• klik klas

Mengapa Melihat Warna Biru Lebih Menenangkan Daripada Warna Merah?

Halo Klikers dan Teman Baik, apa nih warna favorit kamu? Biru? Putih? Kebanyakan orang suka dengan warna itu. Mengapa ya?


Nah, pertanyaan berikutnya pernah nggak kamu merasa tenang saat melihat keindahan langit dan awan? Terus kalau kamu dikasih gambar sebuah logo fast food yang warnanya kombinasi merah dan kuning disertai gambar badut, kira-kira bisakah kamu tebak brand makanan apa itu?


Semua itu dapat dijelaskan dengan bukti ilmiah tentang keajaiban spektrum warna. Warna sangat memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Suasana hati bisa sangat dipengaruhi oleh warna apa yang kamu lihat.

Penelitian tentang psikologi warna mengungkapkan bahwa warna biru dapat membuat tenang bagi siapapun yang melihatnya. Itulah mengapa ketika sedang bosan dan butuh refreshing, melihat langit dan pergi ke pantai bisa menenangkanmu.


Sama halnya dengan warna hijau yang memiliki kekuatan untuk meredakan kecemasan. Itulah yang menyebabkan menjelajahi alam dan menikmati pepohonan dan taman dapat menurunkan ketegangan.


Nah, lantas apa yang terlintas di pikiran dan perasaanmu saat melihat warna merah apalagi ada di kertas ujianmu? Rata-rata akan menjawab tidak suka dan sebal. Padahal mungkin nilaimu A, tapi hanya dengan menggunakan tinta merah maka persepsimu bisa saja berubah.

Kalau kamu sedang gundah gulana, lalu melihat warna hitam atau warna-warna gelap, kemungkinan besar kamu akan menjadi semakin tertekan. Sebab warna gelap memberikan kesan depresif, sempit, dan misterius.


Karakteristik kepribadian juga terkadang terlihat dari warna favorit seseorang. Misalnya orang yang senang dengan warna-warna pastel biasanya adalah orang yang kalem, orang yang suka warna cerah biasanya cenderung terbuka dan berani, sementara orang yang gemar warna gelap biasanya cenderung misterius dan powerful.


Meskipun ada kecenderungan seperti ini, pengaruh budaya, nilai, dan norma tetap berlaku sehingga pemaknaan setiap warna dapat berbeda-beda di tiap wilayah bahkan negara

Apabila ingin menyampaikan pesan kepada orang lain, warna juga bisa kamu jadikan alat komunikasi. Baik komunikasi personal maupun komunikasi dengan konsumen jika kamu berjualan produk.


Contohnya saat kamu ingin mempromosikan produk atau jasa yang kental dengan nilai keberanian, keterbukaan, kreativitas, penuh ekspresi… nah kamu bisa gunakan warna cerah seperti kuning, oranye, atau pink.

Saat kamu memilih warna untuk nuansa rumah, tentu kamu akan melibatkan pikiran dan perasaan kan?


Kira-kira nuansa apa yaaa yang memberikan ruangan ini kesan hangat, ruangan itu penuh gairah, ruangan untuk tamu rasa tenang dan aman…


Seperti itulah cara warna memengaruhi otak dan perasaan kita. Sangat erat dengan sisi emosional manusia.


Manfaat mempelajari filosofi warna ini adalah kamu bisa #TemaniTeman dan #SelaluBertumbuh dengan menerapkan self healing atau menyembuhkan diri saat sedang tidak baik-baik saja, misalnya dengan menikmati warna-warna yang membuat rileks. Selamat mencoba ya😊



Tentang Penulis

Nurkhalisha Ersyafiani, S.Psi

Halo Klikers dan Teman Baik, saya Ersya. Saat ini, sedang menempuh pendidikan Magister Psikologi di Universitas Gadjah Mada. Saya senang belajar tentang dinamika kehidupan manusia, berbagi cerita, juga menulis artikel seputar kesehatan mental dan pengembangan kepribadian. Ngobrol yuk via Instagram di @nurkhalishaersya

1 view0 comments

Recent Posts

See All