• klik klas

Hindari Terus Menerus Lari Dari Masalah

Hai Klikers dan Teman Baik, pernah nggak kamu melakukan ini ketika menghadapi masalah?


Kamu menolak untuk membicarakan masalah tersebut.


Kamu menemukan cara untuk membenarkan perilakumu yang menolak bicara masalah yang kamu hadapi.


Kamu menyalahkan orang lain atas masalah yang kamu hadapi.


Kamu menunda-nunda untuk mengatasi masalah yang sudah harus segera selesaikan.


Kamu menghindari memikirkan masalahmu.


Selain tanda-tanda di atas bisa saja kamu merasa putus asa dan tidak berdaya. Pada tingkat tertentu, kamu tahu ada masalah yang perlu ditangani, tetapi kamu merasa bahwa nggak ada yang bisa kamu lakukan atau katakan untuk menangani masalah itu. Ketika orang lain mencoba menawarkan nasihat atau bantuan, kamu mungkin cuma berpura-pura setuju atau menyuruh mereka untuk mengurusi urusan mereka sendiri.


Kalau kamu melakukan hal ini, kamu bisa dimungkinkan sedang melarikan diri dari masalah yang sedang kamu hadapi alias denial. Penolakan adalah jenis mekanisme pertahanan yang cirinya adalah kita dengan sengaja mengabaikan realitas di depan mata kita untuk menghindari kecemasan yang mungkin akan muncul saat berhadapan dengan realitas tersebut. Oh ya, mekanisme pertahanan diri adalah strategi yang digunakan oleh kita saat mengatasi perasaan tertekan.


Saat kita lari dari masalah, artinya kita berusaha menghindari kecemasan yang nggak kita sukai, terutama saat proses menyelesaikan masalah yang memang seringkali nggak menyenangkan dalam prosesnya. Klikers dan Teman Baik dalam jangka pendek, lari dari masalah bisa saja terasa bermanfaat. Jeda ini dapat memungkinkan kita untuk memiliki waktu menyesuaikan diri dengan perubahan mendadak dalam hidup kita. Dengan memberi diri kita waktu, kita mungkin bisa menerima, beradaptasi, dan akhirnya mau berhadapan dengan masalah tersebut.


Namun, jika kita terus menerus beralasan sedang memberi jeda pada diri sendiri, padahal pada dasarnya kita hanya menyangkal. Bisa jadi akan semakin banyak masalah yang muncul, terutama jika hal itu membuat masalah kita semakin besar dan berlarut-larut.


Tidak Boleh Ya Lari Dari Masalah?

Klikers dan Teman Baik, bisa jadi ada beberapa di antara kamu yang bertanya. Mengapa Tuhan menciptakan salah satu mekanisme pertahanan diri manusia adalah melarikan diri dari masalah (denial). Pada dasarnya seperti mekanisme pertahanan lainnya, penolakan berfungsi sebagai cara kita untuk melindungi diri dari kecemasan. Dalam beberapa kasus, penolakan bisa jadi adalah cara untuk menghindari rasa sakit yang menyakitkan yang mungkin akan kita hadapi. Dengan menolak untuk menghadapi atau bahkan mengakui bahwa ada sesuatu yang salah, kita bisa jadi mencoba untuk mencegah menghadapi stres, konflik, ancaman, ketakutan, dan kecemasan.


Namun, sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Lari dari masalah adalah satu strategi menghadapi masalah secara emosional, namun tidak menyelesaikan secara praktikal. Masalah tetap harus dihadapi. Masalah harus tetap dihadapi dengan dan diselesaikan, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut.


Lalu Bagaimana Cara Membuang Kebiasaan Lari Dari Masalah?

Pertanyaan ini sama dengan pertanyaan, bagaimana caranya aku bisa berhadapan dengan orang yang pernah menyakitimu di masa lalu, sementara kamu takut akan tersakiti jika berhadapan dengannya?


Maka pertanyaan lanjutannya adalah memulai dari mindset kita terlebih dahulu. Kita bisa saja memiliki asumsi dan prasangka negatif yang irasional. Kita bisa saja sangat takut bahwa akan banyak hal buruk yang muncul ketika kita memberanikan diri menyelesaikan masalah tersebut, bisa jadi kita juga takut akan tanggapan orang saat kita mulai mencoba menyelesaikan diri kita perlahan-lahan. Semua ketakutan ini semakin membuat kita merasa enggan untuk menyelesaikan masalah kita. Padahal bisa jadi semua itu hanya asumsi, semua persepsi negatif bisa jadi tidak seburuk yang kita pikir.


PIkiran-pikiran negatif ini harus kita lawan. Misalnya saat kamu berusaha menyelesaikan suatu masalah. Kamu diserang pikiran seperti..


Gimana nanti kalau aku dibenci semua orang saat berani mengakui kesalahanku?


Gimana kalau rasanya akan lebih sakit berhadapan sama orang yang menyakiti kita?


Gimana kalau ternyata memutuskan menghadapi masalah akan membuat banyak pihak jadi ga enak hati?


Apapun ketakutanmu, apapun kecemasanmu, bisa jadi sebenarnya tidak seburuk yang kamu kira.


Apa benar semua orang akan membencimu? Belum tentu.


Apa benar rasa sakitnya akan semakin bertambah saat kita memutuskan menghadapi masalah kita? Belum tentu.


Apa benar semua orang akan jadi tidak enak hati ketika kita berusaha membuka masalah kita? Bisa jadi benar bahwa konflik akan menimbulkan ketidaknyamanan, tapi sering kali hal ini lebih baik daripada berusaha menabur garam sedikit demi sedikit di atas luka.


Singkirkan semua perasaan negatif itu dan putuskan. Putuskan untuk menghadapinya dengan berbagai resikonya. Karena, berani menghadapi masalah adalah bagian dari proses bertumbuh. Semangat untuk selalu bertumbuh setiap hari ya…


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya

1. Costa RM. Denial (Defense mechanism). In: Zeigler-Hill V, Shackelford TK, eds. Encyclopedia of Personality and Individual Differences. Springer International Publishing; 2017:1-3. doi:10.1007/978-3-319-28099-8_1373-1

2. Bailey R, Pico J. Defense Mechanisms. In: StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing. Updated December 9, 2020.





5 views0 comments

Recent Posts

See All