• klik klas

Kehilangan Diri Sendiri Karena Pendemi

“Semua orang berpotensi meninggalkan kamu bahkan yang pernah berjanji akan selalu ada disampingmu”

Gimana klikers pernyataan tadi terasa meyakitkan bukan? Tapi begitulah adanya, semua orang

berpotensi meninggalkan kita, sesayang apapun mereka sama kita, sebaik apapun mereka, sedekat apapun mereka sama kita. Pasangan, keluarga, teman, sahabat, siapapun berpotensi meninggalkan.


Kita sudah melihat begitu banyak pasangan yang amat sangat disanjung karena keharmonisan pada akhirnya harus berpisah karena kematian bahkan perceraian?


Hubungan darah dapat bersitegan karena urusan harta?


Hubungan persahabatan hancur karena urusan cinta?


Semua sudah sering kita dengar di dunia nyata maupun hanya di drama.

"Dalam hidup semua orang pasti merasakan kehilangan orang lain apalagi di masa pendemi ini, akan tetapi ada yang lebih bahaya dari pada kehilangan orang lain. Iya, kehilangan Tuhan dan diri sendiri."

Jika kita kehilangan Tuhan, klikers sudah pasti tau konsekuensinya. Bagaimana kita akan hidup tenang jika kita saja kehilangan Tuhan? Padahal Tuhan ada yang Maha berkehendak. Kehidupan kita diatur olehNya. Nggak kebayang kalau kita kehilangan Tuhan..


Oke, mungkin untuk kehilangan Tuhan kita masih punya kesadaran untuk nggak sampai sana ya, tetapi di pendemi ini banyak banget orang yang tidak sadar kehilangan dirinya. Kehilangan jati dirinya, pendemi ini memang tidak mudah bagi banyak orang, pendemi ini mengubah banyak hal termasuk diri kita.


Beberapa orang kehilangan dirinya karena merasa hidupnya sudah tak lagi sama, kerja kuliah online dan bahkan seringnya tidak fokus, tidak bertemu dengan banyak orang, kegiatan banyak yang tidak terlaksana, pertemanan menyempit, tidur tidak teratur pagi jadi malam, malam menjadi siang, dan masih banyak lagi sehingga akhirnya kita menjadi seperti zombie, raganya ada tapi entah jiwanya kemana.


Kita kehilangan semangat menjalani hidup, kita kehilangan tujuan hidup kita, kita kehilangan diri kita.

Ketika kita kehilangan diri kita lalu siapa lagi yang akan menolong kita? Padahal yang akan berjuang sama diri kita adalah diri kita sendiri, yang akan bertahan sama diri kita seburuk apapun keadaanya adalah diri kita sendiri, yang akan memuji kita disaat kita sedang jelek jeleknya adalah diri kita sendiri karena tidak ada orang yang akan setia benar benar setia bersama kita 24 jam, kita harus mengurusi diri kita sendiri sebaik mungkin.


Jadi klikers, bagaimanapun keadaan kamu sekarang,

Baik-baik yaaa sama dirimu, karena dirimulah yang akan bertahan


16 views0 comments

Recent Posts

See All