• klik klas

Hewan Peliharaanku Bikin Happy!

Siapa di antara Klikers dan #TemanBaik yang bahagia pas main sama hewan peliharaan kesayangan?


Atau, siapa di sini yang suka nonton video hewan yang lucu-lucu selepas seharian beraktivitas?


Kalau aku sendiri sih sering lihatin video kucing yang gemes-gemes. Bawaannya bikin happy ya kaan?


Tahu ga sih Klikers dan #TemanBaik semua, kalau hewan bisa memberikan kegembiraan dan menawarkan persahabatan dengan pemiliknya. Selain itu, hewan peliharaan juga bisa nih memberikan dukungan emosional kepada orang-orang dengan masalah kesehatan mental. Nah, hewan-hewan yang bisa memberikan dukungan emosional ini disebut Emotional Support Animal (ESA).


Apa Tuh Emotional Support Animal

Emotional Support Animal atau hewan pendukung emosional adalah hewan pendamping yang bisa memberi beberapa jenis manfaat bagi kita secara emosi. Misalnya, yang sering adalah hewan domestic seperti anjing, kucing, dan beberapa hewan lainnya (kelinci, ikan, dll).


Kenapa sih ada rekomendasi memelihara hewan sebagai salah satu bentuk dukungan emosional kepada penyintas gangguan mental?


Karena banyak banget penelitian yang sudah membuktikan bahwa hewan dapat memberikan manfaat kesehatan mental yang signifikan. Ada nih sebuah penelitian yang menemukan bahwa memiliki hewan peliharaan memiliki efek positif pada kesehatan mental kita. Kok bisa? Iya, dengan cara mendorong memberi kita dukungan emosional, bisa menjadi tempat dimana kita memperoleh rasa hangat (untuk hewan yang bisa dipeluk) dan membantu kita mengelola krisis yang kita alami.


Mengurangi Kecemasan

Pada beberapa orang, cara mereka untuk meregulasi diri adalah dengan adanya dukungan dari orang lain dalam bentuk sentuhan fisik seperti pelukan, tepukan lembut di bahu, dan berbagi kehangatan. Hewan-hewan seperti kucing, anjing, atau lainnya yang berdarah panas biasanya akan menyalurkan kehangatan yang sama dengan kehangatan manusia. Nggak heran, kadang memiliki hewan peliharaan dapat membunuh rasa kesepian dan kebutuhan akan kehangatan dari orang lain.


Dengan berkurangnya kecemasan, kita juga akan menjadi rileks. Apalagi saat hewan peliharaan ini menunjukkan tingkah dan ekspresi lucunya. Hari yang padat bisa jadi sedikit cerah ketika melihat tingkah mereka bukan? Setelah main-main dengan mereka, bisa saja, kita jadi lebih bahagia dan suasana hati kita jadi lebih cerah.


Meningkatkan Kesehatan Fisik

Buat mereka yang sebelumnya menderita perasaan kesepian dan ditinggalkan, memelihara hewan peliharaan bisa membuat suasana hati lebih baik. Efek dominonya, kesehatan penyintas kesepian ini jadi lebih baik. Karena emosi dan kesehatan fisik itu sangat berkaitan ya guys!


Jadi Teman Baik

Sudah banyak banget yang membuktikan bahwa hewan dapat menjadi teman baik. Hewan peliharaan bisa menawarkan persahabatan. Apalagi dengan tipe-tipe yang setia dengan pemiliknya, seperti anjing. Hewan peliharaan bisa menyedikan rasa cinta yang saling timbal balik.


Beberapa Penelitian

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa hewan dapat membuat kita lebih tenang, bahagia dan lebih berharga (kalau baca lebih lanjut cek referensi di bawah ya Klikers dan #TemanBaik). Namun secara penelitian, masih banyak perdebatan nih guys tentang hewan apa saja yang bisa menjadi hewan pendukung emosi kita. Apakah hewan yang sifatnya domestic atau hewan apa saja bisa asal mempunya keterikatan emosional dengan kita.


Selain itu, nggak semua gangguan mental akan terbantu dengan adanya hewan pendukung emosi yaa.. Ada yang malah fobia hewan dan hewan malah jadi hal-hal yang mentrigger emosi mereka ke arah negatif.


Isu lainnya adalah, memelihara hewan itu membutuhkan komitmen. Kalau kamu merasa nggak bisa berkomitmen untuk merawat hewan peliharaan dengan baik, sebaiknya kamu bisa mempertimbangkan kembali, apakah akan benar-benar akan merawat hewan peliharaan sebagai temanmu.


Sepatah Kata Dari Klik.Klas dan #TemanBaik

Dear Klikers dan #TemanBaik, meskipun penelitian belum menunjukkan efek jangka panjang dari hewan peliharaan untuk mengurangi gejala kondisi psikologis kita, tapi tetap hewan peliharaan bisa menjadi salah satu pendukung tambahan yang bermanfaat dalam keseharian kita. Semoga tulisan ini membantumu untuk #selalubertumbuh setiap hari yaa…


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Referensi

ADA National Network. Service Animals and Emotional Support Animals. Published 2014.

JetBlue. JetBlue Updates Requirements for Emotional Support Animals. Published June 5, 2018.

Le Roux MC, Kemp R. Effect of a companion dog on depression and anxiety levels of elderly residents in a long-term care facility. Psychogeriatrics. 2009;9(1):23-26. doi:10.1111/j.1479-8301.2009.00268.x

Mills D, Hall S. Animal-assisted interventions: making better use of the human-animal bond. Veterinary Record. 2014;174(11):269-273. doi:10.1136/vr.g1929

Schoenfeld-Tacher R, Hellyer P, Cheung L, Kogan L. Public Perceptions of Service Dogs, Emotional Support Dogs, and Therapy Dogs. Int J Environ Res Public Health. 2017;14(6):E642. doi:10.3390/ijerph14060642

Yamamoto M, Lopez MT, Hart LA. Registrations of Assistance Dogs in California for Identification Tags: 1999–2012. Ambrósio CE, ed. PLoS ONE. 2015;10(8):e0132820. doi:10.1371/journal.pone.0132820

Younggren JN, Boisvert JA, Boness CL. Examining emotional support animals and role conflicts in professional psychology. Professional Psychology: Research and Practice. 2016;47(4):255-260. doi:10.1037/pro0000083

Younggren JN, Boness CL, Bryant LM, Koocher GP. Emotional support animal assessments: Toward a standard and comprehensive model for mental health professionals. Prof Psychol Res Pr. 2020;51(2):156-162. doi:10.1037/pro0000260


2 views0 comments

Recent Posts

See All