• klik klas

Kesepian Saat Karantina Mandiri? Nulis Surat Aja!

Pernahkah kamu mengatasi rasa kesepianmu selama pandemic ini dengan cara bertukar surat?”




Mungkin kamu akan berteriak “Ih jaduul, hari gini siapa sih yang mainan surat-suratan, emang kita jaman 90-an?”


Atau, “Ih, tulisan gue jelek. Mending ngetik deh,”


Atau akan ada yang berteriak di ujung sana, “Woii, ada aplikasi pengirim pesan. Ada email, whatsapp, ngapain kita harus nulis surat kertas?”


Wkw, oke-oke. Rasanya menulis surat ke temen adalah masukan yang nggak masuk akal, menulis surat kelihatan seperti cara berkomunikasi yang ketinggalan zaman di saat kita punya aplikasi chatting, email, social media dan aplikasi video conference lainnya. Namun, tahukah kamu, ternyata menulis surat dengan tulisan tangan memiliki bukti ilmiah meningkatkan perasaan terhubung dengan orang lain selama pandemi.


Sebut saja, salah satu penelitian yang dilakukan oleh Layanan Pos Amerika Serikat (semacam kantor pos di Indonesa) pada Mei 2020 lalu, 65% orang setuju bahwa menerima surat meningkatkan semangat dan kebahagiaan mereka.


Pertanyaan kok bisa sih aktivitas bertukar surat yang terasa jadul ini bisa jadi seru dan menyenangkan?


Teman dan Kerabat Jauh Lebih Merasa Dihargai




Klikers dan teman baik, bisa saja menulis surat terasa menyenangkan dan lebih menghubungkan kita dengan orang lain karena level kesulitan dalam menulis surat. Untuk menghasilkan surat yang baik tanpa coretan pasti butuh perencanaan atau bahkan percobaan menulis beberapa kali. Aktivitas ini terasa lebih tulus. Kalau menggunakan berbagai aplikasi modern kita bisa saja menghapus kalimat-kalimat kita berkali-kali dalam hitungan menit. Tapi, saat kita berniat mengirim surat dengan tulisan tangan tentu butuh waktu dan persiapan yang matang.


Meskipun menulis surat bisa jadi kamu anggap kuno untuk tetap berhubungan dengan orang-orang tersayangmu, tapi bentuk korespondensi ini menunjukkan niat dan sentuhan ketulusan yang hangat. Kamu perlu mengeluarkan uang untuk membeli amplop dan kertas yang indah, kamu juga harus berjalan ke arah jasa pengiriman. Apalagi jika surat ini bersama dengan datangnya hadiah-hadiah manis yang semakin merekatkan hubungan di antara kita. Sang penerima surat pasti tersenyum saat menerima suratmu.


Siapapun yang menerima surat indahmu akan tahu bahwa mengirim surat kertas dan menulisnya dengan tangan akan menghabiskan banyak usaha dan waktu. Masih dengan penelitian yang sama sebelumnya, studi dari layanan pos di Amerika Serikat menemukan bahwa 61% responden merasa bahwa menerima surat menjadi sangat istimewa selama masa jarak sosial ini dan 54% responden menemukan bahwa komunikasi melalui surat yang ditulis tangan terasa lebih hangat dan mampu memupuk hubungan yang lebih bermakna dengan orang para penerima surat. Kita semua akan merasa istimewa dan dihargai ketika kita menerima surat pribadi apalagi di tengah situasi pembatasan sosial seperti ini.


Menulis itu Menyembuhkan



James W. Pennebaker sebuah peneliti psikologi terkemuka dari University of Texas di Austin, sekaligus pelopor dalam bidang penulisan ekspresif telah menemukan banyak sekali manfaat dari menulis. Dengan berbagai manfaat positif dari menulis yang telah terbukti, selain menulis surat kepada orang lain, kamu juga menulis surat pada dirimu sendiri. Menulis surat bahkan pada diri sendiri adalah bisa sangat membantu dalam memproses hal-hal yang sulit.


Sherry Amatenstein, seorang psikoterapis sekaligus penulis empat buku mengatakan bahwa ia sering merekomendasikan pasiennya untuk menulis surat kepada diri mereka sendiri dan orang lain. Apakah suratnya dikirim atau tidak, itu masalah lain. Tapi, menulis surat sendiri bisa membantu kliennya bangkit.


Misalnya, ada di antara kita yang memiliki pengalaman yang menyakitkan saat kecil yang terus menerus membayangi. Suatu ketika, kalau ada orang yang berkomentar menyakitkan, rasa sakit nya bisa membuka luka lama yang masih ada. Menulis surat kepada diri kita yang lebih muda, yang menderita luka-luka masa lalu ini bisa jadi cara untuk sembuh dari semua itu.


