• klik klas

Kelemahan Hadir Untuk Diantisipasi, Bukan Dicaci

Ketika kamu diminta untuk menuliskan atau menjelaskan kekuranganmu, mungkin beragam pikir hadir dalam benak. Kamu merasa begitu banyak kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri, hingga terkadang muncul sebersit benci dan caci untuk diri.


Mungkin juga terlalu banyak orang yang memuji kelebihan, tetapi begitu tidak suka dengan kelemahan yang dimiliki oleh diri dan orang lain. Tak jarang, pikiran-pikiran itu membuat diri merasa tak pantas mendapatkan keberhasilan dan pada akhirnya, yang terburuk adalah, kamu membenci dirimu sendiri.


Apakah Klikers dan Teman Baik pernah merasa demikian?



Sejatinya, kelemahan dan kekurangan yang ada dalam dirimu adalah bukti bahwa kamu manusia. Bukan robot yang tak berperasaan dan bukan pula malaikat yang selalu indah dan baik karena tak punya nafsu. Kelemahan dan kekurangan itulah yang menjadikan kita memiliki daya juang untuk mencapai versi terbaik diri.


Jika kamu—dan kita semua bisa menyadari—kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri hadir untuk mengajarkan diri mengantisipasi berbagai hal. Jika kamu lemah dalam perasaan—mudah baper, mudah sakit hati, mudah marah, dan lainnya—artinya kamu diminta untuk belajar mengelola perasaan. Belajar mengantisipasi, bagaimana jika ada situasi yang membuatmu marah, sakit hati, dan baper? Apa yang akan kamu lakukan?



Dengan antisipasi yang sering dilatih, kamu menjadi lebih siap dalam menghadapi berbagai situasi karena kamu tidak akan selalu bertemu situasi yang sesuai harapanmu, kan?


Dengan antisipasi yang sering dilatih, kamu pun menjadi lebih mengenal dirimu sendiri. Kamu menjadi lebih tahu hal yang perlu dilakukan ketika menghadapi sebuah situasi yang menjadi kelemahanmu. Antisipasi dan pengelolaan yang baik terhadap kelemahan diri justru bisa menjadi kekuatanmu, loh!


Betapa baiknya Tuhan menghadirkan kelemahan dalam dirimu sehingga kamu bisa belajar untuk #SelaluBertumbuh dan berproses lebih jauh dalam dirimu. Semuanya kembali pada dirimu dan caramu memandang berbagai kelemahan yang hadir dalam diri. Kamu selalu punya pilihan untuk mengantisipasi, membuat kelemahanmu menjadi kelebihan, atau menerima begitu saja dan membiarkan kelemahan terus menjadi kelemahan.



Ingatlah, bahwa dirimu berharga dengan segala kekuatan dan kelemahan dalam dirimu. Kamu masih bisa berproses menjadi diri terbaikmu dan berbahagia dengan caramu sendiri. Tak usah bandingkan dirimu dengan orang lain jika itu justru membuatmu melemah. Fokus pada dirimu dan teruslah bertumbuh!


Semoga #TemaniTeman bisa menjadi salah satu kawan bertumbuhmu, ya!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

0 views0 comments

Recent Posts

See All