• klik klas

Benarkah Kamu Introvert karena Tidak Bisa Memulai Obrolan?

Halo Klikers!


Mungkin kamu sering baca di media sosial tentang apa itu introvert dan ekstrovert. Lalu, sering kali banyak yang melabeli dirinya sebagai seorang introvert karena tak bisa memulai obrolan. Padahal, seorang yang tidak bisa atau tak biasa memulai obrolan belum tentu seorang yang introvert. Mengapa?

Perlu diluruskan lagi, ya, kalau pengkategorian introvert dan ekstrovert adalah perihal cara seseorang untuk menyalurkan energi dan mengisi kembali energinya. Kalo orang ekstrovert senang menyalurkan energi dan mengisi energinya dengan berkumpul serta bertemu orang banyak.


Di sisi lain, orang introvert lebih senang menyalurkan energi ke aktivitas yang bersifat personal dan mengisi energi dengan banyak me time sendiri.


Kemampuan untuk memulai obrolan tidaklah berhubungan dengan kepribadian introvert atau ekstrovert. Kemampuan ini masuk ke ranah softskill yang sebenarnya bisa dilatih jika kamu mau.


Katakanlah kamu tak bisa memulai obrolan karena merasa takut orang lain tidak nyaman atau tidak tahu topik apa yang mau dijadikan bahan obrolan. Maka, kamu bisa melatih kemampuan ini dengan beberapa cara.


1. Kesampingkan Rasa Enggan

Kalo kamu keburu enggan dan nggak enakan, tentu kamu akan sulit mengajak orang lain mengobrol. Cobalah untuk menyampingkan rasa enggan/sungkan itu dan beranikan diri untuk membuka suara.


2. Mulai dari topik sederhana

Mungkin sebenarnya kamu memiliki keberanian untuk memulai obrolan. Hanya saja, kamu tidak tahu harus memulainya dari mana. Maka, kamu bisa, loh, memulainya dari hal sederhana. Misalnya,


- “Eh, gimana aktivitasmu hari ini, lancar?”

- “Apa kabar? Hawanya enak, ya, buat tidur.”


Atau, jika kamu baru kenal dengan orang baru, kamu bisa mulai dengan menanyakan hal-hal tentang dirinya, seperti asal daerah, kesukaannya, dan lain-lain.

3. Mulai dari Topik Sederhana

Biasanya, ini sangat perlu diperhatikan saat kamu baru mengenal orang baru. Jangan sampai orang lain yang mau kamu ajak ngobrol malah merasa risih karena kamu terkesan SKSD—sok kenal sok deket. Tetaplah bersikap sopan dan perhatikan bahasa tubuh orang yang kamu ajak bicara.


4. Peka dengan Bahasa Nonverbal

Nah, ini bisa dilatih dengan banyak membaca buku yang menjelaskan tentang bahasa nonverbal atau dengan pengalaman trial-error. Perhatikan orang yang mau kamu ajak ngobrol. Apakah dia sedang luang? Apakah dia terlihat antusias ketika diajak ngobrol? Apakah dia terburu-buru dan terus menerus melihat jam?


Kepekaan ini bisa muncul dengan sendirinya, tetapi bisa juga diasah. Peka dengan bahasa nonverbal membuatmu bisa memutuskan untuk melanjutkan obrolan atau mengakhirinya dengan sopan.


Itulah sedikit cara untuk melatih diri agar mampu memulai komunikasi dan obrolan dengan orang lain. Hal ini bisa dilatih dan tidak ada hubungannya dengan kepribadian introvert atau ekstrovert, ya!


Selamat melatih diri, Teman Baik!

9 views0 comments

Recent Posts

See All