• klik klas

Keseringan Cemas Bisa Bikin Kamu Marah Tanpa Sebab Lho..

Halo, Klikers dan Teman Baik, gimana kabarnya beberapa hari ini? Semoga masih terus melangkah yang #SelaluBertumbuh meski banyak badai menghadang, ya!


Oh, iya, pernah nggak sih kamu merasa cemas atau takut pada sesuatu sampai membuatmu marah-marah nggak jelas ke orang lain? Atau mungkin kamu pernah tiba-tiba dimarahin sama orang tua atau teman tanpa sebab yang jelas?


Hmm, kalau kamu pernah ada di situasi tersebut, sepertinya kamu baru saja menjadi saksi atau pelaku yang melakukan pertahanan diri dari kecemasan dengan displacement. Pernah denger istilah ini?

Displacement adalah salah satu mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) yang dicetuskan oleh Sigmund Freud, pelopor teori psikoanalisa dalam psikologi. Displacement terjadi ketika seseorang yang sedang merasa cemas, takut, atau khawatir melampiaskan perasaannya itu dengan marah-marah ke orang lain yang tidak terlalu mengancam diri.


Misalnya, kamu lagi cemas banget sama tugas atau pekerjaan yang menumpuk. Tapi, tentu kamu nggak bisa marah-marah ke guru, dosen, atau atasan kantormu karena bisa membuat nilai dan penilaian kinerjamu malah jadi jelek di mata mereka. Akhirnya, karena butuh banget buat melampiaskan kekesalan karena kecemasan itu, kamu pun marah-marah ke adik, kakak, atau orang lain yang menurutmu nggak berbahaya buat dirimu.


Apakah hal ini baik?

Sebenarnya, melampiaskan kemarahan ke orang-orang tak bersalah bukanlah hal yang tepat, ya. Tapi, jangan salahkan juga perasaan cemas, khawatir, dan rasa kesal yang hadir dalam dirimu. Segala rasa yang datang karena kamu sedang menghadapi suatu kondisi yang mengancam itu manusiawi. Hanya saja, kamu perlu menemukan cara yang tepat untuk menenangkan diri. Tentunya, bukan dengan melampiaskan kemarahan pada mereka yang tidak tahu apa-apa.

Alangkah lebih baik, kamu menyadari kemarahan dan kekesalan yang datang, lalu tenangkan diri dengan mengatur napas. Kamu pun bisa melampiaskan kemarahanmu ke hal-hal yang tidak membahayakan atau menyakiti orang lain, misalnya bernyanyi, berolahraga, atau melakukan hal lain yang bisa membuatmu lebih tenang.


Jangan sampai caramu mempertahankan diri dari serangan kecemasan ini justru menyakiti orang lain yang tidak mengerti apa-apa, ya! Next, #TemaniTeman akan bahas sebuah mekanisme pertahanan diri yang lebih positif dibandingkan displacement. Semoga bermanfaat!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza.


1 view0 comments

Recent Posts

See All