• klik klas

Menjadikan Menulis Sebagai Healing-mu

Halo, Klikers dan Teman Baik!


Siapa di antara kamu yang sampai hari ini masih punya buku diary?


Dulu, penulisnya #TemaniTeman malah bisa punya lebih dari 5 buku diary loh. Nggak lain buku itu digunakan sebagai “tempat sampah” dari berbagai emosi dan pikiran yang mengganggu. Caranya tentu dengan menuliskan berbagai pikiran dan emosi secara terbuka dan lugas tanpa ada yang ditutup-tutupi.



Dalam kehidupan, tentu kamu tidak pernah lepas dari kejadian yang tidak menyenangkan atau pikiran-pikiran liar yang membuatmu jadi overthinking. Kalau semua pikiran dan emosi tidak menyenangkan itu kamu pendam sendiri, hati-hati, segala hal tidak enak yang dipendam bisa berpengaruh ke fisikmu juga.


Memendam perasaan sendirian terlalu lama tanpa mampu berdamai dengannya akan membuatmu merasa cemas dan juga tidak nyaman. Kamu perlu ruang untuk mengungkapkan segala hal yang kamu pikirkan serta rasakan. Hanya saja, tak jarang kamu malah merasa takut mengungkapkannya karena takut dihakimi atau diremehkan oleh orang lain.


Jika demikian, mungkin kamu bisa menerapkan writing for healing, menulis untuk membantumu berdamai dengan segala situasi dan emosi yang kamu hadapi. Kamu bisa mencoba untuk menuliskan perasaanmu di mana pun yang membuatmu nyaman. Mungkin ada beberapa di antara kamu yang terbiasa menuliskan curahan hati di medsos atau aplikasi menulis lain.



Hanya saja, kamu tentu nggak akan pernah tahu siapa saja yang membaca curhatanmu di medsos lalu dengan sengaja menyebarkannya. Privasimu tidak seterjamin itu jika menulis di medsos dan tentu kamu harus memilih dan memilah kata yang akan kamu gunakan. Tidak hanya itu, kamu pun perlu siap dengan penilaian dan pendapat orang lain tentang apa yang kamu tulis.


Kalau menulis di buku atau di kertas, kamu punya kebebasan untuk menuangkan apa pun pikiran dan emosimu tanpa takut dihakimi, dihujat, atau bahkan di-unfollow.


Kamu pun bisa menuliskan segala emosimu hanya di secarik kertas. Lalu, saat kamu sudah lega setelah mengungkapkan semuanya, kamu bisa membuat kertas itu ke tempat sampah. Rasanya, seperti membuat emosi-emosi dan pikiran yang tidak menyenangkan ke tempat sampah. Dengan demikian, kamu bisa membersihkan dirimu dari berbagai emosi dan pikiran yang membuatmu tidak nyaman.


So, apakah kamu mau mencoba writing for healing?


Semoga kamu #SelaluBertumbuh, ya!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

0 views0 comments

Recent Posts

See All