situasi seperti ini.



Pada dasarnya, hubungan percintaan yang sehat ditandai dengan rasa aman, nyaman, dan percaya. Cinta yang dipupuk dengan modal ini akan #SelaluBertumbuh dan bertahan lama.


Dalam psikologi, dikenal dengan compassionate love. Biasanya orang yang saling mencintai dengan gaya ini memiliki komitmen jangka panjang, tidak banyak menuntut melainkan membimbing, dan saling percaya satu sama lain.




Lawan dari compassionate love adalah passionate love atau cinta dengan gairah. Gairah dalam hal ini bisa juga termanifestasikan lewat perasaan kuat untuk saling bersama.


Terkadang, cinta yang dilandasi dengan nafsu berakibat pada munculnya hasrat untuk memiliki hubungan yang sempurna. Ingin menjadi sempurna ini bisa menimbulkan tuntutan terhadap pasangan.


Keterikatan emosionalnya lebih dominan pada jenis cinta yang satu ini. Misalnya, mudah cemburu karena takut kehilangan, suka berpikiran negatif terhadap pasangan, sedih jika cinta dan perhatian tidak terbalaskan, dan lainnya.


Meski demikian, dalam sebuah hubungan dibutuhkan keseimbangan antara porsi compassionate love dengan passionate love. Namun yang mendasari keberlanjutan hubungan sampai jadi nenek-kakek cenderung compassionate love.



So, kamu juga berhak bahagia dengan mencintai dan dicintai. Kalau tuntutan itu hanya membuatmu merasa buruk dan kurang maka untuk apa dipertahankan? Tapi jika tuntutan itu berisi kebaikan dan dukungan yang bisa membuatmu menjadi pribadi yang lebih matang, maka lanjutkan!


Kalaupun kamu sudah terjebak pada hubungan yang penuh tuntutan tetapi kamu ingin tetap melanjutkan, maka ajaklah pasanganmu untuk membangun compassionate love. Cinta yang sehat dan matang 😊


Tentang Penulis

Nurkhalisha Ersyafiani, S.Psi

Halo Klikers dan Teman Baik, saya Ersya. Saat ini, sedang menempuh pendidikan Magister Psikologi di Universitas Gadjah Mada. Saya senang belajar tentang dinamika kehidupan manusia, berbagi cerita, juga menulis artikel seputar kesehatan mental dan pengembangan kepribadian. Ngobrol yuk via Instagram di @nurkhalishaersya

3 views0 comments

Recent Posts

See All