• klik klas

Hati-Hati Overshare Cerita Pribadi

Klikers dan Teman Baik, gimana perasaanmu ketika kamu mau mendekati seseorang lalu mendapat tanggapan yang positif? Apakah kamu masih bisa menahan diri untuk tidak menceritakan banyak hal tentangmu atau justru kamu langsung tumpahkan semua isi hatimu padanya?


Nah, ada yang perlu kamu perhatikan ketika ingin menjadi pribadi yang terbuka dan berani mengungkapkan siapa dirimu. Salah satunya adalah belajar menahan diri untuk tidak menceritakan segala hal pribadi ke orang yang baru kamu kenal.



Biasanya, individu yang langsung super duper terbuka saat ada yang memberi perhatian kecil padanya adalah dia yang kurang perhatian di masa kecil—oleh orang tua, saudara, atau orang terdekat lain. Hal ini menyebabkan dirinya bisa sangat girang saat ada secuil perhatian atau ketertarikan atas dirinya yang muncul dari orang lain.


Rasa girang itu terkadang membuat diri tanpa sadar menceritakan kejadian A sampai Z dalam hidupnya. Alih-alih ada yang ditutupi, biasanya tanpa sadar rahasia-rahasia pun bisa terungkap! Jelas ini bahaya banget ya, Klikers dan Teman Baik!


Mending kalo orang yang diceritain memang orang baik. Lah, kalo ternyata dia punya modus tersembunyi, apa nggak terancam hidupmu nanti? Duh, #TemaniTeman nggak mau, deh, kalo kamu sampai kena bahaya!


Meski ternyata yang diceritain adalah orang baik, tidak menutup kemungkinan dia jadi terbebani dengan ceritamu. Mungkin, dia pun bakal mikir, “Ini orang baru ketemu kok bisa sih cerita hal pribadi kayak gini?” Alhasil, bukannya semakin berteman baik, eh, malah minggat.



Apalagi kalo yang kamu ceritain tentang hal pribadimu adalah orang yang punya maksud tersembunyi. Iya, sih, mungkin dia akan bersikap manis dan baik ke kamu selama beberapa waktu hingga kamu benar-benar menaruh kepercayaan padanya. Namun, cepat atau lambat orang yang punya maksud jahat pasti akan melancarkan aksinya untuk menyakitimu—menyakiti hati bisa, fisik pun bisa.


Oleh karena itu, jika kamu terlalu mudah percaya sama orang lain, belajarlah untuk memberi batasan pada diri. Ingatkan dirimu tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh diceritakan ke orang lain. Jangan sampai, rasa percayamu justru menjadi senjata makan tuan untukmu dan malah menyebabkan trust issue untukmu di masa depan.


Jangan lupa jaga dirimu dengan batasan-batasan yang perlu dibuat dan berproseslah untuk #SelaluBertumbuh. Percaya orang boleh, tapi yang namanya berlebihan tentu tidak baik, kan?


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

0 views0 comments

Recent Posts

See All