• klik klas

Apakah Menjauhi Teman yang Tidak Disukai Termasuk Bullying?

Hai, Klikers dan Teman Baik.


Pernah nggak, sih, kamu ketemu sama teman yang kalau kamu ada di dekatnya, kamu risi banget? Atau mungkin ada teman yang membuatmu kurang nyaman untuk berekspresi dan berbicara dengan santai hingga rasanya ingin menjauh saja?


Beberapa waktu lalu, ada yang bertanya ke #TemaniTeman. Pertanyaannya adalah apakah menjauhi teman yang tidak disukai termasuk tindakan bullying?


Hmmm ... Menurut Klikers dan Teman Baik gimana?



Sebenarnya, perlu ditelaah dulu bentuk menjauhinya seperti apa. Kalau kamu menjauhi temanmu yang membuatmu tidak nyaman dan menghasut orang lain untuk menjauhinya juga sehingga ia jadi terkucilkan, secara tidak langsung hal itu termasuk bullying berbentuk non-verbal tidak langsung. Akan tetapi, jika kamu menjauhinya sebagai bentuk menjaga jarak pribadi tanpa menghasut orang lain, mungkin tidak serta merta bisa disebut bullying, ya.


Sebagai manusia, tentu kamu punya rasa nyaman dan tidak nyaman akan suatu hal. Kamu pun tidak bisa mengontrol semua orang untuk bersikap sesuai dengan hal-hal yang membuatmu nyaman saja. Mungkin ada saatnya kamu bertemu orang lain yang membuatmu kurang sreg. Kamu pun berpikir, daripada dirimu nggak leluasa berbuat apa-apa dan malah muncul rasa benci atau tidak suka pada orang itu, lebih baik kamu menjaga jarak aman dengannya.



Menjaga jarak aman artinya kamu menjauhinya pada saat tertentu—saat di mana orang itu membuatmu tidak nyaman. Namun, jika memang ada hal yang mengharuskanmu berinteraksi dengan orang itu, kamu mampu mengelola emosimu dan menyampingkan sejenak rasa tidak nyaman itu. Buat batasan sejauh mana kamu dan orang itu bisa berinteraksi.


Menjaga jarak aman bukan berarti menjauhi temanmu secara total, tetapi menjauhinya untuk menjaga emosimu tetap stabil dan terkendali. Menjaga jarak aman berarti kamu membuat batasan kapan harus menjauhinya dan kapan bisa berinteraksi dengannya.


Tentunya, menjauhi teman tidak akan menjadi tindak bullying jika kamu tidak menyuruh orang lain menjauhinya juga, bahkan menyebarkan gosip-gosip yang membuat orang itu dikucilkan. Alangkah lebih baik pula jika kamu bisa jujur atas ketidaknyamananmu sehingga ia pun bisa mengerti situasi dan alasanmu menjauhinya.


Semoga tulisan ini bisa membantumu untuk #SelaluBertumbuh menjadi pribadi yang mampu membangun jarak aman tanpa harus mengucilkan orang lain.


Tentang Penulis

Anisa Zahra Wijayanti Nugroho, S.Psi.

Penulis yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan sudah menghasilkan beberapa karya/buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Mau kenalan lebih jauh? Langsung meluncur aja ke Instagram @anisaanza

2 views0 comments

Recent Posts

See All