• klik klas

Beginilah Rasanya Hidup Merantau Jauh Dari Keluarga

Siapa disini yang pernah jauh dari orangtua karena harus bekerja di luar kota? Atau menikah dan ikut suami di kota lain?


Kalau ditanya bagaimana rasanya, pasti nano-nano ya. Satu sisi merasa senang karena bebas. Tidak ada omelan dari ibu, tidak disuruh ini itu lagi, dan semuanya terserah kamu yang mengatur.


Sayangnya, disisi lain rasa sedih karena harus berpisah sama keluarga tidak terelakkan.

Hari-hari awal merantau mungkin rasanya biasa saja, tidak resah dan gelisah, apalagi masih menikmati pekerjaan atau peran yang baru sehingga rasa rindu akan rumah pun teralihkan.


Tapi, lama-lama pernah nggak ngerasa kesepian dan ingin pulang saja? Inilah yang hampir dialami semua perantau newbie. Apalagi pandemi gini, mau pulang takut, nggak pulang bikin cemberut.


Jadi, wajar banget kalau kamu merasakannYa juga. Bukan karena kamu lemah dan tidak adaptif lho. Justru kamu itu sedang berproses menyesuaikan diri, sehingga nggakpapa muncul gejolak ditengah jalan.


Hal yang paling bisa kamu pelajari dari merantau adalah kamu jadi lebih kenal dirimu sendiri. Bagaimana tidak, kamu adalah teman untuk dirimu sendiri! Mungkin kalau di rumah, kamu bisa berkeluh kesah dengan adik atau kakak.


Ada ibu yang selalu menyiapkan bekal, ada bapak yang membantu mengurus pekerjaan rumahmu. Sementara, kalau merantau kamu harus bisa berdamai dengan dirimu. Harus memahami betul kekuatan dan kelemahanmu supaya kamu bisa mengelola diri dengan baik.


Misalnya, kamu lagi mager banget nih, padahal cucian baju belum selesai, makan siang belum terbeli, kerjaan kantor belum tuntas. Apa iya kamu akan berdiam diri saja menuruti rasa mager mu tadi?

Tentu ada hari-hari saat kamu jadi melankolis banget pas di tanah rantau, itu sangat diizinkan Teman Baik! Ibarat bola yang mantul, pasti jatuh kebawah dulu sebelum terbang lebih tinggi.


Jadi kamu sangat boleh mellow. Menikmati dan merasakan betul-betul rasa rindumu yang berat, menatap layer ponsel sembari menengok album foto dan baper melihat kenangan yang ada didalamnya, merasakan kemalasan yang luar biasa untuk beraktivitas, serta rebahan berjam-jam menatap ternit. All is well and that`s really okay, dear Teman Baik…

Biar kamu nggak terus-terusan ngerasa kesepian, kamu bisa bereksplorasi dengan menerapkan prinsip “mumpung”.


Ah mumpung merantau, ah mumpung sendiri, ah mumpung di kota orang. Kamu bisa eksplor wisata, eksplor kuliner, eksplor pertemanan, dan eksplor hobimu juga!


Coba jadi dirimu versi terbaru, siapa tahu kamu menemukan jati diri yang sesungguhnya 😊 Hidup jiwa-jiwa perantau!

2 views0 comments

Recent Posts

See All