• klik klas

Bingung Jadi Apa, Saat Punya Banyak Bakat



“Halo Klikers, bagaimana cara kita tau "hal apa yg sebenarnya kita mau?" jujur sampai saat ini saya masih bingung tujuan hidup saya apa, semua sudah dicoba tapi masih merasa ada yg kurang pas?”


Ada nggak di antara kalian yang ngerasa punya banyak bakat dan minat? Kemudian jadi bingung mau nentuin karir apa, mau jadi spesialis di bidang apa, atau tujuan hidupnya mau kemana?


Memang akhir-akhir ini, gaung untuk menjadi seorang spesialis dengan begitu kuatnya. Apalagi anjuran-anjuran untuk menemukan satu hal yang akan kita fokuskan dan kemudian menguatkan hal itu untuk jadi spesialisasi kita.


Tapi, apa kabar kamu, kita atau mereka yang memiliki banyak bakat dan minat, bakal bingung banget kan pas diminta untuk menekuni satu hal aja.


Nah, buat kamu yang ngerasa multiminat dan multibakat, kamu mungkin akan terus merasa gelisah dan bisa juga ngerasa salah serta menyalahkan dirimu sendiri karena kamu kok nggak bisa fokus satu aja sih.


Atau, kamu bisa aja ngiri sama temen-temenmu yang udah tahu satu hal yang ingin dia fokusin di mana dan sudah mulai kelihatan hasilnya. Sementara, kamu kok masih ingin coba ini itu, begitu banyak yang membuatmu tertarik dan dengan cepat bisa kamu kuasai juga. Jadi, pernah nggak kamu merasa aneh karena berbeda dengan teman-temanmu?


Dalam beberapa kasus, si multipotensi ini bisa saja mengalami kecemasan dan depresi, karena merasa tidak bisa diterima oleh orang lain, sendirian, dan merasa ada yang salah dengan dirinya sendiri.


Kalau kamu memang tipikal yang memiliki banyak minat dan bakat, namun belum tahu sebenarnya dirimu maka, mari kita kenalan dengan istilah “Multipotentiality” sebuah kondisi dimana seseorang dianugerahi multiminat dan multibakat.


Si Banyak Bisa, Si Banyak Ingin

Multipotensialitas adalah sebuah istilah yang diinisiasi oleh Emilie Wapnick, seorang penulis dan pembicara best-seller, yang pernah mengisi TedTalk dengan judul “​Why some of us don't have one true calling​” (Mengapa sebagian dari kita tidak punya satu panggilan hati?).

Multipotensi adalah sebuah keadaan yang mana seseorang memiliki banyak bakat yang luar biasa, jadi nggak Cuma satu karpet merah saja, ia bisa jadi banyak hal dan melakukan hal tersebut sama baiknya. Anak-anak pintar dan berbakat seringkali (walaupun tentu aja nggak selalu), sering berpotensi memiliki banyak minat dan potensi. Kemampuan intelektual mereka yang tinggi dan rasa ingin tahu mereka yang kuat menjadikan mereka bisa jadi unggul di berbagai bidang. Kemampuan yang banyak Ini bisa menjadi berkah sekaligus kutukan.


Sisi baiknya, para multipotensi ini memiliki banyak pilihan untuk karir masa depan. Tetapi pada sisi negatifnya, beberapa multipotensi ini akan berjuang mati-matian mencoba memutuskan pilihan mana yang harus diambil. Mereka akan terserang banyak dilemma dan banyak sekali kegundahan. Terutama saat mereka mulai masuk ke sekolah menengah atas, perkuliahan, dan bahkan pasca kampus, dimana mereka mulai mendapati dunia meminta dan menganjurkan mereka menjadi seorang spesialis. Dilema ini bisa menjadi sumber stress yang luar biasa. Pada banyak kasus menyebabkan harga diri yang rendah, tidak semangat untuk hidup, kebingungan, kesepian, kecemasan dan bahkan depresi.

Kalau Kamu Merasa Multipontensialis, Jangan Merasa Sendiri

Para multipotensialis ini seringkali merasa ada yang salah dengan diri mereka ketika mereka melakukan perbandingan dengan orang lain. Seringkali mereka merasa sangat salah dan tidak nyaman menjadi diri sendiri.


“Kenapa aku nggak bisa menemukan satu hal saja yang bisa aku tekuni seperti temanku,”


“Apakah aku harusnya memilih satu pekerjaan saja seperti orang lain?” tapi, ketika mereka menjalaninya, mereka merasakan ketidaknyamanan, kehilangan diri mereka sendiri, kebosanan, dan berbagai hal lainnya.


