• klik klas

Hidup Bahagia Dengan Minimalisme



Klikers, kalau kita amat-amati, setiap hari kita disuguhkan berbagai iklan produk dan varian baru yang berusaha dijejalkan ke otak kita melalui berbagai iklan-iklan yang muncul di layar media sosial kita. Entah kenapa, kita seperti diarahkan untuk terus mempunyai hal-hal yang sebenarnya nggak terlalu kita butuhkan.


Misalnya, produk X menjanjikan kita kemudahan, produk Y menawarkan kita kebahagiaan, produk Z menawarkan sensasi sekali seumur hidup. kita merasa harus cobain produk ini, produk itu. Kita merasa harus makan di sini, makan di situ, main kesana, main kesini, katanya sih biar kita nggak jadi cupu.


Kita terus digoda dan dijejali mindset merasa kudu belanja ini dan belanja itu biar nggak ketinggalan. Ujung-ujungnya, untuk menikmati itu semua, kita seperti terus merasa dikejar-kejar oleh makhluk yang nggak tampak yaitu perasaan harus begini dan begitu.

Mari belajar konsep minimalisme. Yaitu sebuah konsep menahan diri untuk mengkonsumsi hal-hal hedonistic secara berlebihan.


MINIMALISME

Minimalisme itu apa sih? Minimalisme adalah sebuah cara berpikir untuk focus pada apa yang kita butuhkan bukan pada apa yang kita inginkan aja.


Minimalisme akan membantu kita untuk memilah dan memilih apa-apa yang sebenarnya nggak perlu kita pertahankan. Ini secara nggak langsung akan melatih cara berpikir kita dalam segala hal, termasuk melatih kita untuk lebih focus secara psikologis.


Gaya hidup ini bisa jadi membuat kita lebih rileks, karena kita nggak merasa harus berlomba-lomba memiliki banyak hal hanya untuk dipamerkan. Minimalisme membantu kita untuk lebih menikmati apa yang kita punya. Efek panjangnya membuat kita fokus memiliki barang yang benar-benar kita butuhkan. Kita juga merasa nggak terlalu perlu membelajakan uang yang kita punya kepada barang-barang yang sebenarnya nggak kita butuhkan. Kita akan terlatih fokus mengerjakan kegiatan-kegiatan yang memang kita perlu kerjakan dan menyingkirkan kegiatan-kegiatan yang nggak terlalu bermakna terhadap perkembangan diri kita. Fokus menjaga orang-orang terbaik yang kita punya dan nggak terlalu memikirkan orang-orang toksik yang nggak harus kita pikirkan.


Banyak banget manfaatnya yang kalau dipetakan dan dikelompokan lagi, seenggaknya ada tiga hal besar yang bisa kita rasakan dengan melakukan minimalisme ini.


MANFAAT MINIMALISME



Simplicity (kesederhanaan)

Apa yang kita pikirkan pertama kali saat mendengar kata sederhana atau simple?

Kebanyakan orang, ketika mendengar kata simple yang kebayang adalah lawan dari rumit. Beberapa orang lainnya, ada yang merasa kalau orang suka yang simple-simpel artinya pemalas, nggak mau repot, hidup yang nggak asik, membosankan, dan kurang petualangan.


Padahal, menjadi orang yang sederhana itu bukan berarti kita menjadi makhluk yang membosankan, nggak kreatif, dan pemalas. Malahan, kita tahukan betapa rumitnya menyederhanakan sesuatu yang kompleks agar segala sesuatu menjadi mudah.


Tapi, bukannya artinya pemalas ya kalau menyederhanakan segala sesuatu?


Bukan semua yang disederhanakan artinya disepelekan. Menyederhanakan bukan berarti menyepelekan. Menyederhanakan artinya kita mampu memilih mana hal yang hanya perlu lebih sedikit usaha dan waktu untuk dipikirkan dan dikerjakan, dan mana yang emang butuh kita kerjakan dengan sepenuh hati.


Nggak semua dalam hidup kita perlu dikerjakan dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Kemampuan kita untuk memetakan energi akan membuat hidup kita jauh lebih bertumbuh dan melesat lebih jauh lagi.


Cara Bekerja Lebih Simple

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, seperti di bawah ini.


Pertama, identifikasi apa yang penting dan nggak penting dalam hidup kita. Kalau kita melakukan sesuatu, pastikan apakah aktivitas itu memiliki tujuan yang selaras dengan konsep hidup kita. Pikirkan baik-baik, kenapa kita melakukan proyek ini, kenapa kita ikut kegiatan ini dan itu, kenapa kita bergabung dengan organisasi ini dan itu, dan kenapa kita menghabiskan waktu kita dengan orang ini dan itu. Dengan mengecek kesesuaian kegiatan dan aktivitas kita dengan tujuan besar hidup kita, akhirnya kita akan menyederhanakan segala sesuatu.


