• klik klas

Lebih Baik Ekspresikan atau Tahan Emosi?

Semangat pagi, Klikers dan Teman Baik! Kapan pun kamu membaca tulisan dari #TemaniTeman ini, semoga semangatmu selalu baru seperti saat pagi menyapa. Ya, walaupun kamu nggak harus terus semangat, sih. Kadang-kadang, jadi nggak semangat pun nggak masalah kok, karena kamu pun butuh waktu untuk melemah sesaat dan beristirahat sejenak.



Nah, ngomong-ngomong soal selalu semangat dan melemah sesaat, dua hal ini berkaitan erat dengan emosi yang kamu rasakan, loh. Biasanya, kalau kamu lagi bahagia atau excited untuk melakukan sesuatu, semangatmu pasti sangat membara. Akan tetapi, setelah hari berlalu, nggak jarang semangatmu menurun disebabkan beragam emosi yang menyenangkan maupun kurang menyenangkan hadir.


Di berbagai artikel dan media, pasti kamu sering menemukan ajakan untuk belajar mengekspresikan emosi apa pun emosi yang sedang kamu rasakan. Namun, apakah semua emosi perlu diekspresikan? Atau jangan-jangan ada waktunya untuk menahan emosi yang hadir?



Klikers dan Teman Baik, sebenarnya jawaban dari pertanyaan itu hanya satu kata. Tergantung. Tergantung situasi dan kondisi yang sedang kamu alami. Tergantung emosi apa yang dirasakan dan apa dampak yang bakal ditimbulkan jika kamu mengekspresikan atau menahan emosi itu. Dalam hal ini, kamu akan belajar yang namanya fleksibilitas dalam mengendalikan emosi.


Coba bayangkan. Kamu lagi ikut seleksi beasiswa dan sedang menanti pengumuman akhir. Untuk mengurangi kecemasan, kamu pun mengajak teman-temanmu berkumpul dan kebetulan mereka pun sedang menanti pengumuman yang sama. Eh, nggak lama setelah kumpul, pengumumannya keluar. Kamu diterima! Tentu kamu sangat senang dan bangga. Di sisi lain teman-temanmu tidak dan mereka sangat sedih. Dalam situasi ini, apakah kamu akan mengekspresikan kebahagiaanmu yang lulus seleksi beasiswa atau menahannya terlebih dulu?


Tentu menahannya dulu menjadi pilihan bijak di tengah kesedihan teman-temanmu, ya. Bukan berarti kamu tidak boleh bahagia. Hanya saja, kamu menahan sesaat agar tidak menyakiti perasaan teman-temanmu yang tidak lulus. Di situasi seperti inilah kamu perlu belajar menahan diri untuk mengekspresikan emosi bahagia yang dirasa.



Setelah berpisah dengan teman-teman, kamu punya pilihan juga untuk melanjutkan ekspresi emosimu atau tidak. Satu hal yang perlu kamu tahu, memendam emosi terlalu lama, terutama emosi yang tidak menyenangkan, bisa berdampak pada fisikmu juga. Emosi yang tidak menyenangkan butuh ruang lebih luas untuk diekspresikan dibandingkan emosi yang menyenangkan. Kamu bisa mengekspresikan emosimu dengan banyak cara seperti menulis, menggambar, bernyanyi, olahraga, dan lainnya.


Intinya, semua emosi boleh diekspresikan dengan cara-cara yang baik. Namun, terkadang, menahannya sesaat pun tidak masalah, tergantung situasi dan kondisi. Semoga kamu bisa #SelaluBertumbuh menjadi pribadi yang fleksibel dalam mengekspresikan atau menahan sejenak emosi yang hadir ya!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

5 views0 comments

Recent Posts

See All