• klik klas

Kondisi Kamarmu, Menunjukkan Karaktermu



Apakah kamu tipe yang kamarnya harus rapi dan segala barang di dalamnya harus senada? Atau kamu tipe yang lebih senang mengisi kamarmu dengan segala macam benda, souvenir, buku, seni dan barang-barang lain yang penuh unsur kreatif?


Klikers dan#TemanBaik, bagi sebagian orang, kamar tidur adalah sebuah area dimana kita bisa menjadi diri kita sendiri. Bagi sebagian orang, kamar tidur harus menjadi tempat yang rapi, minimalis, dan penuh dengan kesederhanaan. Beberapa orang merasa cemas di ruangan yang berantakan.


Sementara, pasti ada nih Klikers dan Teman Baik yang lain malah merasa paling kreatif di tengah kamar yang penuh dan berantakan. Rasanya terlalu rapi seperti mengungkung kreativitas ya, malah saat berantakan itu, semua ide kreatif bisa saja muncul. Dari potongan kertas yang berserakan, buku yang bertebaran, guling dan bantal yang berada di ujung-ujung kamar, semuanya terasa seperti stimulan kreativitas.


Nah, kamu yang mana nih? Tim kamar rapi, berantakan, atau tergantung?

Yuk kita bahas, apa sih makna cara kamu menata kamar dan hubungannya dengan kepribadian serta cara kamu berpikir?


Kesehatan mental


Akhir-akhir ini banyak banget seminar dan acara yang menawarkan cara menata barang-barang kita ya. Mereka yang rapi dianggap pribadi yang lebih baik, sementara jika mereka yang berantakan dianggap pemalas dan lainnya.


Padahal, memiliki kamar yang rapi atau berantakan bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa jadi ini bergantung dari ketersediaan waktu kita untuk membereskan ruangan. Ada yang punya lebih banyak waktu dan ada yang tidak. Selain itu, bisa juga karena membersihkan ruangan sangat berkaitan dengan kondisi motivasi kita. Atau, ada atau tidaknya anggota keluarga yang memang membuat rumah sulit selalu rapi.


Tetapi jika kamar kita biasanya berantakan, apakah itu menunjukkan kondisi kesehatan mental kita? Dalam beberapa kasus, keadaan kamar kita bisa jadi memang benar terkait dengan kepribadian kita.


Klikers dan #TemanBaik dengan gangguan obsesif-kompulsif, misalnya, bisa jadi menjadi begitu sibuk dengan menjaga segala sesuatu senada, bersih, dan rapi, sehingga mereka menghabiskan banyak waktu untuk mensterilkan atau mengatur kamar mereka.


Dalam kasus lain, kalau ada di antara kita yang menimbun barang sampai mereka nggak dapat berpisah dengan benda-benda yang paling sepele sekalipun, seperti koran bekas atau wadah plastik, serta nggak merasa cemas menyimpan hal-hal kayak gitu, bisa aja bermakna kita memiliki tanda gangguan mental.


Wait, jangan cemas dulu. Kita bedah satu persatu.


Bisa Jadi Tanda Depresi


Jika kita biasanya rapi dan teratur, lalu tiba-tiba kita tidak mempedulikan ruangan yang berantakan, nah ini bisa jadi merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi dalam hidup kita. Misalnya, ruangan yang berantakan (saat seseorang terbiasa rapi), terkadang bisa menjadi tanda depresi. Karena, orang yang depresi sering merasa terlalu lelah atau putus asa untuk mengikuti rutinitas tugas rumah tangga. Kalau kita sedang tertekan, atau mengalami stress yang negatif (distress) kadang kita jadi lebih sulit untuk tetap fokus dan punya energi untuk merapikan ruangan.


Apakah Kamu Kewalahan (overwhelmed)?



Jika kita frustrasi, marah, atau kewalahan (overwhelmed) dengan hidup kita, kadang hal itu tercermin dalam suasana kamar kita. Jika kamu merasa memang ada hal-hal yang harus dikurangi dalam hidupmu agar nggak terlalu kewalahan, maka itu adalah tanda bahwa ada sesuatu yang perlu ditangani.


Tanda Kepribadian



Apakah kita lebih senang kamar yang tidak seperti show unit, karena terasa lebih hidup? Beberapa orang nggak terlalu mementingkan segala sesuatu yang bersih dan serba teratur. Bisa aja, kamar yang berantakan memanglah keadaan normalnya demikian. Jika rumah berantakan dan kita baik-baik saja, maka itu bisa jadi lebih merupakan tanda preferensi kita.

Jadi apa yang membuat orang yang rapi dan berantakan itu berbeda? Klikers dan #TemanBaik bisa jadi bertanya-tanya pertanyaan ini. Atau, pertanyaan lebih jauhnya adalah, mengapa ada orang yang terlahir dengan kepribadian yang lebih senang dengan keteraturan dan yang tidak?


Sebelum ngobrol lebih jauh. Mau nanya dulu nih. Pernah nggak kamu menemukan seorang teman yang kamarnya cukup nggak teratur, tapi dia selalu bisa menemukan berbagai barangnya tanpa kesulitan? Mereka sepertinya selalu tahu persis dimana setiap barang berada saat mereka membutuhkan. Orang-orang yang sangat kreatif biasanya berkembang dalam lingkungan seperti ini.


