• klik klas

Ketika Jatuh, Coba Bangkit Dengan Cara ini!

Hai, Klikers dan Teman Baik!

Sebelumnya, #TemaniTeman pernah membahas tentang memantul lebih tinggi seperti bola basket. Ya, sebuah analogi yang digunakan untuk mendefinisikan kata resiliensi atau kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan memantul lebih tinggi mencapai tujuan meski rintangan terus membentur diri.


Nah, mungkin kamu bertanya-tanya, memang gimana caranya untuk bisa menjadi pribadi yang resilien? Gimana caranya untuk bisa memantul lebih tinggi dan lebih jauh setelah hidup membenturkan dengan beragam tekanan dan masalah?


Ini dia 3 kunci utama untuk menjadi pribadi yang memiliki resiliensi tinggi.


1. Berani menerima tantangan

Bola basket tidak akan memantul lebih tinggi jika tidak dibenturkan. Sama halnya dengan dirimu yang ingin menjadi lebih resilien. Kamu perlu berani menerima setiap tantangan, bahkan meski itu ada di luar zona nyamanmu. Tentunya, sertai dengan bekal diri yang #SelaluBertumbuh.




Dengan berani menerima tantangan, kamu akan berlatih menghadapi segala rintangan dan tekanan yang menyertainya. Jika sudah terbiasa dibenturkan dengan hal-hal yang menantang, kemampuanmu untuk bangkit dan beradaptasi akan berkembang.


Namun, jangan lupa untuk terus mengisi diri dengan bekal kehidupan yang diperlukan. Jika tantangan yang kamu terima semakin sulit, tentu kamu pun harus menyiapkan bekal lebih banyak dan lebih matang.

2. Meyakini bahwa satu kegagalan bukan akhir segalanya

Ketika memberanikan diri menerima tantangan, tentu ada kemungkinan untuk gagal di percobaan pertama. Yakinkan dirimu bahwa kegagalan demi kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Melainkan, melalui kegagalan yang kamu dapatkan, kamu jadi bisa belajar dan mempersiapkan bekal yang masih kurang.


Tanpa kegagalan, dirimu tidak akan belajar letak kesalahan pun kekurangan yang perlu dikembangkan. Dengan meyakini bahwa kegagalan bukan akhir segalanya, kamu akan lebih kuat untuk bangkit dan beradaptasi demi menuntaskan apa yang sudah dimulai. Dengan inilah resiliensimu akan semakin matang.

3. Memaknai setiap kejadian sebagai pelajaran dan pengalaman

Setiap kejadian yang kamu alami dalam hidup pasti memunculkan beragam emosi. Ada kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, bahkan mungkin kedukaan yang mendalam. Jika kamu tidak mampu memaknai setiap kejadian itu sebagai pelajaran untuk masa depan, kamu akan cepat loyo dan menyerah untuk beradaptasi dengan situasi sulit. Resilensimu tidak akan berkembang.


Oleh karena itu, memaknai setiap kejadian sebagai pelajaran dan pengalaman berharga bisa membuatmu memandang hidup ke arah yang lebih positif. Keberhargaan diri dan kemauan untuk bangkit akan hadir sehingga resiliensimu pun akan semakin baik dan kuat.

Tiga hal ini mungkin belum semuanya, tetapi ketiganya bisa menjadi awal mula dirimu membangun resiliensi yang lebih baik. Kemampuan untuk bangkit dan memantul lebih tinggi setelah dijatuhkan berulang kali adalah hal yang penting dalam perjalanan hidupmu.

Dengan semangat bertumbuh, tentu kamu akan mampu mencapai tujuan hidup dengan hati yang lebih lapang dan bahagia. So, will you bounce back like basketball?


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza.


2 views0 comments

Recent Posts

See All