• klik klas

Fleksibilitas Menambah Resiliensi

Halo, Klikers dan Teman Baik yang masih setia baca #TemaniTeman!

Kemampuan seseorang untuk bangkit kembali setelah jatuh ke titik terendah, atau yang bisa disebut dengan resiliensi, memang berbeda-beda. Semua itu tergantung banyak faktor dari setiap individu yang berproses dengan hidupnya. Salah satu faktor yang cukup berdampak dalam kemampuan resiliensi seseorang adalah fleksibilitas.


Apakah kamu termasuk orang yang fleksibel?



Dalam hal ini, tidak hanya fleksibel terhadap jadwal yang berubah-ubah atau hidup yang penuh ketidakpastian, ya. Melainkan juga fleksibel terhadap pikiran dan persepsimu terhadap hal-hal yang terjadi dalam hidup.


Dalam buku Resilience: The Science of Mastering Life’s Greatest Challenge, disebutkan di salah satu babnya tentang hubungan resiliensi dan fleksibilitas seseorang:


“Orang yang resilien cenderung fleksibel. Ia tahu kapan saatnya menerima hal-hal yang sudah tak bisa diubah, tahu cara memandang tantangan dan kegagalan hidup sebagai hal yang positif, menggunakan humor untuk mengalihkan rasa takut, dan tahu kapan harus menahan serta mengekspresikan emosi.”


Dari penjelasan tersebut, kamu bisa mulai menilai seberapa resiliennya dirimu? Hal-hal yang bisa dijadikan bahan evaluasi pun bisa kamu lihat di sana—kemampuan menerima, berpikir positif, dan kemampuan mengelola serta mengekspresikan emosi dengan baik.



Tidak hanya itu. Dikatakan juga kalau orang yang memiliki resiliensi yang baik memiliki kreativitas terhadap pandangannya pada suatu hal. Jika kamu bisa melihat segala sesuatu yang terjadi menggunakan berbagai sudut pandang dan mengelaborasinya dengan baik, mungkin kamu sudah selangkah lebih maju dalam mengembangkan resiliensi dalam dirimu.


Dengan mampu memandang segala sesuatunya dari berbagai sudut pandang dan melihat segala kemungkinan, kamu tidak akan mudah jatuh karena satu atau dua kegagalan. Pun jika banyak hal yang mulai menjatuhkanmu, kamu bisa kembali bangkit karena memiliki keyakinan bahwa situasi tersebut adalah situasi menantang untukmu. Kamu bisa menganalisis kemampuan yang kamu miliki dan melihat lagi seberapa reaslistis tujuan yang akan kamu capai.



Pada akhirnya, fleksibilitas dan kreativitas dalam melihat berbagai hal yang terjadi dalam hidup dengan berbagai sudut pandang membuatmu tidak hanya melihat sisi negatif saja. Melainkan, ada sisi positif yang bisa jadi bahan bakarmu untuk #SelaluBertumbuh dan menjadi semakin resilien.

Selamat mengembangkan resiliensi dalam dirimu, ya!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Insta

2 views0 comments

Recent Posts

See All