• klik klas

Berbuat Salah Itu Tidak Sepenuhnya Salah!

Halo, Klikers dan Teman Baik!


Dari kecil sampai sekarang, dari sekolah dasar sampai kuliah, bahkan bekerja, tentu kamu pernah mengalami yang namanya kesalahan. Baik itu berbuat salah, salah menjawab soal, salah pakai seragam, salah jajan yang bikin sakit, dan berbagai kesalahan lainnya. Mungkin kesalahan-kesalahan itu sering kamu tanggapi dengan ringan—saat itu. Paling kena marah orang tua atau malu dilihat teman-teman.



Akan tetapi, semakin dewasa, ada kesalahan-kesalahan yang mungkin tak bisa ditoleransi oleh diri sendiri. Meski lingkungan sudah berkata tidak apa-apa, terkadang diri ini terlalu tenggelam dalam penyesalan dan terus menyalahkan diri sendiri.


Kenapa, ya, tidak bisa seperti saat kecil dulu yang semuanya selesai selepas orang tua atau guru memarahi kita?


Tentu semua itu terjadi karena cara berpikirmu dan kita semua semakin dewasa, berbeda dari saat kecil. Terkadang, kamu pun banyak menduga-duga dan membangun persepsi sendiri atas hal-hal yang belum terjadi. Tak jarang pula, kamu mengait-ngaitkan kesalahan dengan kemungkinan yang terjadi di masa depan hingga amat sangat cemas dan takut melakukan kesalahan lagi. Ketakutan ini pun menghambatmu untuk mencoba hal baru dan memaksimalkan potensi dirimu.



Halo, kamu yang lagi baca artikel #TemaniTeman ini! Yuk, coba tarik napas dulu :)

Mari coba sadari kembali. Dirimu yang mampu berdiri dengan keren saat ini adalah hasil pembelajaran dari kesalahan di masa lalu. Kesalahan yang pernah dilakukan membuatmu belajar bahwa ada hal yang salah dan ada yang benar. Kamu jadi tahu dan menyimpan ingatan tentang mana yang benar dan mana yang salah.


Hei, itu artinya kamu #SelaluBertumbuh dari kesalahanmu, loh!


Kalau kamu berbuat kesalahan, artinya mungkin kamu belum lihai dalam melakukan suatu hal. Artinya juga, kamu perlu belajar lebih jauh untuk menguasai hal tersebut. Dengan kesalahan yang tercipta, kamu jadi belajar untuk tidak lagi mengulangi kesalahan itu.

Iya, kesalahan adalah proses pembelajaranmu.



Coba bayangkan kalau kamu tidak pernah berbuat salah? Dari mana kamu tahu mana yang kurang dan mana yang sudah oke? Dari mana kamu tahu mana yang sudah kamu kuasai dan mana yang belum? Sulit. Kesalahan terjadi sehingga kamu lebih mudah mengidentifikasi sisi mana dari dirimu yang perlu dikembangkan.


So, tak perlu takut berbuat salah. Berusahalah semampumu, tetapi jika ada kesalahan tercipta, yakinlah bahwa itu bisa membuatmu belajar dan bertumbuh. Kesalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal bagi dirimu untuk semakin memperbaiki diri. Jika karena satu kesalahan kamu berhenti selama-lamanya, nah, itulah akhir dari segalanya.

Semangat berproses dan bertumbuh menjadi versi terbaik dirimu lewat kesalahan yang tercipta, ya!


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

1 view0 comments

Recent Posts

See All