• klik klas

Aturanmu Belum Tentu Tepat Untuk Orang Lain, Bicarakan Bersama Ya...



Seorang pasangan bertengkar dan berdebat soal apa yang adil apa yang nggak.

Cewek: “Kamu kok nggak adil sama aku,”

Cowok: “Apanya sih yang ga adil? Aku udah melakukan yang terbaik,”

Cewek: “Kamu lebih sering sama temen kamu,”

Cowok: “Itu adil, ada waktu sama temen, ada waktu sama pasangan, sama keluarga, sama kerjaan, semuanya masing-masing dikasih waktu yang sama,”

Cewek: “Harusnya sama pasangan waktunya lebih banyak, bukan sama temen,”

Cowok: “Jadi itu yang dimaksud adil? Adil itu dibagi sama rata,”

Cewek: “Adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya, tempatnya ya keluarga lebih prioritas,”

Dan perdebatan nggak selesai-selesai.


Klikers dan Teman Baik, pernah ga kamu bertengkar sama pasangan, teman, keluarga, tentang apa dan bagaimana sih sikap yang adil itu?


Atau pernah nggak kamu merasa diperlakukan nggak adil oleh orang lain, tapi orang itu merasa udah memperlakukanmu dengan cara yang terbaik?


Tapi, pernah nggak kamu ngerasa ga pernah diperlakukan dengan baik, kamu sedikit-sedikit merasa tersakiti oleh perilaku orang lain, yang bisa jadi nggak bermaksud jahat.

Klikers dan Teman Baik, ternyata, salah satu pikiran yang bisa membuat kita mudah depresi adalah terus menerus merasa orang lain nggak adil sama kita. Hal ini disebut Fallacy of Fairness.


Sebuah pikiran toksik yang mana kita merasa aturan kita, adalah satu-satunya keadilan. Perspektif kita adalah satu-satunya aturan yang benar.


Misal saat berteman dengan seorang teman yang suka make barang kamu tanpa ijin. Kamu merasa yang bener adalah meminta ijin, aturan itu terasa universal, karena di keluargamu pun kalau orang tuamu ingin memakai barangmu mereka ijin. Namun, ketika kamu berteman dengan seseorang ini, dia dengan mudah memakai barangmu tanpa ijin. Kamu sebal dan merasa kamu terus diperlakukan nggak layak (dan adil). Tapi, bisa jadi buat dia, dan dalam pikiran dan pengalamannya, kalau udah temen baik itu barang jadi punya bersama, atau batasan jadi lebih longgar. Itu adalah keadilan versi dia yang beda dengan versimu.


Fallacy of Fairness, Aturanmu Belum Tentu Benar



Adalah sebuah kondisi dimana kita merasa segala sesuatu harus teratur, mengikuti aturan baku secara rigid. Itu adalah keadilan yang harus diikuti semua orang. Atau, kamu merasa peraturan dan perspektifmu adalah yang paling adil, paling benar, padahal belum tentu.

Salah satu penyebab depresi adalah melihat bahwa semua hal harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan aturan kita adalah yang terbaik untuk semua orang.


Memang benar ada aturan yang berlaku di dunia ini, ada hukum pidana, perdata, sosial dan informal. Namun, pernah nggak kamu berpikir bahwa kadang apa yang adil itu sangat subjektif, terutama dalam hubungan-hubungan sosial.


Kita sama pasangan kita bisa saja sangat dipengaruhi oleh peraturan keluarga kita, sehingga saat kita beranjak dewasa, peraturan dalam keluarga, terlihat sebagai peraturan yang paling benar. Maka, ketika dua orang bertemu, wajar jika apa yang terlihat adil, benar, dan tepat sangat berbeda.


Kamu bisa berpikir bahwa peraturanmu, cara kerjamu, terbukti lebih benar. Apa yang kamu anggap benar, belum tentu benar di mata orang lain. Kamu merasa tahu apa yang lebih adil dilakukan, tapi belum tentu sama dengan orang lain. Kamu harus menyadari hal itu.


Hidup Ini Selalu Nggak Adil Buat Aku

Apabila kita punya bias kognitif fallacy of fairness ini, saat ada orang lain yang bekerja dengan cara yang berbeda dengan kita, kita akan merasa mereka nggak adil pada kita. Padahal belum tentu mereka tidak adil pada kita, belum tentu sekitar kita dengan sengaja menyakiti kita, karena bisa jadi ini hanya soal perbedaan sudut pandang, apa yang tepat dan tidak.


Kalau kita merasa terus menerus disakiti, dunia ini nggak adil ke kita, dan segala hal tampak menyalahi standarmu, bisa jadi kita secara nggak sadar kita sudah memelihara fallacy of fairness di otak kita. Jika kita terus menerus merawat pikiran ini, betapa depresif, negatif, dan tidak menyenangkannya dunia dan orang lain di mata kita. Kebayang nggak kalau kamu terus melihat dunia dengan sinisme, dengan perasaan tersakiti, betapa banyak negativitas yang bersarang di kepalamu. Betapa ngerinya isi kepalamu. Nggak heran, salah satu pikiran toksik yang harus diperbaiki adalah fallacy of fairness ini. Kondisi dimana kita kurang tepat memandang apa yang adil atau tidak. Atau, kita terus menerus merasa standar kita adalah yang tepat.


Cara Menghindarinya

Cara sehat memandang dunia ini adalah melihatnya dalam spektrum. Ada hal-hal di dunia ini yang memang harus dipandang sama, kejahatan itu tidak adil, kekerasan itu berbahaya, dan berbagai aturan yang harus disepakati bersama. Namun, memahami bahwa persepsi benar dan salah bisa sangat subjektif. Bisa jadi apa yang terasa tidak adil dalam hidup kita bukan ketidakadilan tapi hanyalah perbedaan pendapat dan standar soal apa yang adil apa yang nggak.


Sepatah Kata Dari Klik.Klas

Saat kita memandang apa yang adil dan tidak, rasanya kita perlu melihat situasinya ya. Apakah kita harus benar-benar bicara soal keadilan sosial yang sesuai dengan standar hukum, atau keadilan yang relative.


Terus menerus merasa tersakiti dan merasa diperlakukan tidak adil tanpa alasan yang objektif, bisa jadi petunjuk bahwa kita punya tipe berpikir toksik fallacy of thinking.


Untuk bertumbuh menjadi manusia yang lebih sehat dan terbebas dari pikiran negatif, berkatalah pada diri bahwa ada banyak hal di dunia ini yang relative. Apa yang kita rasa tidak adil, bisa jadi tidak bagi orang lain. Kalau sudah tahu prinsipnya, kamu bisa lebih tenang melepaskan hal-hal yang bisa kamu control dan nggak.


Selamat bertumbuh ya Klikers dan TemanBaik!


Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal, aku Fakhi. Aku merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisanku di Instagram @fakhirah.ir


Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas atau mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.


Tulisan Ini Lahir dari Tulisan Lainnya

Ledden, P. (2018, August 24). 15 Types of distorted thinking that lead to massive anxiety 8/15: Fallacy of Fairness. Abate Counselling. https://abatecounselling.ie/2018/08/24/fallacy-of-fairness/

The Fallacy of Fairness: An Overview of This Cognitive Distortion. (n.d.). Therapy Now. Retrieved November 22, 2021, from https://www.therapynowsf.com/blog/the-fallacy-of-fairness-an-overview-of-this-cognitive-distortion







1 view0 comments

Recent Posts

See All