• klik klas

Bosan Selama PPKM? Musik-in Aja!

“Sudah mulai gelisah merasakan beraktivitas di rumah saja? Bagaimana jika mulai atur ulang playlist lagumu?”



Pernahkah kamu sedang belajar sesuatu yang nggak terlalu kamu minati, tapi dengan menambahkan lagu favorit dalam playlist belajarmu, entah mengapa keadaan tiba-tiba berubah. Kegiatan yang membosankan jadi terasa lebih menyenangkan?

Atau, pernahkah kamu ketika sedang ditugaskan membersihkan rumah oleh orang tua dengan membuat playlist lagu upbeat, bersih-bersih yang menyenangkan menjadi kegiatan yang penuh keceriaan? Dengan begitu ajaibnya, mendengarkan playlist kita dapat mengubah hari yang buruk menjadi nggak terasa begitu buruk.


Klikers dan Teman Baik, ternyata musik sangat kuat mempengaruhi otak, tubuh dan hubungan sosial kita, lho. Oleh karena itu, nggak heran kenapa banyak orang mengandalkan musik untuk melewati masa-masa berat kita. Pandemi membuat sebagian besar kegiatan kita untuk bersosialisasi menjadi terbatas. Begitu banyak dari kita yang merasa bosan, cemas, dan kesepian. Untungnya, sebagian besar dari kita masih dapat mengakses musik.


Musik dapat memiliki efek mendalam pada kesejahteraan fisik dan psikologis kita. Para peneliti telah menemukan musik juga dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi depresi, dan mengurangi kecemasan. Inilah sebabnya mengapa terapi musik sering digunakan sebagai strategi untuk mengobati berbagai masalah fisik, emosional, kognitif, dan sosial.


Manfaat Musik



Nah, sebenarnya apa sih yang kita dapatkan dari musik?


Pernah ga kamu merasa sangat tegang, tapi begitu mendengarkan musik dengan tempo yang lambat dan menenangkan, kita jadi lebih rileks? Hal ini juga dirasakan banyak orang, musik bisa membantu kita berhenti memikirkan hal-hal yang nggak menyenangkan dan mengendurkan syaraf-syaraf tubuh kita yang tegang.


Apakah kamu termasuk orang yang suka menulis? Jika ya, apakah kamu termasuk orang yang senang membuat daftar putar lagu (playlist) dan memutarnya saat menulis sesuatu? Mengapa? Mungkin kamu akan menjawab dengan beberapa alasan, salah satunya musik membantu kita mendapat ide-ide segar. Musik yang ceria akan membantumu mendapatkan banyak ide untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan. Musik yang menenangkan dapat membuat kita mendapat ide untuk rileks setelah seharian yang penat.

Akhirnya, musik bisa meningkatkan suasana hati. Beberapa dari kita mendengarkan lagu untuk mengingatkan kita akan saat-saat terbaik dalam hidup kita. Beberapa kita juga menemukan bahwa genre musik tertentu bisa mengangkat semangat kita.


Musik juga bisa membantu kita mengatasi perasaan sulit yang sedang kita alami, seperti kemarahan, kekecewaan, kesedihan, kehilangan dan berbagai emosi-emosi sulit lainnya. Musik bisa membantu kita mengungkapkan perasaan tanpa harus menggunakan kata-kata serta memproses perasaan kita.


Terapi Musik Dari Rumah Aja



Karena musik memiliki banyak dampak terhadap fisik dan psikis kita, nggak heran, musik juga dijadikan sebuah terapi mandiri di saat-saat pandemi seperti ini. Terapi musik adalah terapi yang menggunakan sifat musik untuk mengangkat suasana hati secara alami dan membantu kita meningkatkan kesehatan mental kita secara keseluruhan. Variasinya seperti kamu bisa membuat musik, menulis lagu, menyanyi, menari, mendengarkan musik bahkan sekedar membahas musik.Terapi musik ini dapat membantu orang dengan depresi dan kecemasan, dan dapat membantu meningkatkan kesehatan mental kita lho.


Tapi, gimana kalau aku nggak punya bakat musikal? Tenang, siapapun dapat terlibat dalam terapi musik. Kita nggak perlu latar belakang musik untuk merasakan efek menguntungkannya. Apalagi, ini bukan lomba bermusik. Prosesnya bisa sangat individual dan subjektif, jadi ini bukan soal siapa dengan kemampuan terbaik. Tapi, tentang bagaimana kita mengatasi emosi-emosi sulit kita salah satunya dengan melakukan sesuatu yang berkaitan dengan musik. Misalnya, kita dapat mendengarkan berbagai genre musik, memainkan alat musik, atau bahkan membuat lagu sendiri. Kita bisa memilih menyanyi atau menari. Kita juga bisa melakukan improvisasi.


Saat kita sedang dalam emosi-emosi yang pekat, kita bisa juga membiarkan emosi-emosi ini masuk ke dalam permainan musik kita. Kita bisa biarkan diri kita menangis saat memang kita ingin menangis, saat kita marah, kita bisa menari dengan Gerakan yang cepat dan keras, saat kita ingin rileks kita bisa memainkan akord yang lembut. Tahap ini disebut katarsis. Meluapkan emosi yang sedang meluap-luap dalam diri. Pada tahap ini, kita bisa memilih lagu yang membantu kita mengeksplorasi emosi kita.


