• klik klas

Bercerita Baik Untuk Kesehatan Mental, Lho


“Hidupku nggak tahu kenapa, ada aja orang baik yang nolongin. Entah kenapa aku sering merasa jadi orang yang beruntung,”


Sementara yang lainnya, “Kok aku apes terus sih, apa jangan-jangan aku bawa sial yaa, haha…”


Pernah nggak mendengar kalimat-kalimat ini? Atau kalimat-kalimat serupa?


Dear Klikers dan Teman Baik, percaya nggak teman-teman, bagaimana cara kita memandang hidup dan bagaimana kita menceritakan hidup kita ke diri kita sendiri dan orang lain adalah hal yang sangat menentukan kesuksesan hidup kita.


Bercerita. Bercerita biasa digunakan untuk menghibur atau menjelaskan sesuatu. Tapi, ada banyak manfaat dari bercerita. Terutama, bagaimana kita menarasikan, mengisahkan hidup kita, menjelaskan sesuatu yang terjadi, dan memaknainya lah yang akan membuat perubahan atau tidak dalam hidup kita.


Bercerita adalah bagian dari kehidupan kita. Baik disadari atau tidak, kita semua adalah pendongeng, pencerita yang handal.


Kita adalah seorang pendongeng ketika kita berbagi dengan anggota keluarga tentang peristiwa negatif yang terjadi di sosial media, kita adalah pendongeng yang baik. Kita juga adalah pendongeng ketika kita menggambarkan awal dari kisah lucu diri kita atau orang lain. Ketika kita berbicara tentang berbagai peristiwa, perasaan dan ide, kita menggunakan teknik bercerita. Setiap hari kita bercerita. Bahkan, seringkali kita memulai percakapan juga dengan sebuah cerita, cerita adalah salah satu cara kita bermasyarakat. Mau diakui atau tidak, setiap hari kita adalah seorang pendongeng, pengkisah, dan pencerita. kita berbagi cerita dengan orang lain lebih sering daripada yang kita sadari.


Lalu, apa sih manfaat dari bercerita, menarasikan sesuatu, dan apa kaitannya dengan kesehatan mental?


Kaitan Antara Bercerita dan Kesehatan Mental

Annie Brewster, asisten profesor di Harvard Medical School dan internis di Massachusetts General Hospital adalah pendiri Health Story Collaborative. Dia memulai organisasi nirlaba ini untuk membantu pasien dan keluarga memahami trauma dan berbagai tantangan kesehatan mental dan fisik.


Menariknya dia juga ingin membuat forum untuk bertukar cerita dan mengubah kesehatan mental melalui bercerita. Dia percaya bahwa cerita menghubungkan kita. Cerita menyembuhkan. Penelitian dari bidang psikologi naratif juga menunjukkan ada lho hubungan antara narasi dan kebahagiaan. Menjelajahi kisah pribadi diri kita, atau orang lain, merenungkan, merefleksikan, mengubah narasi ini, dan membagikannya bisa saja membuat kita rentan, tetapi juga membantu kita sembuh dan tumbuh.


Manfaat Bercerita untuk Kesehatan Mental

Berikut adalah beberapa keuntungan positif bagi otak kita ketika kita terlibat dalam proses bercerita. Hanya dengan bercerita, mendengarkan cerita dan berbagi cerita, kita melakukan sesuatu yang baik untuk kesehatan mental kita. Kok bisa? Bisa dong. Yuk kita bahas langsung!


Saling Bercerita Meningkatkan Keterampilan Mendengarkan & Menumbuhkan Imajinasi

Pernah nggak, kita merasa senang jika saat kita bercerita masalah kita, kita didengarkan dengan baik? Pasti lega dan merasa diterima banget ya. Dan, pernah nggak ketika di posisi yang mendengarkan masalah orang lain, kita lah yang berlatih untuk mendengarkan sepenuh hati?


Saat kita menjadi pendengar aktif, kita akan berusaha memfokuskan semua indra kita dan memberikan perhatian penuh pada cerita lawan bicara. Menjadi pendengar yang lebih baik dan aktif adalah keterampilan sosial yang penting lho untuk dimiliki saat kita bergaul dengan orang lain.


Meningkatkan Empati & Retensi Memori

Bagaimana dengan membaca kisah melalui buku?


Ketika kita terhubung dengan karakter dalam sebuah cerita, otak kita melepaskan oksitosin. Oksitosin dikaitkan dengan empati, sebuah hormon dalam membantu kita terhubung dan memperdalam hubungan sosial kita.


