• klik klas

Kamu Tidak Harus Selalu Tersenyum

Katanya, kalau sedang sedih, cobalah untuk tersenyum. Meski sedih, senyum bisa membuat hatimu lebih tenang dan kembali merasakan kebahagiaan.


Katanya, kalau sedang marah, cobalah untuk tersenyum. Siapa tahu, kemarahan jadi hilang karena ada gerak senyuman di wajahmu.


Katanya, apa pun yang terjadi, cobalah untuk selalu tersenyum. Meski hatimu tidak sedang tersenyum, tetapi banyak yang meyakini bahwa mencoba untuk terus tersenyum lambat laun akan membuat hatimu kembali tersenyum.


Namun, bagaimana jika diri ini lelah untuk tersenyum? Apakah otot-otot wajah diciptakan hanya untuk bergerak membuat senyuman?



Klikers dan Teman Baik, nyatanya, tidak apa-apa jika sesekali kamu tidak mampu tersenyum. Sungguh sangat wajar jika kesedihan, kemarahan, dan berbagai emosi tidak nyaman lain membuatmu tak bisa memaksakan diri untuk tersenyum. Justru, jika semakin dipaksa, hatimu semakin merasakan sakit tak terhingga.


Memang benar, mencoba tersenyum dalam setiap situasi dan kondisi bisa membantu hatimu untuk menemukan ketenangan dan senyumnya lagi. Namun, bukan berarti kamu tidak boleh tidak tersenyum. Kamu tidak harus selalu tersenyum dan sangat boleh untuk diam tanpa senyuman.


Ada saatnya dirimu lelah membohongi hati. Ada saatnya dirimu sebegitu sakitnya hingga untuk menarik kedua ujung bibir pun tak mampu. It’s okay.



Meski semua orang di sekitarmu menyemangati dan memotivasi untuk tetap tersenyum, kamu selalu punya pilihan dan hak memilih untuk tidak tersenyum—kalau memang itu yang bisa membuatmu lebih nyaman. Setidaknya, mungkin kamu bisa beritahukan orang-orang di sekitarmu bahwa kamu sedang tidak mampu memaksakan diri untuk tersenyum.

Mengatakan itu pada mereka bukan bermaksud mengharapkan mereka mengerti. Namun, memberitahukannya menjadi bentuk usahamu membuat mereka mengetahui kondisimu. Terlepas dari bagaimana persepsi dan anggapan mereka, tak usah diambil pusing.


Kamu yang paling tahu kondisimu. Tersenyumlah jika memang dirimu sudah mampu untuk tersenyum. Kalau lelah, tentu kamu boleh tidak tersenyum. Toh, itu bukan sebuah dosa, kan?


Hanya saja, #TemaniTeman selalu mendoakan agar senyum indahmu tidak hilang ditelah kesedihan dan emosi tidak menyenangkan lainnya terlalu lama. Tersenyumlah ketika kamu sudah siap dan teruslah bergerak untuk #SelaluBertumbuh bersama senyuman :)

Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

0 views0 comments

Recent Posts

See All