Namun, jangan cuma memanjakan perasaan kita. Jika sudah lega, kita juga bisa menggunakan musik sebagai cara mengubah perasaan kita jadi lebih baik. Saat kita marah dan meledak-ledak, kita memilih lagu yang menenangkan. Saat kita sedang sedih, kita memilih lagu yang ceria. Karena efek musik yang begitu kuat, jangan sampai salah genre. Kalau kamu ingin semakin bersemangat, jauhi lagu-lagu yang mellow dan sedih, agar perasaanmu tidak terbawa.


Melakukan healing dengan musik bisa dilakukan oleh semua orang. Cocok untuk orang-orang dari segala usia, bahkan anak-anak yang sangat kecil pun bisa mendapat manfaat jika dipaparkan musik


Eits, Tapi Hati-Hati…



Lagu yang upbeat bisa memberi kita dorongan yang sangat dibutuhkan saat kita merasa sedih. Tetapi mungkin ada saat-saat kita malah memutar lagu sedih ketika kita sudah merasa tertekan. Sekali lagi, musik sangat kuat mempengaruhi emosi kita, sehingga, musik dapat memperkuat perasaan-perasaan negatif yang kita miliki.


Selain itu, terapi musik adalah salah satu alternatif healing yang bisa dilakukan di rumah saja. Namun, ada banyak gangguan emosi yang membutuhkan terapi tambahan. Oleh karena itu, terapi musik bukanlah satu-satunya hal yang dilakukan saat kamu dalam kondisi buruk. Perlu dikombinasikan juga ya dengan pola hidup yang baik. Bahkan, beberapa dari kamu juga perlu berbicara dengan psikolog, untuk melihat terapi apa lagi yang bekerja untuk menyelamatkan hari-harimu.


Selain itu, terapi musik terutama yang menggabungkan gerakan atau tarian mungkin nggak cocok buat kita yang mempunyai cedera atau kondisi fisik yang membuat kita jadi sulit untuk terlalu banyak bergerak.


Jika ada beberapa dari kita yang mempunyai kecenderungan depresif, biasanya kita lebih cenderung mendengarkan musik yang memperkuat depresi kita. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang merenung—yang sangat memprediksi depresi, kemungkinan akan tertarik pada musik yang memperparah depresi. Penelitian lain menemukan bahwa orang dengan depresi nggak selalu dapat memilih musik yang akan membantu mereka merasa lebih baik. Akibatnya, kita terus mendengarkan musik yang memperkuat perasaan kita berulang-ulang. Jadi, penting untuk mempertimbangkan bagaimana musik yang kita dengarkan benar-benar memengaruhi kesehatan mental kita. Jika Kita nggak yakin, jangan takut untuk meminta pendapat kedua dari orang lain tentang apakah pilihan musik kita mungkin membantu atau menyakiti diri kita. Karena memang, sulit untuk bersikap objektif tentang banyak hal jika kita sudah merasa tertekan.


Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir



Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya


Aalbers S, Fusar-Poli L, Freeman RE, et al. musik therapy for depression. Cochrane Database Syst Rev. 2017;11(11):CD004517. doi:10.1002/14651858.CD004517.pub3


De Witte M, Spruit A, Van Hooren S, Moonen X, Stams GJ. Effects of musik interventions on stress-related outcomes: a systematic review and two meta-analyses. Health Psychol Rev. 2019;:1-31. doi:10.1080/17437199.2019.1627897


Ellis RJ, Thayer JF. musik and autonomic nervous system (dys)function. musik Percept. 2010;27(4):317–326. doi:10.1525/mp.2010.27.4.317


Garrido S., Schubert E. Moody melodies: do they cheer us up? A study of the effect of sad musik on mood. 2015. Psychol. musik 43 244–261. 10.1177/0305735613501938


Kathleen Napier, Lior Shamir; Quantitative Sentiment Analysis of Lyrics in Popular musik. Journal of Popular musik Studies 4 December 2018; 30 (4): 161–176. doi:10.1525/jpms.2018.300411


Kordovan S, Preissler P, Kamphausen A, Bokemeyer C, Oechsle K. Prospective study on musik therapy in terminally ill cancer patients during specialized inpatient palliative care. J Palliat Med. 2016;19(4):394-399. doi:10.1089/jpm.2015.0384


Lee JH. The effects of musik on pain: a meta-analysis. J musik Ther. 2016;53(4):430-477. doi:10.1093/jmt/thw012


Lee KS, Jeong HC, Yim JE, Jeon MY. Effects of musik therapy on the cardiovascular and autonomic nervous system in stress-induced university students: a randomized controlled trial. J Altern Complement Med. 2016;22(1):59-65. doi:10.1089/acm.2015.0079


Mofredj A, Alaya S, Tassaioust K, Bahloul H, Mrabet A. musik therapy, a review of the potential therapeutic benefits for the critically ill. J Crit Care. 2016;35:195-199. doi:10.1016/j.jcrc.2016.05.021


Wang W-C. A study of the type and characteristics of relaxing musik for college students. Proc Mtgs Acoust. 2014;21:035001. doi:10.1121/1.4902001.


Wilhelm K., Gilllis I., Schubert E., Whittle E. L. On a blue note: depressed people’s reasons for listening to musik. musik Med. 2013. 5 ;76–83. doi:10.1177/1943862113482143


28 views0 comments

Recent Posts

See All