• klik klas

Kenalan Sama Bullet Journal

Pernah nggak sih kamu merasa kurang produktif? Kamu merasa cara kamu merencanakan kehidupan itu kurang terorganisir sehingga kamu seperti bekerja serampangan.


Nah, gimana kalau cobain melakukan journaling yang tipenya bullet journal?


Apa itu Bullet Journal?

Sebenarnya apa sih bullet journal itu? Adalah campuran dari diary, agenda harian, list to do (daftar tugas). Bullet sendiri bermakna poin. Siapa penggagas dan pengesah pertama kali ide ini? Penggagasnya adalah Ryder Caroll yang menjelaskan bahwa bullet journal ini adalah tulisan harian yang bisa membuat kita melacak masa lalu, mengatur hari ini, dan merencanakan masa depan.


Apa Menariknya Si Bullet Journal Ini?

Mungkin kamu bertanya-tanya, apa sih yang membuat bullet journal begitu menarik?


Nah, yang bikin tipe jurnal ini menarik adalah karena bullet journal memungkinkan orang untuk mencatat pencapaian, tujuan, pemikiran, inspirasi, dan refleksi secara terorganisir dan kreatif. Kita nih, dapat mencatat kemajuan harian, mingguan, dan bulanan menuju tujuan kita. Ini bisa menjadi sistem yang efektif ketika mencoba mengubah kebiasaan, mencapai tujuan, atau membuat semacam perubahan hidup. Ciri khas yang ada pada bullet journal adalah adanya kelompok-kelompok tugas yang diorganisir.


Apakah Bullet Journal Tepat untuk kita ?

Bullet Journal yang terorganisir biasanya menarik bagi mereka yang menyukai struktur dan organisasi. Namun, kerumitan seperti itu bisa menakutkan bagi orang yang tidak suka struktur.


Namun, meskipun bullet journal adalah tipikal journal yang sangat terstruktur, tapi sebenarnya bullet journal sangat mudah dikreasikan—kita bisa dapat membuat bullet journal versi kita sendiri, untuk memenuhi kebutuhan spesifik kita, kita bisa membuat bullet journal sederhana atau rumit sesuai dengan gaya dan kepribadian kita.


Kita juga bisa memilih untuk fokus pada isu-isu yang ingin kita khususkan. Misalnya kita ingin fokus dengan diet dan kesehatan untuk menurunkan berat badan atau berolahraga, kita bisa membuat poin-poin yang ingin kita raih dalam kesehatan itu. Atau kita dapat melacak suasana hati kita untuk mencari pola yang memengaruhi perilaku kita dengan membuat poin-poin apa yang mempengaruhi hidup kita. Atau, ada yang fokus kepada tujuan akademis, atletik, karir, atau pengembangan pribadi. Semua isu bisa menjadi fokus dalam membuat bullet journal.


Jadi Milih yang Mana Dalam Journaling

Dear Klikers dan Teman Baik, kenyataannya adalah nggak ada keharusan atau kriteria khusus yang akan berhasil untuk semua orang, tetapi bullet journal memang memiliki beberapa keuntungan yang patut dipertimbangkan nih. Memang bullet journal terkesan sangat terorganisir dan pada awalnya terkesan ribet. Tapi, kalau sudah menguasai dan terbiasa akan menghemat waktu kita dalam jangka panjang.


Keuntungan Memiliki Jejak Visual Dari Hari-Hari Kita

Dear Klikers dan TemanBaik, keuntungan lain menggunakan Bullet Journal adalah memungkinkan kita untuk dengan mudah melacak berbagai hal dalam format yang sangat visual dan terorganisir. Jurnal-jurnal ini juga memungkinkan kita untuk mengeksplorasi sisi kreatif kita, lho. Misalnya dengan mencoret-coret kertas, membuat sketsa, catatan dengan berbagai kode warna, peta pikiran (mind map), dan aktivitas mencurahkan pendapat lainnya dapat digabungkan ke dalam bullet journal kita.


Serunya lagi, mencoret-coret kertas itu bukan hanya sekadar cara untuk mengilustrasikan tulisan kita ke dalam bentuk yang menarik lho, tapi bisa digunakan untuk meningkatkan daya ingat kita. Ada nih sebuah penelitian yang mengatakan membuat visualisasi catatan kita dengan gambar akan meningkatkan memori item tersebut lebih baik daripada hanya menuliskannya


Menulis Memiliki Banyak Manfaat

Tindakan sederhana untuk menuliskan sesuatu seringkali dapat membuat sesuatu tampak lebih mudah dikelola lho. Salah satu manfaat utama menulis adalah menuangkan rencana kita yang Cuma muter di kepala kita aja dan memasukkannya ke dalam kertas sehingga bisa dilihat dalam pola yang lebih konkrit. Proses mengeluarkan, mencurahkan dan mengekspresikan pemikiran kita di atas kertas ini dapat membuat tujuan kita lebih jelas dan lebih mudah teraih. Menuangkan isi pikiran kita juga dapat membuat daftar tugas (to do list) menjadi nggak terlalu menakutkan, karena segala langkah yang harus ditempuh jadi lebih jelas.


Klikers dan #temanbaik, menyimpan list to do di pikiran kita sering ya makin jadi beban, bisa membuat stres, dan malah kerasa makin abstrak, tapi dengan mencantumkan semuanya di atas kertas dapat memberi kita proses langkah demi langkah sehingga daftar tugas kita jadi lebih mudah untuk ditangani.


