• klik klas

Kok Aku Sulit Berteman Ya?



Pernah nggak kamu merasa kesulitan dalam mencari teman? Atau pernah nggak ngerasa kok orang lain cepet banget akrab sama orang baru ya? Sementara kita butuh waktu yang sangat lama, bahkan bisa bertahun-tahun baru akrab.


Dear Klikers dan #TemanBaik, jika kamu merasa nggak cepat punya teman, atau bergumul dengan rasa kesepian, kamu nggak sendirian. Ini bukan masalahmu seorang diri. Kali ini, kita akan coba membahas bersama-sama mengapa kita nggak berhasil mencari teman dan gimana caranya kita mendapatkan teman baru.


Alasan Mengapa Kita Sulit Dapat Teman

Semakin lama, kita akan semakin merasa bahwa lingkaran pertemanan kita semakin sedikit. Banyak orang yang merasa semakin nggak memiliki teman atau semakin banyak orang yang nggak memahami kita. Ada banyak alasan kenapa kita sulit mendapatkan teman. Beberapa diantaranya…


1. Kecemasan



Alasan yang sering banget muncul saat ditanya kenapa kita sulit memiliki teman adalah karena beberapa dari kita mengalami beberapa tingkat kecemasan ketika bertemu orang baru. Kecemasan ini berasal dari rasa takut ditolak atau dihakimi oleh orang lain.

Pikiran-pikiran seperti…


“Ada nggak yang mau nerima keanehanku ini?”

“Ada nggak yang mau temenan sama aku yang ngebosenin ini?”


Dan kita berpikir seperti semua kekurangan dan kelemahan kita ini adalah penghalang untuk mendapatkan teman baru.


Bagi sebagian dari kita kekhawatiran ini dapat mengganggu kepercayaan diri kita untuk terhubung dengan orang lain, karena kita merasa sangat sulit untuk fokus dan terlibat dalam percakapan ketika merasa gugup atau nggak yakin tentang diri kita sendiri. Kita jadi fokus sama kekurangan-kekurangan kita, jadi malah nggak fokus sama percakapan yang sedang dibangun.


Perasaan nggak nyaman ini juga dapat mendorong kita untuk menghindari berteman. Kita jadi punya banyak asumsi-asumsi ke orang lain, juga ke diri kita sendiri. Semua asumsi-asumsi ini malah menyibukkan kita dan menghalangi kita untuk mengambil Langkah nyata untuk berteman dengan orang lain.


Coba deh diingat-ingat lagi, saat mencoba berteman dengan orang lain, periksa pikiran dan perasaan kita, apakah kita merasa gugup, takut, atau nggak yakin saat mendekati orang lain? Kemudian tanyakan pada diri kita, apakah pikiran atau perasaan ini membantu atau (malah) menghambat kemampuan kita untuk berteman? Melakukan hal ini dapat membantu kita untuk lebih memahami mengapa sulit bagi kita untuk berteman. Jika ya, kita perlu memperbaiki asumsi-asumsi negatif ini.


Menghindar

Pernah nggak ketika kamu ditawari untuk hang-out bersama orang baru, lalu kamu menolak dan menghindari kesempatan untuk mendapatkan kenalan baru itu?

Apakah ketika ada peluang untuk bergaul, kamu malah lari dari peluang itu? Kamu tolak dan hindari?


Ketika kita menolak kesempatan sosial, tanyakan pada diri sendiri mengapa?

Apakah kamu benar-benar hanya merasa cemas, atau sebenarnya yang kamu hindari adalah dirimu sendiri?


Harapan Tinggi

Klikers dan Teman Baik, bisa jadi hal yang membuat kita sulit mendapatkan teman adalah karena kita punya standar dan harapan yang tinggi.


Kamu ingin teman yang bisa menerima dirimu seutuhnya, padahal menemukan teman yang bisa menerima sebagian dari diri kita saja juga tidak terlalu buruk. Atau, kamu ingin mencari teman yang populer, keren, dan berbagai standarmu sendiri. Padahal, esensi dari pertemanan bukanlah hal-hal itu semua. Kita ingin ada orang yang bisa kita jadikan tempat berbagi penat. Bukan hanya sekadar keren-kerenan.


Atau, kamu ingin punya teman sebanyak-banyaknya, sehingga kamu terus mencari teman baru, namun lupa merawat pertemanan lama. Alih-alih mendapatkan teman baru, pertemanan lamamu jadi tidak terawat dan malah menghilang.


