• klik klas

Ketika Teman Curhat, Apa Yang Harus Aku Lakukan?

Hai, Klikers dan Teman Baik!

Pernah nggak, sih, kamu jadi tempat curhat teman lalu dia meminta saran padamu? Mungkin, ketika mendengarkan curhatan teman, kamu pun kesulitan untuk mengelola emosimu dan malah ikut terbawa emosi dari cerita temanmu, ya!


Tahu nggak? Pengelolaan emosi yang baik pun menjadi salah satu kunci untuk memiliki pemikiran kritis yang baik. Hal ini karena terkadang emosi dan rasionalitas tak bisa dihadirkan secara bersamaan. Tidak hanya ketika mendengarkan curhatan temanmu, tetapi hal ini juga bisa terjadi ketika dirimu sedang mengalami hal yang sangat membahagiakan atau sangat menyedihkan.


Terkadang, dirimu dihadapkan pada beberapa pilihan. Misalnya, langsung mengomentari cerita teman atau diam mendengarkan; harus pilih keputusan A atau B; dan beberapa pilihan hidup lainnya.


Tak dapat dipungkiri bahwa sering kali emosi hadir ketika pilihan-pilihan itu datang. Kamu pun mungkin perlu meminta saran dari orang lain juga sebelum mengambil keputusan. Eh, ternyata, setelah banyak saran yang masuk, kamu justru semakin bingung!


Nah, inilah saatnya kamu menerapkan 3 kunci pengelolaan emosi dan keputusan dari #TemaniTeman, yaitu dengarkan, endapkan, dan pikirkan lebih jauh.


1. Dengarkan

Cukup dengarkan saja cerita temanmu atau saran-saran yang datang padamu. Dengarkan, ingat, atau mungkin catat agar kamu tidak lupa. Dalam kondisi mendengarkan, biarkan emosi-emosi yang hadir lewat tanpa perlu kamu komentari. Kalau kamu terburu-buru mengomentari dan menanggapi emosi yang datang, kamu bakal baper sendiri!


2. Endapkan

Kadang, kamu butuh waktu mengendapkan semua hal yang sudah masuk dalam telinga juga pikiranmu. Jangan buru-buru ambil keputusan sebelum emosimu mereda. Biarkan saran dan cerita itu mengendap untuk beberapa waktu—berapa lamanya, kamu yang tentukan sendiri, ya!


3. Pikirkan Lebih Jauh

Ketika kamu sudah siap untuk berpikir dengan lebih jernih, kritis, dan rasional, keluarkan sedikit demi sedikit endapan saran dan hal-hal lain yang sudah masuk dalam dirimu. Analisis pro’s & con’s yang ada. Bahkan, mungkin kamu bisa menambah dengan cek ulang fakta yang ada.


Ingat kembali kunci berpikir kritis, tanyakan sesuai dengan 5W+1H yang kamu butuhkan. Misalnya, kenapa harus mengambil pilihan ini? Apa alasan kuat yang bisa mendasari pilihan ini? Saran mana yang sekiranya lebih baik untuk diterapkan atau dikombinasikan? Dan berbagai pertanyaan lain agar kamu semakin yakin dalam mengambil keputusan.

Tiga hal di atas bukan satu-satunya cara. Kamu bisa mencobanya, pun bisa mencari alternatif cara lain agar bisa tetap berpikir kritis tanpa terbawa emosi. Dengan demikian, kamu bisa #SelaluBertumbuh menjadi pribadi yang lebih kritis dan tenang dalam mengambil keputusan.


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza.

3 views0 comments

Recent Posts

See All