• klik klas

Lelah Menjadi Penampung Cerita Teman

“Teman-temanku merasa nyaman bercerita padaku. Namun, terus menerus mendengarkan cerita mereka membuatku kepikiran. Aku jadi merasa masalah mereka adalah masalahku juga. Salahkah jika aku terus menjadi penampung cerita teman-temanku?”


Klikers dan Teman Baik, apakah kamu termasuk diri yang selalu siap sedia mendengarkan cerita dan permasalahan teman?

Jika iya, mungkin kamu pernah merasakan apa yang dinyatakan di awal tulisan ini. Terlalu sering mendengarkan cerita permasalahan dari seorang teman terkadang membuat diri merasa masalah mereka adalah masalahmu juga. Kamu pun mungkin bisa ikut stres dan tertekan juga. Niatnya sih baik, untuk membantu teman menguraikan masalah biar mereka lega. Tapi, kalau hal itu justru membuatmu tertekan, artinya ada yang salah di sana.

Kamu juga manusia, yang bisa lelah jika selalu mendapatkan pekerjaan yang sama.


Pikiranmu juga bisa lelah jika terus menerus mendapatkan cerita berisi masalah orang lain sepanjang waktu. Jika hal ini terjadi pada dirimu, mungkin kamu perlu belajar untuk memilah dan menyadari bahwa masalah orang lain adalah masalahnya, bukan masalahmu. Mampu memilah dan menyadari mana yang berada di lingkup tanggung jawabmu bisa sedikit meringankan beban.

Namun, tidak cukup sampai di situ. Kamu pun perlu menyadari bahwa setiap diri bertanggungjawab atas masalah dan perasaannya masing-masing. Okelah, jika temanmu meminta saran darimu untuk menyelesaikan masalahnya. Akan tetapi, pada dasarnya kamu tidak bertanggung jawab atas masalahnya. Semua itu tetap ada di tanggung jawab temanmu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.


Hati-hati juga dalam memberi saran pada temanmu. Saran yang cocok untukmu, mungkin tidak cocok untuk temanmu. Jangan sampai kamu malah jadi disalahkan karena saran yang kamu berikan tidak berhasil menyelesaikan masalahnya.


Menjadi penampung cerita teman bukanlah hal yang salah. Justru itu hal yang baik sebagai bentuk #TemaniTeman. Akan tetapi, jika menampung cerita dan masalah teman malah membuatmu lelah dan tertekan, tidak ada salahnya untuk mencukupkan diri sejenak. Beristirahat dan fokus pada diri sendiri pun diperlukan untuk menyegarkan pikiran.

Ingat, kamu lebih bertanggung jawab atas kondisi dirimu dibandingkan kondisi orang lain. Dirimu juga berhak untuk mendapatkan perhatian dan beristirahat dari lelahnya pikiran. Jangan sampai kamu melupakan masalahmu sendiri dan terlalu fokus pada penyelesaian masalah orang lain. Kamu pun perlu untuk berproses agar #SelaluBertumbuh menjadi versi terbaik dirimu!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza



3 views0 comments

Recent Posts

See All