• klik klas

Berlomba Siapa Yang Paling Menderita


Haloo Klikers dan Teman Baik, siapa di sini yang suka cerita sama orang lain atau mendengarkan cerita orang lain? Kamu ngerasa nggak sih ada tipe tipe orang yang suka adu derita? Temannya cerita diputusin pacar toxic, eh dia malah curhat balik mantanya yang lebih toxic. Seakan akan lawan bicaranya nggak berhak sedih karena masalahnya tidak seberat dirinya.


Jika kamu adalah orangnya, stop berlomba untuk menunjukan siapa yang paling menderita. Klikers dan Teman Baik, tidak ada piala untuk orang orang yang menang siapa yang paling menderita. Lagi pula kita tidak bisa mengukur masalah siapa yang paling berat karena kemampuan setiap orang menghadapi masalah berbeda beda.


Kamu bisa jadi kuat menghadapi masalah di percintaan yang begitu suram, belum tentu teman kamu bisa. Begitupun juga teman kamu, teman kamu bisa menghadapi ujian keluarga yang begitu rumit belum tentu jika ujian kamu di keluarga kamu juga bisa sekuat dia.


Jadi, teruntuk kamu yang suka adu derita. Stop untuk melakukan itu.

Jika teman kamu ingin bercerita masalahnya kepadamu, cukuplah kamu mendengarkannya dengan penuh rasa empati, kamu tidak perlu untuk menceritakan masalah kamu juga. Pada saat itu, dia nggak butuh cerita masalah kamu, masalah dia aja udah berat, jangan ditambah tambahin.


Mungkin pada saat itu kamu merasa dengan kamu menceritakan pengalaman kamu yang lebih berat, kamu memotivasi dia agar bisa melewati masalahnya sebagaimana kamu bisa melewati masalah kamu di masa lalu.


Nggak begitu konsepnya Klikers dan Teman Baik, kamu dan dia berbeda.

Posisikan dirimu sebagai orang yang memang hanya ingin mendengarkan dia dan ada disaat dia butuh, jika dia tidak meminta kamu menasehatinya jangan terlalu mencari ide untuk menasehatinya karena sebenarnya banyak orang yang ketika cerita dia tau solusinya, tetapi yang dia butuhkan hanyalah pundak dan telinga yang bersedia mendengarkan masalahnya.


Jadi, Klikers dan Teman Baik, berilah ruang untuk mereka bercerita dengan rasa aman tanpa ada rasa takut dijudge bahwa masalahnya adalah masalah kecil. Sekecil apapun masalah adalah masalah dan apa apa yang menurut kita masalah belum tentu menurut orang lain masalah begitupun sebaliknya.


Jadi, hargailah mereka dan validasi perasaanya, validasi masalahnya dan biarkan mereka tenang dengan menceritakan masalahnya kepadamu.

Yuk #SelaluBertumbuh bersama #TemaniTeman


Deli Fatmawati S.Psi

Deli adalah penulis buku anak dan sudah menulis tiga buku anak, senang berdiskusi tentang mental heatlh, self development dan islam.

Temukan tulisan Deli lebih banyak di instagram @Delifatmawati


0 views0 comments

Recent Posts

See All