Melacak hal-hal secara visual dapat mempermudah untuk membuat hubungan antara emosi dan perilaku kita. Journaling juga sangat membantu jika kita ingin memperbaiki kesehatan seperti menurunkan berat badan atau berhenti merokok. Kok bisa? Sebab, ketika kita dapat melihat emosi, situasi, atau pikiran kita lebih cenderung mengarah kepada hal-hal negatif, kita jadi paham bahwa kita dapat melakukan lebih banyak upaya untuk menghindari pemicu ini di masa depan.


Serunya Melacak Pencapaian Kita

Klikers dan temanbaik, beberapa orang menganggap membuat list to do (daftar tugas) bisa jadi sangat memotivasi. Sebab, dengan memiliki serangkaian tujuan yang jelas, kita jadi punya daftar langkah apa saja yang harus diraih. Namun, ada juga sebagian dari kita merasa membuat daftar rencana itu menakutkan. Alih-alih berfokus pada apa yang telah diselesaikan, beberapa orang jadi malah fokus pada daftar tugas yang masih belum selesai. Atau bisa berpotensi merasa sangat kewalahan dengan jumlah daftar tugas yang dibuat dan endingnya malah makin nggak semangat deh.


Karena sifat bullet journal yang sangat personal, kita dapat melacak prestasi dengan cara yang nyaman untuk kita. Kalau kita nih menemukan daftar tugas sebagai motivator yang efektif, maka kita harus, dengan segala cara, memasukkannya ke dalam jurnal kita . Jika daftar seperti itu menurunkan motivasi, coba deh fokus ke membuat daftar "selesai" untuk mencatat apa yang telah kita capai. Daftar seperti itu nggak terlalu menakutkan dan memberikan rasa pencapaian.


Cara Memulai Bullet Journal

Yang kita perlukan untuk memulai hanyalah buku catatan atau jurnal kosong dan pulpen/pena.


Kita dapat membuat keputusan akan menggunakan medium apa pun. Boleh, jurnal, buku sketsa, atau buku catatan kosong apa pun akan berfungsi. Kita dapat memilih untuk menggunakan hanya buku catatan sederhana yang diisi dengan kertas bergaris atau membeli jurnal yang berkualitas lebih tinggi dengan halaman berat yang sempurna untuk menulis, membuat sketsa, mencoret-coret, atau apa pun yang kita pilih untuk disertakan dalam jurnal kita .


Kita juga dapat memilih untuk berinvestasi dalam alat tulis berkualitas tinggi, pita, spidol, dan stiker yang dapat kita gunakan untuk menghias, mengatur, mengkategorikan, dan menyesuaikan halaman jurnal kita. Namun, jangan menghabiskan terlalu banyak uang sebelum kita yakin metode penjurnalan ini cocok untuk kita ya…


Apa yang Harus Diperhatikan?

Dear KIikers dan Teman Baik, isi jurnal itu benar-benar terserah kita. Beberapa ciri khas yang mungkin ingin kita sertakan bisa meliputi


Daftar Isi/Indeks Halaman yang berfungsi sebagai daftar isi dan harus menyertakan daftar judul halaman dengan nomor halaman, terkait untuk halaman tertentu yang mungkin ingin kita temukan di kemudian hari.


Daftar Rencana. Kita juga bisa membuat daftar tujuan jangka panjang kita, dari tujuan yang lebih kecil hingga impian yang paling tinggi sekalipun.


Daftar Agenda. Kita juga bisa membuat kalender dengan mencantumkan tenggat waktu, acara, dan pengingat penting lainnya.


Daftar Tugas. Kita juga memasukkan tugas rutin yang emang harus kita kerjakan sehari-hari. Misalnya list hutang, tagihan, dan keuangan yang harus kita bayar, hadiah yang perlu kita beli untuk teman, buku yang ingin kita baca, atau jenis daftar lainnya yang mungkin ingin kita buat.


Daftar Memori. Kita bisa membuat halaman spesial mengingat hal-hal yang menyenangkan hari ini.


Jika Klikers dan #TemanBaik membutuhkan lebih banyak ide tentang apa yang harus disertakan dalam bullet journal kita, Bisa juga googling untuk mencari inspirasi. Nggak ada salahnya juga belajar dari penggiat journaling lainnya.


Sebuah Kata Dari Sangat Baik

Bullet Journal banyak dipakai karena bisa menjadi cara yang menyenangkan, berguna, dan efektif untuk mengatur, merencanakan, dan melacak tujuan, proyek, dan tugas kita. Mungkin keuntungan terbesar dari bullet journal adalah nggak perlu alat dan bahal yang mahal. Dengan buku catatan murah, alat tulis, dan beberapa kreativitas, kita dapat membuat bullet journal yang bermanfaat dan dapat membantu kita bertumbuh menuju goal kita. Semangat #bertumbuh setiap hari yaa….


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Belajar Yuk Dari Sumber Ilmiahnya

Carroll R. The Bullet Journal Method: Track the Past, Order the Present, Design the Future. New York, NY: Penguin; 2018.


Mueller, PA, & Oppenheimer, DM. The pen is mightier than the keyboard: Advantages of longhand over laptop note taking. Psychological Science. 2014;25(6):1159–1168.


Wammes JD, Meade ME, Fernandes MA. The drawing effect: Evidence for reliable and robust memory benefits in free recall. Quarterly Journal of Experimental Psychology. 2016;69(9):1752-1776. doi:10.1080/17470218.2015.1094494


Wammes, JD, Meade, ME, & Fernandes, MA. The drawing effect: Evidence for reliable and robust memory benefits in free recall. The Quarterly Journal of Experimental Psychology. 2016;69(9):1752-1776.


6 views0 comments

Recent Posts

See All