Oleh karena itu, menulis surat tangan bisa bermanfaat untuk berbagi, curhat, dan curhat ke teman atau keluarga kita. Frustrasi atau kesedihan tentang pandemi jadi bisa diungkapkan saat kita menulis surat kepada orang-orang yang peduli terhadap kita.


Memperlambat Komunikasi kita




Menulis surat, dibandingkan dengan pesan melalui chatting digital, akan memperlambat komunikasi kita. Maksudnya memperlambat itu gimana?


Hari ini kita dituntut untuk serba cepat, termasuk dalam melakukan komunikasi. Kita jadi tidak menikmati banyak hal dalam hidup kita. Selama pandemi, info tentang COVID-19 terus berubah dari menit ke menit, kita menjadi terbiasa dengan berbagai informasi. Kelebihan informasi yang berubah setiap detik ini bisa sangat melelahkan psikologis kita.


Maka, salah satu cara yang disarankan adalah memperlambat hidup kita. Memperlambat komunikasi punya nilai relaksasi yang sangat bermanfaat untuk kita yang hidup di masa saat ini. Dengan notifikasi chat dan email masuk yang super banyak, kita terasa dikejar-kejar untuk merespons semua chat dan email yang masuk. Memperlambat komunikasi dengan sentuhan yang lebih pribadi akan menjadi cara relaksasi yang bis akita coba.


Untuk menemukan surat dari seorang sahabat, membuka surat sambil duduk di sofa (atau di atas Kasur), dan membaca perlahan sesuatu yang ditulis tangan oleh orang yang dicintai bisa menjadi kegiatan yang sangat manis dan monumental. Saat membaca surat, kita tidak perlu merasa terganggu dengan notifikasi yang muncul (seperti saat kita tengah asyik membalas pesan whatsapp, tiba-tiba pesan lain sudah muncul). Membaca sebuah surat tangan yang dikirim oleh orang terbaik kita bisa jadi kegiatan relaksasi yang menyenangkan.


Bertukar Surat Mengurangi Waktu Online Kita



Hari ini segala sesuatu terasa dikerjakan dari gadget kita. Belajar, bermain game, bahkan berhubungan dengan orang lain dilakukan melalui layar. Kita jadi bosan, lelah dan nggak bersemangat untuk menatap layar lagi setelah seharian yang padat. Maka, menulis surat dengan tangan, akan jadi cara yang menyenangkan untuk refreshing dari menatap layar terus menerus. Penulis surat merasakan manfaatnya saat menuliskan ceritanya dan melakukan kegiatan nyata dan menyenangkan, sementara pembaca juga merasa senang dan berharga.


Menulis Surat Adalah Kegiatan Nyata



Melakukan berbagai aktivitas dari layar laptop dan ponsel kita rasanya tidak ada bedanya antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Namun, menulis surat adalah kegiatan yang akan terasa lebih nyata, kamu menyentuh kertas, memegang pena, membau harus kertas, melipat surat, memasukkan ke amplop, pergi ke jasa pengantar surat, dan semua itu aktivitas yang terasa ‘lebih hidup’. Sementara, para penerima surat bisa menyentuh suratnya secara fisik, membau baunya, menikmati permukaan kertasnya dan menikmati melihat tulisan tangan pengirim. Saling berkirim surat, meskipun hanya tentang kegiatan sehari-hari bisa menjadi alternatif hiburan dan cara terhubung dengan orang-orang tersayang.


Sepatah Kata Dari Klik.Klas dan Teman Baik



Klikers dan teman baik, menulis surat meskipun terkesan jadul, ternyata punya banyak manfaat dan merupakan praktik bermanfaat untuk terhubung dengan orang-orang terbaik kita. Surat yang ditulis tangan mengandung kesungguhan, semoga niat baikmu ini dapat membantu menjaga ikatan keluarga dan persahabatan yang kamu miliki. Nggak hanya itu, surat juga membantu kita untuk mengungkapkan perasaan cemas, syukur, dan harapan kita. Ah ya, nggak seperti komunikasi digital sehari-hari dan sekali pakai, surat-surat ini memberikan sentuhan sehingga surat terasa lebih istimewa di tengah segala sesuatu yang serba online dan cepat. Akhirnya, selamat bertumbuh dengan menulis surat kepada orang lain atau bahkan kepada diri sendiri. Karena, menulis surat ternyata bisa jadi medium kita #bertumbuhsetiaphari.


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir



Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya


United States Postal Service. USPS Market Research and Insights: COVID Mail Attitudes – Understanding & Impact (April 2020). Published May 1, 2020.


Zaveri M. To battle isolation, elders and children connect as pen pals. The New York Times. Published April 10, 2020.


4 views0 comments

Recent Posts

See All