• klik klas

Biar Keren, Ikutin Tren, Benarkah?

Halo Klikers dan Teman Baik!

Pernah nggak, sih, saat kamu ada dalam sebuah kelompok dan memiliki pendapat berbeda dengan mereka lantas kamu memendam pendapatmu dan memilih untuk mengikuti apa yang mereka pilih? Biasanya, hal ini terjadi karena ada ketakutan dipandang aneh, keinginan untuk diterima oleh kelompok, atau sekadar ingin #TemaniTeman yang butuh dukungan.

Kalau kamu pernah mengalami bahkan sering mengikuti pendapat mayoritas tanpa memikirkan dengan matang, sepertinya kamu sedang terjebak dalam bandwagon effect. Memang itu apa, sih?


Bandwagon effect adalah kondisi ketika seseorang cenderung menyamakan pendapat, pilihan, dan perilakunya karena melihat orang lain (mayoritas) melakukan hal tersebut agar terlihat keren, tidak ketinggalan zaman, atau hanya karena ingin diterima oleh lingkungan.


Sebenarnya, istilah ini lebih sering digunakan pada konteks pemilihan umum—memilih kandidat atau partai yang didukung oleh lingkungan pergaulanmu meski kamu sebenarnya punya pilihan lain. Namun, semakin ke sini istilah tersebut meluas ke banyak hal.

Seperti misalnya sejak pandemi ini banyak orang mulai banyak yang menonton drama korea, berlangganan Netflix, dan nge-hype berbagai serial di sana. Kamu melihat itu sebagai tren yang keren dan merasa kalo nggak ikut-ikutan kayaknya kamu bakal dianggap kuper (kurang pergaulan) atau mainnya kurang jauh. Hal itu membuatmu yang awalnya tidak menyukai drama korea dan nggak mau buang uang buat berlangganan Netflix akhirnya memilih mengikuti tren daripada mempertahankan prinsipmu.


Contoh lainnya dari bandwagon effect bisa juga terjadi di media sosial. Ketika kamu sedang menjelajah di media sosial, kamu melihat mulai banyak kreator konten bermunculan. Mereka membuat microblog, reels, dan berbagai konten lain untuk mengedukasi atau hanya mencari popularitas. Kamu merasa hal itu keren dan kekinian sehingga kamu pun mulai mengikuti apa yang mereka lakukan. Inilah bandwagon effect.


Apakah bandwagon effect berdampak negatif?

Setiap fenomena, pilihan, dan situasi tentu punya dampak positif dan negatifnya. Begitu pula perihal bandwagon effect yang tidak selalu berdampak negatif. Dampak positif atau negatif itu tergantung dari caramu menanggapinya.


Kalau tren yang kamu ikuti bermanfaat untuk dirimu dan banyak orang—seperti membuat konten edukasi dengan fitur-fitur media sosial—tentu itu menjadi dampak positif karena bisa membuatmu #SelaluBertumbuh. Sebaliknya, jika tren yang kamu ikuti hanya membuang waktu atau membuatmu melenceng dari prinsip kebenaran, jelas itu menjadi dampak negatif, ya.


So, mengikuti tren memang nggak masalah asalkan ada dampak positif dan bermanfaat untukmu serta lingkunganmu, ya!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

3 views0 comments

Recent Posts

See All