Klikers dan Teman Baik, berfokuslah untuk membuat satu atau dua pertemanan yang dalam dan bermakna dan bebaskan diri kita dari mencari teman yang ideal. Karena setiap orang punya cela. Karena setiap diri kita punya kekurangan. Jadi mencari teman yang nggak punya kekurangan adalah kemustahilan.


Dampak Kesehatan Mental Nggak Memiliki Teman

Persahabatan dan keterikatan itu penting banget lho di usia-usia kita. Karena, punya teman apalagi sahabat sangat penting bagi kesejahteraan psikologis kita secara keseluruhan, kurangnya teman atau pertemanan yang nggak bermakna bisa banget membahayakan kesehatan mental kita.


Kebutuhan akan rasa aman itu sudah ada lho sejak kita bayi. Sebagai anak-anak, figur orang tua dalam hidup kita biasanya memenuhi kebutuhan rasa aman itu dengan memberi kita keamanan fisik dan emosional. Namun, saat kita tumbuh dewasa, kita membutuhkan pertemanan yang dekat untuk memenuhi kebutuhan rasa aman ini.


Rasa "kebersamaan" dan dukungan dalam persahabatan yang kita bangun dapat membantu kita mengatasi tantangan apa pun yang ada di depan mata lho. Sebaliknya, kalau kita nggak punya dukungan sosial yang memadai kita bisa saja kesepian dan terasing.

Apalagi kesepian dan perasaan terisolasi merupakan faktor risiko yang bahay banget untuk kesehatan mental kita karena kita adalah makhluk sosial yang menginginkan dan membutuhkan ikatan yang erat dan bermakna dengan orang lain. Punya hubungan yang bermakna juga bisa menghilangkan stres, menambahkan kebahagiaan dan rasa aman kita secara psikologis.


Lalu Gimana Sih Caranya Dapat Teman?



Carilah Lingkungan yang Sesuai Dirimu

Klikers dan #Temanbaik, kita akan lebih mudah menemukan mereka yang sefrekuensi dengan kita. Apakah kamu hobi melukis? Kamu bisa gabung ke komunitas melukis. Atau, kamu senang mendengarkan music? Kamu bisa juga gabung ke sana. Penting banget untuk mencari lingkungan yang sefrekuensi dengan kita.


Pahami Cara Kita Berteman

Apakah kamu termasuk orang yang berteman dengan cara yang lebih natural? Seperti kamu lebih senang membangun relasi jika kamu pernah berkegiatan bersama dengan orang tersebut. Maka, kita bisa mencari teman melalui kegiatan-kegiatan volunteer atau kepanitiaan. Disana kamu ga perlu bingung ingin mencari topik pembicaraan seperti apa, karena pasti sudah ada yang dibicarakan yaitu kepanitiaan tersebut.


Lalu, apakah kita lebih merasa nyaman kalau berinteraksi dengan sedikit orang? Atau, apakah kita lebih senang berinteraksi dengan banyak orang sekaligus? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu kita menemukan lingkungan yang tepat untuk mencari relasi baru.


Demikian pula, pikirkan tentang jenis kegiatan atau pengaturan apa yang membantu kita merasa percaya diri tentang diri sendiri. Misalnya, apakah ada olahraga, kerajinan, atau aktivitas yang kita sukai yang membuat kita merasa percaya diri? Pilih kegiatan-kegiatan, lingkungan, yang kamu nyaman menjadi dirimu sendiri.


Sepatah Kata Dari Klik.Klas


Nggak punya temen dapat membuat kita merasa kesepian dan terisolasi, serta berdampak buruk pada kesehatan mental kita. Tapi, kalau kamu merasa kesulitan untuk mendapatkan teman atau relasi yang bermakna, kamu nggak sendirian—banyak orang merasa kesulitan punya hubungan sosial yang bermakna.


Mencari teman membuat kita belajar menjangkau orang-orang. Meskipun bagi sebagian kita terasa menakutkan, ada baiknya memilih lingkungan yang membuat kita nyaman, dan memulai dengan lambat. Ketika hal-hal seperti itu terlalu menakutkan atau berlebihan bagi kita, kita mulai dari lingkungan yang paling nyaman untuk kita. Kenali dirimu sendiri, untuk memahami seberapa cepat atau lambat dirimu dalam membuat sebuah pertemanan.


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.




1 view0 comments

Recent Posts

See All