“Apakah aku orang yang nggak bisa berkomitmen karena aku nggak bisa memilih satu jenis minat saja?”


“Apa aku nggak bakal sukses kalau punya banyak minat kayak gini, sementara teman-temanku udah mulai naik jabatan?”


Klikers dan 3TemanBaik, kalau dalam sanubarimu kamu adalah seorang spesialis, yang tahu apa satu hal yang menjadi panggilan jiwamu, maka lakukan itu dengan sepenuh hati. Namun, ada juga yang tercipta dengan energi yang sangat besar untuk menyukai banyak hal dan bisa menguasai tidak hanya satu bidang. Kamu bisa jadi tercipta sebagai makhluk multipotensi. Kamu tidak perlu membuang jati dirimu sebagai si multipotensi ini.


Berbanggalah Jika Kamu Multipotensi



Setidaknya ada tiga kemampuan unik yang dimiliki oleh si multipotensi ini, yaitu kemampuan inovasi, belajar cepat, dan adaptasi.


Inovasi

Bagi spesialis, menjadi sangat ahli di suatu bidang menyediakan kemampuan dan ketajaman dalam satu bidang khusus. Namun, menjadi seorang multipotensialis, kemampuan unik mereka adalah mengkombinasikan satu dan beberapa bidang. Ini adalah cikal bakal lahirnya berbagai jenis inovasi. Apalah di era saat ini yang mana kemampuan inovasi sangat dibutuhkan oleh semua pihak.


Belajar Cepat

Multipotensi ini tidak sama dengan mereka yang tidak tahu punya bakat apa. Tetapi, mereka sangat tahu, bahwa minat mereka sangat banyak. Oleh karena itu, satu ciri khas multipotensialis adalah mereka senang belajar dan seringkali dengan cepat belajar apapun (ingat seringkali multipotensi dialami oleh anak cerdas berbakat istimewa (gifted)?

Kemampuan belajar cepat ini juga sangat dibutuhkan pada era dimana perubahan terjadi begitu cepat, sehingga kita harus terus bisa dan mau mengembangkan diri. Para multipotensialis ini sudah diberikan anugerah dari sana untuk menguasai sesuatu dengan cepat, namun juga mudah bosan dengan cepat, karena lagi-lagi sesuatu itu tidak lagi terasa menantang.


Adaptif

Kalau kalian merupakan orang dengan multipotensi, berbahagialah, karena kalian benar-benar makhluk yang dianugerahi secara alami keinginan untuk terus belajar sesuatu yang baru, tertantang menaklukkan banyak hal, dan tentu saja, tidak takut mencoba hal baru. Dampak panjangnya adalah para multipotensialis ini akan menjadi orang yang secara alami adaptif.


Soal Karir dan Kecenderungan Alamiahmu

Hai para multipotensialis, jika kamu orang yang punya banyak minat dan bakat, bebaskan dirimu sendiri untuk hanya berkarir di satu hal. Ada banyak cara menyiasati hal ini. Misalnya, bekerjalah kamu di sektor yang memang mendukung karakter belajar dan inovatifmu, atau, kamu bisa juga merawat semua minatmu dengan menjadi freelancer sehingga tidak perlu terikat pada satu tempat yang membuatmu harus menyempitkan potensimu, lalu bagaimana jika kamu memutuskan satu pekerjaan utama, namun tetap mengembangkan minat lainnya sebagai pekerjaan sampingan lainnya?


Sepatah Kata Dari Klik.Klas

Jika kamu telah berhasil menyelesaikan artikel ini dan kamu baru sadar bahwa kamu seorang multipotensialis, jangan pernah merasa sendirian dan salah arah. Perasaan tidak punya tujuan kadang menjadi tekanan yang begitu besar, tapi pada saat yang sama, banyak anugerah yang membersamai kecenderungan alamiahmu ini. Be happy, dear multipotentialist


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.


Baca Artikel Ilmiahnya Yuk…

Nester, H., & Buford, M. (2018). Multipotentiality: Finding a career path that reflects who you truly are.

Achter, J. A., Benbow, C. P., & Lubinski, D. (1997). Rethinking multipotentiality among the intellectually gifted: A critical review and recommendations. Gifted Child Quarterly, 41(1), 5-15.










1 view0 comments

Recent Posts

See All