• klik klas

Datang Ke Psikolog Disebut Ga Waras?

Halo, Klikers dan Teman Baik!

Apa kamu tahu atau pernah dengar istilah stigma?


Stigma adalah ciri negatif yang mendiskreditkan/merendahkan dan melekat pada diri seseorang sehingga membuat orang tersebut dianggap tidak berharga dan ditolak dari lingkungan karena dianggap membahayakan.

Beberapa stigma yang populer saat ini mungkin seperti ketika ada seseorang yang datang ke psikolog dibilang lemah mental, gila, dan dijauhi oleh orang lain.


Atau ketika ada orang yang sedang isolasi mandiri karena terkena COVID-19, dianggap sebagai pembawa virus dan membuatnya dijauhi oleh tetangga maupun orang terdekat.


Stigma dapat berbentuk pemberian label terhadap seseorang atau kelompok tertentu dan bisa berujung pada diskriminasi sosial. Hal ini tentu membuat orang-orang yang mendapatkan stigma terbelenggu dan merasa tidak bebas beraktivitas karena lingkungan sosial menganggap mereka tidak berharga

Coba bayangkan jika dirimu yang mendapatkan cap/label negatif hanya karena satu perbuatan yang kamu lakukan. Bayangkan jika karena itu, orang-orang di sekitarmu jadi tidak mau mendekat dan mengasingkanmu dari lingkungan sosial. Tentu itu hal yang sangat menyedihkan, kan?


Memang, kamu tidak bisa serta merta menghapus segala stigma yang beredar di masyarakat. Akan tetapi, kamu punya pilihan untuk menjadi perpanjangan informasi yang mampu memberikan fakta-fakta sebenarnya agar stigma dapat diluruskan perlahan-lahan.


Biasanya, stigma pun muncul karena gosip-gosip tidak baik atau prasangka negatif yang belum pasti kebenarannya.


Memang bagaimana, sih, cara melawan stigma yang ada?

Tentunya, kamu bisa mulai dengan mengonfirmasi kebenaran berita dan fakta terkait stigma yang beredar. Kamu bisa memulai dengan pertanyaan, Apa benar orang yang ke psikolog itu gila dan membahayakan orang lain? Apa benar orang yang isolasi mandiri justru harus dijauhi? dan berbagai pertanyaan lain yang bisa membuatmu terus menggali kebenaran informasi.


Jangan sampai, kamu ikut terbawa arus dalam pemberian stigma pada orang lain, ya!


Yuk, bersama #TemaniTeman kita bebaskan lingkungan kita dari stigma yang membelenggu kebenaran dan kebebasan orang lain. Supaya, tidak hanya dirimu yang #SelaluBertumbuh.


Namun juga kamu bisa menjadi pelopor bagi orang lain untuk bertumbuh bersama dalam kemerdekaan yang sebenar-benarnya. Salah satunya, kemerdekaan dari stigma.


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza.

3 views0 comments

Recent Posts

See All