Selain meningkatkan empati, manfaat lain yang kita peroleh dari bercerita adalah peningkatan daya ingat. Jennifer Aaker, seorang profesor marketing di Stanford Graduate School of Business, mengatakan bahwa orang mengingat informasi ketika dijalin menjadi narasi, “hingga 22 kali lebih banyak daripada fakta saja.” Artinya, sampaikan fakta dengan bercerita.


Itu sebabnya ketika kita terbawa oleh sebuah narasi dan menggerakkan sisi-sisi emosional kita, kekuatan cerita akan sangat menempel di penerimanya.


Meningkatkan Emosi Positif

Menurut penelitian terbaru dalam psikologi positif, bagaimana kita menceritakan kisah kita mengendalikan emosi diri kita. Cerita bisa mengubah suasana hati kita. Perubahan suasana hati dan pandangan ini adalah hal yang penting dalam proses terapi, penyembuhan dan pertumbuhan psikologis. Dengan munculnya banyak emosi positif dan optimisme, kita akan bisa mengatasi kesulitan dengan lebih baik, serta akan menghadapi rintangan dengan lebih siap. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh anak-anak yang dirawat di rumah sakit dalam perawatan intensif, satu sesi bercerita saja, bisa menyebabkan peningkatan oksitosin, pengurangan kortisol dan rasa sakit, serta perubahan emosional positif pada anak-anak, lho.


Membantu Kita Mengubah Hidup Kita

Mengubah narasi hidup kita, artinya kita mengubah cara kita memandang hidup. Kita bisa mengubah narasi pribadi kita dalam menanggapi keberhasilan dan kegagalan yang kita hadapi. Dalam penelitian tentang remaja mengenai ketekunan dan prestasi akademik, para ilmuwan menemukan bahwa narasi baru dari sebuah pengalaman yang menyakitkan bisa memotivasi diri sendiri dengan cara yang positif.


Saat kita bisa melihat kesuksesan kita dan menjelaskan cara kita mencapai kesuksesan dengan narasi yang tepat, cerita yang kita ceritakan bisa mengingatkan orang bagaimana cara efektif dalam pencapaian tujuan, sehingga meningkatkan harga diri diri sendiri dan orang lain, serta bisa juga jadi memotivasi mereka untuk mencapai kesuksesan lain.


Di sisi lain, saat kita mengalami kegagalan, dan kita mampu melihat kegagalan itu dengan cara yang tepat, persepsi yang benar, dan menarasikan dengan ke diri kita dan orang lain dengan tepat pula, kita jadi bisa melihat sesuatu dengan objektif. Kita bisa jadi lebih menghargai upaya diri kita dan orang lain, memberikan penghargaan kepada diri sendiri, karena telah melewati tantangan dan mendorong kita untuk melihat bahwa kita harus lebih siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.


Sepatah Kata Dari Klik.Klas dan Teman Baik

Klikers dan Teman Baik, bercerita bisa membantu kita menuangkan segala pikiran yang menahan kita untuk bertumbuh. Dengan menantang pikiran-pikiran yang nggak sehat dan memperluas cara kita melihat sesuatu, bercerita bisa menjadi salah satu cara untuk melihat sesuatu dengan berbeda. Agar kita punya sudut pandang baru yang lebih sehat. Sudut pandang ini lah yang menentukan kita kesehatan mental kita. Jangan takut untuk bercerita dan menemukan sudut pandang yang berbeda.


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya

Adler JM, Lodi-Smith J, Philippe FL, Houle I. The Incremental Validity of Narrative Identity in Predicting Well-Being: A Review of the Field and Recommendations for the Future. Pers Soc Psychol Rev. 2016;20(2):142-175. doi:10.1177/1088868315585068


Brockington G, Moreira APG, Buso MS, et al. Storytelling increase oxytocin and positive emotions and decreases cortisol and pain in hospitalized children. PNAS. 2021;118(22).


Jones BK, Destin M, McAdams DP. Telling Better Stories: Competence-building narrative themes increase adolescent persistence and academic achievement. Journal of Experimental Social Psychology. 2018;76:76-80.


McAdams DP, McLean KC. Narrative Identity. Current Directions in Psychological Science. 2013;22(3):233-238. doi:10.1177/0963721413475622


Rutledge PB. Everything Is Story: Telling Stories and Positive Psychology. In: Gregory EM, Rutledge PB. Exploring Positive Psychology: The Science of Happiness and Well-Being. ABC-CLIO. 2016.


Stanford University. Harnessing the Power of Stories.


Suzuki W, Feliú-Mójer MI, Hasson U, Yehuda R, Zarate JM. Dialogues: The science and power of storytelling. JNeurosci. 2018;38(44):9468-9470.

2 views0 comments

Recent Posts

See All