• klik klas

Ekoterapi: Alam Bikin Sehat Mental Lho!

“Duh masalahnya nggak ada jalan keluar nih, gimana kalau kita keluar jalan-jalan aja,”


Pernah nggak teman-teman merasa mood Klikers dan Teman Baik merasa puyeng dan banyak hal yang terasa pengganggu pikiran? Lalu, pernah nggak memutuskan untuk keluar jalan-jalan ke area yang banyak tanaman, pohon, dan bersentuhan dengan alam? Atau pernah nggak Klikers dan Teman Baik meletakkan berbagai tanaman di sekitar ruangan kerja dan saat melihatnya rasanya sedikit kesumpekan di dada terangkat?


Nah, ini dia yang disebut alam memberikan efek penyembuhan, yang di dunia terapi kita menyebutnya sebagai ekoterapi.


Ekoterapi pada didasarkan pada konsep penggunaan alam untuk membantu penyembuhan fisik dan mental kita. Inilah mengapa banyak rumah sakit jiwa di Indonesia yang berlokasi di daerah yang sejuk dan dikelilingi dengan pemandangan alam yang menenangkan.


Alam memberikan banyak manfaat tapi sekarang, alih-alih menghabiskan waktu menikmati dan memanfaatkan lingkungan alam, hari ini lebih banyak menghabiskan lebih banyak waktu di layar dan menghabiskan waktu secara online.


Dulu saat anak-anak kita lebih banyak bermain di luar ruangan, berkejaran dengan teman di sekolah mengitari lapangan, saat istirahat kita memilih bermain basket di lapangan sekolah dan menghabiskan waktu liburan di luar rumah. Semakin dewasa, apalagi dengan hadirnya internet membuat kita lebih nyaman menghabiskan waktu di depan gawai daripada berkegiatan di luar ruangan. Kita sekarang lebih senang mengganti aktivitas santai tersebut dengan lebih banyak waktu yang dihabiskan di media sosial dan video game. Padahal beraktivitas di luar ruangan memberikan dampak yang besar untuk kesehatan mental.


Terapeutiknya Warna Hijau dan Biru

Pernah denger nggak, “Lihat ijo-ijo bikin seger,” Nah, ada rahasia di balik warna biru dan hijau dalam unsur terapeutik lho. Terapi alam banyak memanfaatkan unsur warna alam, seperti hijau, biru dan terkadang coklat.


Misalnya berada di dekat perairan yang berwarna biru, seperti duduk-duduk di dekat samudra biru yang menenangkan, sungai biru, dan danau biru memiliki efek pemulihan psikologis. Ini menempatkan kita dalam suasana hati yang baik. Warna biru juga melambangkan ketenangan dan ketentraman.


Ada sebuah organisasi bernama Blue Health Project yang telah melakukan studi tentang hubungan antara ruang biru dan kesehatan di 18 negara di seluruh Eropa. Setelah mensurvei 18.000 orang, para peneliti menemukan bahwa orang merasa lebih baik berada di dekat air yang mengalir. Selain itu, penelitian lain yang menunjukkan hubungan positif antara paparan warna biru, seperti langit, air, bahkan sekedar melihat gemericik air terhadap kesehatan mental.


Warna coklat juga memberikan nuansa yang menenangkan. Maka nggak heran, banyak ya rumah yang didesain memiliki pendekatan alam akan menekankan pada warna coklat. Karena coklat memberikan nuansa tenang dan sejuk.


Jadi, kalau suntuk bisa nih keluar sebentar melihat yang segar-segar, mendekati gemericik air, atau menghadirkan nuansa alam di sekitar kita.


Variasi Terapi Alam

Alam adalah anugerah yang disediakan Tuhan untuk kita. Terapi alam nggak harus mahal. Kita bisa duduk-duduk sebentar di taman, berenang, berkebun di rumah kita, sampai berkegiatan olahraga di alam terbuka. Kamu juga bisa merencanakan untuk mengambil aktivitas menantang, seperti arung jeram, panjat tebing, atau pendakian bersama kawan.


Manfaat Berada di Alam

Lalu, coba kita gali lagi, apa manfaat bersentuhan dengan alam? Berbagai penelitian psikologi menunjukkan bersentuhan dengan alam, bahkan hanya melalui video, akan membantu meningkatkan kualitas hidup kita.


Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gregory Bratman, PhD, asisten profesor di University of Washington. Dalam studinya yang dipublikasikan di Science Advances, Bratman dan teman-temannya menemukan bukti bahwa kontak dengan alam bisa meningkatkan kebahagiaan, rasa bahagia, ketenangan hati, hubungan sosial, dan perasaan bermakna dalam hidup.


Selain itu, bersentuhan dengan alam juga bisa menurunkan depresi dan kecemasan. Karena kecemasan, stres, dan depresi ternyata hari ini banyak mempengaruhi mahasiswa pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan.


Ada sebuah penelitian yang menunjukkan mahasiswa yang diminta menghabiskan waktu di alam lebih banyak akan merasa jauh lebih baik. Riset ini menunjukkan bahwa dengan menghabiskan minimal 10 menit, baik duduk atau berjalan di alam, akan punya dampak yang signifikan dan menguntungkan pada kesehatan mental kita.


