• klik klas

Ketika Keluarga Bukan Lagi Tempat Untuk Pulang


Ada satu masa saat dirimu bertubi-tubi dihujani masalah. Setiap hari rasanya ingin menangis dan terus menangis. Kamu memendam semua kegelisahan, ketakutan, kekecewaan, dan emosi yang tidak menyenangkan itu dalam dirimu. Kamu bingung harus cerita ke siapa, lalu kamu teringat akan keluargamu.


Kamu pun mencoba memberanikan diri bercerita ke keluargamu tentang permasalahan dan hal-hal yang mengganggu pikiranmu. Berharap merekan mau mengerti dan menepuk pundakmu sambil berkata, “Semua akan baik-baik saja. Kami selalu mendukung dan menemanimu.”


Namun, apa yang terjadi?



Ternyata reaksi mereka justru merendahkanmu, meremehkanmu, bahkan mengatakan bahwa kamu lemah dan tidak mampu menyelesaikan masalah yang mereka anggap sepele. Reaksi itu membuatmu begitu kecewa hingga kamu merasa keluargamu bukan lagi tempat berpulang. Justru keluarga menjadi minyak yang membesarkan api kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan dalam dirimu.


Lantas ke mana kamu harus berpulang jika keluarga bukan lagi jawabannya?


Klikers dan Teman Baik, jika kamu pernah atau sedang berada di situasi tersebut, tentu semuanya terlihat begitu hitam. Mungkin juga semua terasa berat hingga kamu merasa tidak berarti lagi. Akan tetapi, percayalah bahwa di luar sana masih ada orang yang mau merentangkan tangannya untuk memelukmu, #TemaniTeman.


Mungkin, keluargamu belum bisa memahamimu. Mungkin, mereka butuh waktu untuk bisa mengerti kondisimu. Dan mungkin, mereka pun tidak bermaksud melemahkanmu, melainkan mereka ingin respons mereka membuatmu sadar bahwa kamu adalah manusia yang hebat dan kuat karena sudah berjuang hingga saat ini. Hanya saja, mereka tidak tahu cara yang tepat untuk mengekspresikan semua itu.



Tidak apa-apa.


Jika kamu ingin memberi jarak sejenak pada keluargamu, tidak apa-apa. Akan tetapi, jangan biarkan dirimu sendiri terlalu lama. Mungkin kamu bisa mengunjungi teman terdekatmu atau jika kamu mau, para profesional seperti psikolog dan psikiater tentu siap menemanimu melalui semua ini. Percayalah akan selalu ada tempat untukmu berpulang.


Pun jika tiada lagi manusia yang bisa dijadikan tempat berpulang, ingatlah kamu masih memiliki Tuhan yang selalu ada di sisimu, di mana pun, kapan pun. Berpeganglah pada kuasa terbesar dalam hidup ini dan menangislah sepuasmu kepada-Nya.


Semoga kamu bisa #SelaluBertumbuh dan berproses meski hidupmu terasa berat. Tetaplah yakin bahwa kamu berharga, layak dicintai, dan selalu punya tempat berpulang yang nyaman tanpa penghakiman.


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

0 views0 comments

Recent Posts

See All