Sebaliknya, jika memiliki kamar yang sangat rapi dan teratur adalah ruangan memberi kita lebih banyak inspirasi, serta membantu kita merasa produktif dan kreatif, itu bisa jadi berarti kita memiliki apa yang dikenal sebagai kepribadian Tipe A. Orang dengan tipe kepribadian ini cenderung perfeksionis. Memiliki segala sesuatu di tempatnya membantu memenuhi kebutuhan mereka akan ketertiban dan kontrol.


Tetapi jika kita cenderung lebih santai dalam melakukan pekerjaan rumah, menata ruangan dan nggak tergila-gila menjadi teratur, bisa jadi kita memiliki lebih banyak kepribadian Tipe B. Orang dengan tipe kepribadian ini lebih santai daripada teman mereka yang Tipe A mereka. Daripada berfokus pada pencapaian kesempurnaan, mereka lebih tertarik pada ide, pengalaman, dan kreatif.


Tapi, Berantakan Juga Ada Manfaatnya, Lho



Ada penelitian menarik soal ruangan yang berantakan dari Kathleen Vohs, Ph.D., dan tim penelitinya. Mereka melakukan serangkaian eksperimen tentang psikologi ruangan. Mereka menemukan bahwa mereka yang bekerja di ruangan yang teratur memang lebih cenderung hidup lebih teratur, sementara mereka yang bekerja di lingkungan yang berantakan justru menghasilkan kreativitas yang lebih besar.


Jadi, meskipun kerapian bisa jadi hal yang baik, penelitian juga menunjukkan bahwa ada juga lho beberapa keuntungan bekerja di ruangan yang berantakan, karena bisa juga mendorong kreativitas.


Kok Bisa Begitu?


Gini ceritanya… Para peneliti menemukan bahwa melakukan pekerjaan di tempat yang bersih dan rapi mendorong orang untuk bekerja secara sistematis. Sebuah proses berpikir yang kadang beda banget sama proses kreatif yang lebih spontan. Kalau kita bekerja di ruang yang berantakan, di sisi lain, melonggarkan dorongan untuk lebih sistematis dan memungkinkan orang untuk melepaskan diri terlalu sistematis yang akhirnya menghambat kreativitas.


Warning!


Klikers dan #TemanBaik, bukan berarti untuk membuat seseorang jadi kreatif lalu kita harus memaksa orang tersebut untuk bekerja di lingkungan yang berantakan. Kalau kita memaksa seseorang yang lebih menyukai ruang yang rapi untuk bekerja di lingkungan yang tidak teratur, malah dapat membuat kreativitas dan produktivitas yang dihasilkan lebih rendah. Bisa saja, untuk tipe-tipe pekerjaan yang berfokus pada efisiensi dan pengambilan keputusan yang cepat lebih cocok untuk ruang kerja yang rapi, lho. Sementara pekerjaan yang bergantung pada kreativitas bisa jadi lebih cocok untuk ruang yang kurang rapi. Gitu Klikers…


Tapi, Berantakan Juga Ada Kelemahannya

Tentu saja, kebiasaan berantakan juga punya kelemahan. Ruangan yang berantakan bisa aja membuat kita jadi sulit menemukan barang-barang yang dibutuhkan. Apalagi kalau dalam setting kerja dan profesional, wah hal ini dapat mengakibatkan segala sesuatu jadi lambat dan berbahaya karena kita akan banyak kehilangan dokumen penting.


Pilihan yang Kurang Sehat

Penelitian lain juga menunjukkan mereka yang memiliki kamar yang berantakan cenderung nggak sistematis dan dampak panjangnya adalah sering mengabaikan kesehatan mereka. Mereka juga suka melanggar norma sosial yang berlaku.


Sepatah Kata untuk Klikers dan Teman Baik

Guys, kondisi rapi maupun berantakan dapat ditemukan di mana-mana di sekitar kita. Menariknya perfeksionisme ini cenderung kontekstual pada banyak orang. Ya kadang kita bisa sangat rapi, atau pada banyak waktu lainnya kita cenderung berantakan.


Kalau kita berfungsi dengan baik (lebih kreatif) di ruangan yang nggak terlalu sistematis, maka jangan biarkan tren menekan kita untuk mengejar gaya hidup yang lebih terorganisir atau minimalis. Namun, jika kondisi berantakan itu adalah sesuatu yang menyebabkan kita stres atau jika kita merasa kondisi itu bisa jadi merupakan gejala psikologis yang perlu ditindaklanjuti, segera pertimbangkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut agar bisa #selalubertumbuh setiap hari.


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.



Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya

Coskun M, Gupta S, Burnaz S. Human crowding and store messiness: Drivers of retail shopper confusion and behavioral intentions. J Consum Behav. 2019;18(4):313-331. doi:10.1002/cb.1772


Gariépy G, Honkaniemi H, Quesnel-Vallée A. Social support and protection from depression: systematic review of current findings in Western countries. Br J Psych. 2016;209(4):284-293. doi:10.1192/bjp.bp.115.169094


The New York Times. It's not a 'mess.' It's creativity. Published September 13, 2013.

Vohs KD, Redden JP, Rahinel R. Physical order produces healthy choices, generosity, and conventionality, whereas disorder produces creativity. Psychol Sci. 2013;24(9):1860-7. doi:10.1177/0956797613480186


6 views0 comments

Recent Posts

See All