• klik klas

Mencoba Berdoa Dengan Setulus Hati

Hai, Klikers dan Teman Baik!

Setiap hari, rasanya tidak akan ada yang bisa lepas dari namanya berdoa. Sesederhana berharap bahwa hari ini akan berlalu dengan baik-baik saja pun termasuk berdoa.


Tidak jarang pula, selain berdoa untuk diri sendiri, mungkin akan ada momen ketika kamu mendoakan orang lain.

Misalnya, saat temanmu melanjutkan studi di jurusan harapannya, atau saat temanmu ada yang menikah, punya anak, dan berbagai momen kehidupan lainnya. Kata “semoga” seolah ringan terucap pun terketik di dalam layar ponsel. Namun, apakah doa yang kita berikan sudah setulus hati?


Memang, tak ada yang bisa menilai seberapa tulus seseorang mendoakan orang lain. Bahkan mungkin hanya diri sendiri dan Tuhan yang tahu ketulusan itu.


Kamu pun sebenarnya bisa menilai seberapa tulusnya dirimu ketika berdoa dengan melihat hal-hal berikut:


1. Tidak mengharapkan keburukan

Doa yang benar-benar tulus tentu selalu mengharapkan kebaikan untuk diri maupun orang lain. Jika ada sebersit perasaan iri, dengki, dan mengharap keburukan untuk orang lain, tentu itu bukanlah doa yang penuh ketulusan.


2. Sembunyi-sembunyi

Ketika kamu benar-benar tulus mendoakan seseorang, kamu tidak akan begitu memedulikan apakah kamu terlihat olehnya atau tidak. Kamu juga tidak akan mengeraskan suara demi menarik perhatian.


3. Tidak mengharapkan pujian

Kamu tidak akan peduli soal pujian, cercaan, atau mungkin penolakan ketika dirimu benar-benar tulus mengharapkan kebaikan untuk diri dan orang lain. Hal itu dikarenakan pujian bukanlah tujuan ketika kamu mendoakan seseorang dengan penuh ketulusan.



Ketika kamu benar-benar tulus mengharapkan kebaikan untuk diri, orang lain, dan lingkungan sekitarmu, hatimulah yang bisa merasakan seberapa tulus doa itu dipanjatkan.


Tiga ciri di atas hanyalah sedikit dari apa yang mungkin bisa dinilai oleh diri. Pada akhirnya, semua dikembalikan pada hatimu sendiri, ya.


Tulus tidak hanya lewat lisan. Sama seperti sebuah kejujuran, ketulusan dari hati melibatkan keselarasan hati dan pikiran. Dan seperti sebuah ungkapan, apa yang berasal dari hati akan sampai dan mengena di hati yang lain pula.


So, semoga kamu termasuk orang-orang yang tulus dalam mengharapkan kebaikan untuk orang lain, ya!


Tetap semangat untuk #SelaluBertumbuh bersama #TemaniTeman!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza.

4 views0 comments

Recent Posts

See All