Kedua, singkirkan apa yang nggak selaras. Buat orang kita yang begitu romantis, kadang menyingkirkan sesuatu yang benar-benar nggak berkaitan dengan diri kita akan terasa berat. Misal bungkus permen milik gebetan akan terasa sulit di buang, atau hal-hal lain yang sebenarnya nggak kita terlalu butuhkan.


Lebih jauh, ini bukan cuma soal barang apa yang nggak kita butuhkan lebih baik segera disingkirkan, tapi juga soal hubungan-hubungan yang toksik dan mengganggu hidup kita. Dengan ini, kita bisa membuat kita lebih fokus menyisihkan energi untuk hal-hal apa yang bener-bener berguna dan bermakna dalam hidup Lo.


Clarity (Kejelasan)

Kesederhanaan memiliki efek samping lainnya yaitu munculnya kejelasan (clarity). Manusia merupakan makhluk yang membutuhkan kejelasan. Kita saking ingin memiliki kejelasan bahkan rela melakukan banyak usaha untuk mendapatkan kejelasan. Salah satunya dengan melakukan ilmu prediksi-prediksi.


Kabar baiknya adalah kesederhanaan (simplicity) akan membawa kejelasan yang lebih terang benderang dalam hidup kita. Ketika sesuatu lebih simple dan sederhana, lebih mudah buat kita untuk mengambil keputusan. Daripada kemakan overthinking, kesederhanaan membuat kita lebih jelas memandang masalah dan lebih mudah menemukan solusinya.


Salah satu contohnya adalah kalau kita merasa nggak berhasil untuk melakukan diet, karena begitu rumitnya teori-teori diet tentang protein, karbohidrat, dan berbagai nama-nama biologi yang harus kita ingat. Saat kita menemukan konsep inti dari diet, salah satunya adalah, kalori yang kita makan harus lebih sedikit daripada kalori yang kita pakai. Membuat diet terasa lebih gampang kan? Membuat diet juga terasa lebih jelas dan enak dilakukan.


Lalu, gimana caranya supaya hidup kita lebih sederhana dan jelas terarah?


Pertama, ketahui diri kita sendiri. Ketika kita mengetahui diri kita, secara nggak langsung akan ada peta yang jelas di kepala kita apa-apa yang bisa kita lakukan dengan baik atau sebaliknya. Serta, kita akan bisa lebih mudah memetakan kesempatan-kesempatan yang datang dengan sudut pandang yang lebih jelas. Kita bisa langsung mengeliminasi apa yang nggak bekerja dalam hidup kita, dan kita bisa langsung siaga ketika ada tawaran dan kesempatan bagus mampir ke dalam hidup kita. Memahami diri kita sendiri membuat kita lebih jelas mengidentifikasi dan mengeliminasi kerumitan-kerumitan yang nggak kita butuhkan.




Manfaat yang ketiga dari punya pandangan yang jelas adalah kita bisa bekerja dengan lebih efisien dan efektif. Kesederhanaan dan kejelasan, dapat membuat perilaku kita lebih terarah. Misal, balik lagi ke sebuah goal untuk menurunkan berat badan, kita akan lebih mudah menurunkan berat badan kalau kita sudah tahun konsep inti dari semua logika rumit pertimbangan gizi, takaran, dan berbagai variasi rumus berbagai macam diet. Kalau kita udah tahu, konsep dasarnya adalah kalori yang masuk nggak boleh lebih besar daripada kalori yang kita pakai untuk bekerja, kita akan memahami bahwa diet sebenarnya sederhana.


Artinya, kesederhanaan akan memudahkan kita bertindak dan mengambil keputusan. Karena kadang yang menghentikan diri kita adalah mindset bahwa goal kita terasa rumit. Kesederhanaan sebaliknya terasa membuat apa yang kita lakukan lebih ringan, karena terasa sederhana.


Sepatah Kata dari Klik.Klas


Dear Klikers dan #TemanBaik, di tengah arus konsumerisme seperti saat ini. Akhirnya berlomba-lomba agar tidak kalah dengan orang lain dengan cara mengonsumsi lebih banyak. Padahal, apakah benar, jika kita semakin banyak memiliki dan mengonsumsi sesuatu hidup kita akan lebih baik?


Konsep minimalisme ini membantah mindset bahwa punya banyak hal itu selalu membahagiakan. Konsep minimalisme ini mengajarkan pada kita bahwa hidup sebenarnya tidak harus sehedon yang kita pikirkan. Hidup yang sederhana sebenarnya nggak membunuh kita. Malah, kita menjadi lebih tahu apa yang kita butuhkan, lebih focus bekerja, dan lebih memahami apa yang penting dan tidak penting dalam hidup kita.


Gimana, mau coba konsep minimalisme?


Semoga bermanfaat


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.



Tulisan Lahir Dari Tulisan Lainnya

The power of simplicity: how to manage our complexity bias - Ness Labs

5 Reasons Why Less Is More (stevenaitchison.co.uk)

17 Reasons Why Less is More - Minimalism Made Simple

More Is Less? | The Minimalists



3 views0 comments

Recent Posts

See All