• klik klas

Ekspresi Emosi Setiap Orang Itu Berbeda

Klikers dan Teman Baik, gimana kabarnya hari ini? Emosi apa yang sedang kamu rasakan belakangan hari? Apakah senang, bahagia, sedih, kecewa, atau justru ada yang membuatmu marah?


Setiap emosi yang hadir dalam dirimu tentu memerlukan ruang untuk diekspresikan. Emosi yang dipendam tanpa mendapat kesempatan untuk diekspresikan terkadang malah bisa jadi sumber stres karena dirimu merasa tak leluasa memperlihatkan emosi. Terlalu lama memakai topeng dan terlihat baik-baik saja padahal aslinya tidak, tentu menguras energi yang lebih besar.



Nah, kamu pun perlu tahu bahwa setiap orang memiliki cara berbeda untuk mengekspresikan emosi. Hal umum yang mungkin kamu kenal adalah orang yang sedih cenderung akan menangis, orang yang bahagia akan banyak tersenyum dan bisa tertawa lepas, atau mungkin ada orang yang marah dengan berteriak-teriak.


Semua itu adalah beberapa contoh dari ekspresi emosi. Mungkin, kamu pun punya cara sendiri untuk melampiaskan kesedihan, kebahagiaan, dan kemarahanmu.


Oleh karena itu, sungguh tidak bijak jika kita menyalahkan orang lain atas ekspresi emosinya—selama itu tidak merugikan orang lain. Memang, ada beberapa ekspresi emosi yang merusak dan merugikan orang lain juga lingkungan. Jika itu terjadi, memberi teguran menjadi hal penting agar tidak semakin besar kerusakan yang dialami.



Akan tetapi, selama ekspresi emosi yang ditunjukkan tidak merugikan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, janganlah menyalahkannya. Misalnya, ada temanmu yang menangis terus menerus karena kehilangan hewan kesayangannya. Alangkah baik jika kamu #TemaniTeman dan memberi kalimat-kalimat dukungan. Pun jika tidak tahu harus berkata apa, diam pun tak masalah. Jangan sampai kamu malah mengatakan hal semacam:


“Kamu lebay banget, deh. Udah tenang aja. Kamu harus move on. Jangan nangis terus.”


Tahu nggak? Kata-kata itu justru akan membuatnya semakin sakit hati dan semakin sulit move on. Biarkan ia melepaskan emosinya dengan menangis.


Atau, ada temanmu yang marah karena suatu hal yang kamu anggap sepele. Dia terus menerus diam dan sibuk sendiri dengan ponselnya. Jangan salahkan kediamannya atau kecuekkannya karena bisa jadi memang itulah cara dia mengekspresikan emosinya. Mungkin dia diam karena tidak mau sampai mengeluarkan ekspresi yang merusak seperti berkata kasar, membanting barang, dan lainnya.



So, belajarlah untuk lebih memaklumi perbedaan ekspresi emosi dari setiap orang. Kamu pun pasti lebih nyaman jika orang lain mau memahami caramu mengekspresikan emosi, kan?


Namun, tetap ingat, jika ada ekspresi emosi yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau kerugian bagi diri sendiri (self-harming), orang lain, dan lingkungan, lebih baik temukan cara untuk menegur dan mencegahnya. Jangan sampai ekspresi emosimu justru memunculkan berbagai hal negatif dalam prosesnya.


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

1 view0 comments

Recent Posts

See All