Keuntungan lainnya adalah pikiran kita jadi lebih jernih. Manusia adalah bagian dari alam semesta, nenek moyang kita berada di alam lebih lama daripada yang pernah ada. Oleh karena itu, ketika kita berada di alam, otak dan pikiran kita terasa menemukan lingkungan alaminya. Riset lain menunjukkan otak kita berkembang sangat baik saat kita terpapar lingkungan alami lebih sering. Ini akan meningkatkan kinerja pada memori kerja, fleksibilitas kognitif, dan tugas kontrol perhatian kita.


Jadi, kapan akan keluar sejenak dan refreshing dari menatap layar?


Gimana Caranya Membawa Alam Ke Dalam Ruangan?

Kita tahu, semakin hari lahan hijau semakin terkikis, nggak semua dari kita punya lahan yang cukup luas untuk memiliki kebun sendiri. Sekarang banyak area hijau yang dijadikan area wisata berbayar, yang tidak semua orang bisa menjangkaunya. Kadang-kadang, cuaca yang buruk, hujan sepanjang hari juga membuat kita merasa malas untuk keluar rumah dan berinteraksi dengan alam. Selain itu, bisa saja kita nggak punya cukup waktu, bahkan untuk sekedar makan, semuanya terburu-buru, jadi mana mungkin punya waktu untuk keluar dan menikmati jalan-jalan sore di sekitar


Lalu, gimana cara kita membawa manfaat alam ke dalam ketika kegiatan kita memang lebih banyak berada di dalam ruangan? Berikut beberapa cara mudahnya:


Tambahkan tanaman air. Tanaman air sangat mudah dirawat. Mereka hanya perlu medium air. Tanaman ini nggak hanya menghilangkan racun dari udara, tetapi penelitian menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan waktu di sekitar tanaman memiliki empati dan kasih sayang terhadap orang lain serta hubungan yang lebih baik, lho.


Selain itu, bisa juga ditambahkan lukisan atau foto alam. Pilih pemandangan yang indah, taman yang rimbun, atau pemandangan alam. Ada nih penelitian yang menunjukkan bahwa melihat pemandangan hijau yang indah membuat kita memiliki tingkat stres yang lebih rendah.


Kita juga bisa mengunduh atau memutar suara alam yang menenangkan. Jangan meremehkan kekuatan mendengarkan air terjun, suara hujan, kicauan burung, ombak, atau suara gesekan daun. Hasilnya nggak hanya meningkatkan relaksasi dan rasa santai. Hasil juga mencakup pemulihan perhatian dan kinerja kognitif yang lebih baik. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Psychonomic Bulletin & Review, menunjukkan peserta yang mendengarkan suara alam, khususnya suara ombak laut dan jangkrik, mengerjakan tes dengan lebih baik daripada partisipan yang mendengarkan suara perkotaan seperti lalu lintas dan klakson mobil. Hem… menarik kaan..


Sepatah Kata Dari Klik.Klas dan Teman Baik

Klikers dan Teman Baik, kita tanpa sadar mencari penyembuhan yang jauh dan mahal. Padahal ada banyak sumber daya yang murah dan punya efek menenangkan yang sangat berpengaruh, salah satunya adalah anugerah alam di sekitar kita.


Saat pikiran sumpek dan penuh, kenapa kita tidak keluar sejenak melihat sekitar. Melihat langit biru, daun-daun yang bergesekan, air yang mengalir. Atau, jika kita memang kesulitan untuk keluar dari ruangan karena berbagai alasan, kita bisa mencoba menghadirkan alam itu ke dalam ruangan.


Sepuluh menit saja berinteraksi dengan alam membawa dampak yang besar untuk kita. Jadi, sudah merencanakan apa nih untuk lebih dekat dengan alam?


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya

Bratman GN, Anderson CB, Berman MG, et al. Nature and mental health: an ecosystem service perspective. 2019;5(7).


Gascon M. Zijlema W. Vert C. White M. Nieuwenshuijsen M. Outdoor blue spaces, human health and well-being: A systematic review of quantitative studies. International Journal of Hygiene and Environmental Health, 220. 2017;1207–1221. https://doi.org/10.1016/j.ijheh.2017.08.004


Meredith GR, Rakow DA, Eldermire ERB. Minimum time-dose in nature to positively impact the mental health of college-aged students, and how to measure it: a scoping review. Front. Psychol. 2020.


Schertz KE, Berman MG. Understanding Nature and Its Cognitive Benefits. Current Directions in Psychological Science. 2019;28(5):496-502. doi:10.1177/0963721419854100

Texas A & M. Health and well-being benefits of plants.


van den Berg MM, Maas J, Muller R, et al. Autonomic Nervous System Responses to Viewing Green and Built Settings: Differentiating Between Sympathetic and Parasympathetic Activity. Int J Environ Res Public Health. 2015;12(12):15860-15874. Published 2015 Dec 14. doi:10.3390/ijerph121215026


Van Hedger SC, Nusbaum HC, Clohisy L, Jaeggi SM, Buschkuehl M, Berman MG. Of cricket chirps and car horns: the effect of nature sounds on cognitive performance. Psychonomic Bulletin & Review. 2019;52:522-530.


8 views0 comments

Recent Posts

See All