• klik klas

Berdamai Yuk dengan Body Shaming!

Siapa sih yang nggak gemes banget sama orang yang suka komentar fisik orang lain? Rasanya menyebalkan sekali ya, kayak nggak ada kerjaan aja selain sibuk menilai tubuh orang lain! Tenang, tenang… Klikers dan Teman Baik harus memahami alasan di balik orang yang melakukan body shaming ke orang lain.

Body shaming sendiri artinya adalah kritik terhadap tubuh. Bisa ukuran tubuh, kondisi wajah, warna kulit, kondisi rambut kepala, dan apapun yang berkaitan sama tubuh. Sebenernya, nggak hanya orang lain yang bisa body shaming ke kita. Kita suka nggak sadar lho merasa kurang bersyukur sama tubuh kita.



Bahaya nih kalau kamu terlalu sering memberi penilaian buruk pada tubuhmu sendiri. Kok kurus banget ya aku, duh gendut ya lenganku, yaampun jerawatku banyak banget, rambutku kok tipis ya. Kebiasaan seperti ini bakalan membuat kepercayaan dirimu runtuh. Padahal mungkin orang lain nggak peduli dengan kondisi fisikmu. Akhirnya, kamu deh yang dirugikan. Seharusnya bisa tampil pubic speaking, tapi karena kamu nggak nyaman dengan jerawat di wajah, kamu memutuskan undur diri.


Memang, butuh waktu untuk menerima kekurangan fisik sebagai bagian dari diri kita. Kenapa ini bisa terjadi? Karena banyak orang telah membuat definisi cantik atau ganteng itu adalah mereka yang sempurna secara fisik. Padahal, fisik nggak abadi. Semakin tua, kulit kamu pasti keriput, rambut kian memutih, garis wajah kian terlihat. Sedangkan, sifat dan sikap akan bertahan sepanjang hayat. Jadi sejatinya, makna cantik ada dalam kebaikan hati. Semakin cantik, semakin terpancar kebaikan dari tutur kata dan perilakunya.

Sekarang gimana nih kalau kamu baik-baik aja sama kondisi fisik, tapi orang lain tidak berhenti berkomentar. Akhirnya, kamu jadi ikut-ikutan terbawa emosi deh. Inilah tantanganmu. Yakinlah bahwa orang yang menilai orang lain secara negatif, sebenarnya karena dia juga belum menerima dirinya seutuhnya. Kalau orang bisa melihat kelebihan dari dirinya, maka ia cenderung melihat kelebihan pada diri orang lain.


#SelaluBertumbuh bersama #TemaniTeman yuk! Caranya dimulai dari mencintai diri sendiri dan berdamai dengan kekurangan. Kekurangan tidak membuat kamu buruk, tapi justru menjadi kekuatan apabila kamu bisa mengelolanya. Selamat mencintai diri sendiri ya!



Tentang Penulis

Nurkhalisha Ersyafiani, S.Psi

Halo Klikers dan Teman Baik, saya Ersya. Saat ini, sedang menempuh pendidikan Magister Psikologi di Universitas Gadjah Mada. Saya senang belajar tentang dinamika kehidupan manusia, berbagi cerita, juga menulis artikel seputar kesehatan mental dan pengembangan kepribadian. Ngobrol yuk via Instagram di @nurkhalishaersya


2 views0 comments

Recent Posts

See All